
William hanya diam merespon perkataan Alisha dan menatap ke depan
"Saya tahu kok tuan melupakan masa lalu itu bukanlah hal yang mudah tapi sampai kapan tuan akan terus menyiksa diri?" Alisha menatap lurus ke depan merasakan kehangatan
"Jangan menjerumuskan hati anda tenggelam terus menerus dalam sebuah kesedihan di masa lampau, atau Anda tidak akan pernah siap untuk menghadapi dan menjalani hari-hari mendatang" ucapnya lagi
"Tuan mau dengar cerita masa lalu saya tidak? kalau diam berarti mau ya" Alisha menatap sekilas ke arah William
William pun hanya mengangguk samar menjawabnya
"Dulu saya sebelum masuk panti asuhan saya mengalami kecelakaan hingga membuat saya tidak bisa mengingat masa-masa sebelumnya sewaktu saya kecil dan saya juga mengalami patah tulang di tangan" ucap Alisha pelan memulai ceritanya
William perlahan melihat wajah Alisha yang menatap ke depan dengan tatapan sedih
"Sampai saat ini saya terus saja berusaha untuk mengingat segalanya, tapi hasilnya tetap nihil, bahkan saya tidak tahu sebelum tinggal di panti saya tinggal di mana, entah bersama keluarga saya atau tidak" ucapnya lagi
"Kenapa kau bisa mengalami kecelakaan?" tanya William
"Entahlah tuan, bangun-bangun saya sudah ada di rumah sakit, saya pun tak ingat kenapa saya bisa ada di sana, tapi kata ibu pengurus panti saya mengalami kecelakaan"
William kembali terdiam menatap wajah Alisha
"Saya pun memutuskan untuk mencoba melupakan masa lalu saya yang tak saya ingat lagi tuan, dengan banyak cara, mulai dari sekolah, belajar ilmu bela diri, mendalami ilmu agama, juga saya pernah menjadi guru" ucap Alisha
"Perlahan-lahan saya mulai melupakan masa lalu saya tuan yang tak pernah saya ingat sampai hari ini, entah masa lalu yang indah atau sebaliknya saya tidak tahu" ujarnya menutup ceritanya
"Tuan..... apa anda percaya pada Tuhan?"
William terdiam agak lama mendengar perkataan Alisha
Kemudian ia menggeleng pelan dengan menatap kosong ke arah perapian
"Saya mengerti kok tuan kenapa anda tidak percaya dengan Tuhan, anda merasa Tuhan itu tidak ada kan?"
"Ya, jika Dia anda mengapa dia membiarkan ku sendirian selama ini? bahkan aku berjuang dari nol sampai saat ini adalah hasil jerih payah ku sendiri tanpa ada satupun yang menyemangati ku"
Alisha tersenyum miring dan tertawa kecil
"Kenapa kau malah tertawa?" William mengerutkan keningnya melihat sikap Alisha
__ADS_1
"Tidak ada tuan, saya hanya merasa tuan beranggapan hidup ini seperti apa jika tidak ada cobaan? memang apa salahnya jika jalan hidup ini tidak sempurna? bukankah Anda tahu kalau disini dunia, bukan surga?"
"Maksud mu?" William semakin tak mengerti dengan apa yang dikatakan Alisha
"Kunci utama dari kehidupan yang bahagia terletak pada tiga perkara tuan, yakni bersyukur dalam keadaan apapun, bersabar atas kesulitan dan ikhlas menerima segala ketetapan (takdir) Allah SWT" ucap Alisha
"Tidak ada yang pernah menjanjikan bahwa jalan kehidupan seseorang selalu mudah serta tanpa rintangan, namun, Allah telah berjanji akan selalu dekat dan bersama dengan orang-orang sabar" lanjutnya lagi
"Maka bersabarlah tuan dalam menghadapi ujian dan cobaan apapun di dunia ini, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar" ujarnya tersenyum hangat
"Dan jangan mengeluh jika diberikan sebuah musibah tuan, justru seharusnya malah bersyukur. Karena melalui kesulitan tersebut, Allah memberikan kesempatan agar Anda berubah menjadi manusia lebih baik"
"Apa.... Tuhan mu akan bersama dengan seseorang yang bukan dari pengikut dari agamanya seperti aku?" tanya William dengan sangat pelan sambil menatap intens sosok di sampingnya
"Sejatinya seluruh umat manusia yang ada di bumi adalah pengikut-Nya tuan, hanya saja mereka tidak bisa melihat apa saja mukjizat dan karunia yang telah di berikan Allah pada mereka semua sehingga mereka mempercayai yang tidak semestinya mereka percayai"
"Jika tuan adalah seorang ateis yang tidak mempercayai adanya Tuhan, tapi anda selalu bersyukur dengan apa yang anda miliki dalam hidup ini Insyaallah Allah akan selalu bersama anda dan membukakan pintu hati anda untuk kembali kepada Dia"
Deg.......
William menutup kedua matanya merasakan kehangatan tiba-tiba menjalar di dalam tubuhnya setelah ia mendengar semua perkataan Alisha
Alisha hanya tersenyum tipis dan mengangguk
"Terimakasih mendengar semua nasehat mu membuat hatiku merasa agak nyaman" ucapnya lagi
"Sama-sama tuan, jika anda membutuhkan teman curhat atau saran tentang hidup anda bisa datang kepada saya, saya siap kok mendengar semua masalah anda" ujar Alisha tersenyum manis
Seketika William ikut tersenyum lebar dan mengangguk paham
Alisha mengacungkan jari manisnya yang terbalut kan sarung tangan ke arah William
"Teman?" tawar Alisha sembari terus tersenyum mekar
William membalas jari manis Alisha dengan mengaitkan jari manisnya dengan jari manisnya Alisha
Kemudian ia mengangguk dan tersenyum tipis
"Karena kita sekarang sudah berteman saya minta tuan jangan merahasiakan apapun ya dari saya, saya janji akan merahasiakannya!" ucap Alisha mengangkat tangan kanannya
__ADS_1
"Baik, jika aku ada masalah aku akan memberitahukannya padamu" jawab William tersenyum tipis
"Yasudah tuan, sekarang sudah sangat malam, kita tidur yuk!" Alisha bangkit berdiri dan meregangkan otot-otot tubuhnya
"Tapi... aku tidur di mana?"
Seketika Alisha terpaku diam dan menatap wajah majikan ku
"Oh iya ya, kamar tuan di atas, bagaimana tuan bisa naik ke sana" gumamnya menggaruk kepalanya
"Kamar tuan Daren ada sih tuan tapi terkunci" ucapnya
"Terpaksa anda tidur di kamar saya dulu" Alisha mendorong kursi rodanya William ke arah kamarnya yang tak jauh dari dapur
"Kenapa di kamar mu? lalu kau akan tidur di mana?" tanya William
"Saya akan tidur di kamar tuan, adil kan? kalau kita bertukar kamar" Alisha tertawa kecil sambil terus mendorong kursi rodanya William melewati lorong menuju kamarnya
"Ok, aku mengijinkan untuk tidur di kamar ku tapi jangan menyentuh barang-barang ku ya? aku tidak suka barang-barang ku disentuh" ucap William memperingatkan
"Iya iya tuan, saya ingat kok" Alisha membuka pintu kamarnya dan mendorong kursi rodanya William masuk
"Maaf ya tuan kamar saya tak seluas kamar anda" Alisha merapikan ranjangnya
"Tuan bias kan ke ranjang sendiri?"
William hanya mengangguk
"Ok deh kalau begitu tuan, saya keluar dulu ya, assalamualaikum, selamat tidur tuan" Alisha menutup pintu dari luar menyisakan William sendirian di kamarnya
William memperhatikan semua sisi kamarnya Alisha dengan teliti
Rapi, minimalis, dan terasa hawa yang nyaman berada di dalamnya
William pun mendorong kursi rodanya ke arah ranjang Alisha dan memindahkan tubuhnya ke atas ranjang
Setelah bersusah payah memindahkan tubuhnya ke atas ranjang, William langsung membaringkan diri dan melipat kaki kanannya seraya menatap langit-langit kamarnya Alisha
"Mungkin.... sebaiknya aku segera menikah" gumamnya menyisir rambutnya dengan jari-jarinya
__ADS_1