
Tanpa bicara lagi William langsung membalikkan kursi rodanya dan pergi meninggalkan Alisha yang berdiri mematung
"Eh tuan, kenapa anda pergi?!" ucap Alisha menghampiri William
William tak menggubris panggilan Alisha dan terus mendorong kursi rodanya sendiri
"Tuan!"
"Tuan!"
"Tuan, tunggu saya!" seru Alisha menghampiri William
Namun karena William terlalu cepat mendorong kursi rodanya membuat Alisha tertinggal jauh di belakang
"Tuan!! awas!!" seru Alisha berlari menghampiri William
"Arrggghhh!!" seru Alisha yang tangannya mengenai roda kursi William
Sontak William terkejut melihat Alisha berjongkok di sampingnya
"Kau?!!" ucap William menghentikan kursi rodanya
Alisha mengambil sesuatu di aspal jalan dan berdiri
"Tuan, untung saja kursi anda tidak mengenai ini" ujar Alisha menunjukkan kulit pisang yang ia pungut
Kemudian ia lempar di semak-semak
"Ayo kita pulang tuan" ucap Alisha menahan rasa sakit dan lebam di punggung tangannya
Ia yang hendak mendorong kursi rodanya William terkejut ketika William memegang pergelangan tangannya yang terbalut kan lengan gamisnya
Ia melihat punggung tangan Alisha lebam dan lecet
"Tangan mu terluka" ucap William
"Tidak apa-apa tuan, sebaiknya kita pulang sekarang" ucap Alisha menggigit bibir bawahnya menahan rasa nyeri di punggung tangannya
William terdiam dan membiarkan Alisha mendorong kursi rodanya sampai ke dalam kastil
Sesampainya di ruang tamu Alisha langsung pergi ke dapur mencari sesuatu
William dapat melihat jelas bahwa sedari tadi Alisha terus saja menahan rasa sakit di tangannya
"Ambil kotak obat di kamarku" ucap William seakan tahu apa yang ada di pikiran Alisha
Alisha mengangguk paham kemudian menaiki tangga menuju kamarnya William mengambil yang ia cari
Setelah menemukan kotak obat di dalam laci meja rias Alisha langsung membawanya ke lantai bawah
__ADS_1
"Saya permisi dulu ya tuan ke kamar, jika anda ingin sarapan sudah saya siapkan di meja makan" ucap Alisha memegang kotak obat itu
"Obati saka di sini" ucap William menggendikkan dagu nya ke arah sofa tamu
Alisha tersenyum kikuk dan duduk di sana
Kemudian ia mengoleskan salep untuk tangannya yang terluka
Sedangkan William hanya menjadi penonton di depan Alisha dan terus memperhatikan Alisha
"Maaf" ucap pelan William terdengar Alisha
"Untuk apa tuan?" tanya Alisha menutup kembali kotak obat itu
"Jika saja aku tadi mengindahkan panggilan mu pasti kau tidak akan terluka" jawab William sedikit menundukkan kepalanya
Alisha tersenyum tipis kemudian membalut tangannya dengan kain perban
"Seharusnya yang minta maaf itu saya tuan, sebelumnya saya menyinggung anda untuk menikah, wajar saja jika anda merasa tersinggung, apalagi saya kan hanya pengurus kastil ini tidak ada urusannya saya ikut campur masalah pribadi tuan" ucap Alisha ramah sembari menggulung kain perban di tangannya
William menengadahkan kepalanya menatap wajah Alisha yang tersenyum tulus padanya
Refleks ia membalas senyuman Alisha dengan anggukan kecil
"Ya sudah, karena tuan belum makan ayo sebaiknya kita sarapan" ucap Alisha berdiri dan mendorong kursi rodanya William ke arah meja makan yang berada di ruang makan
"Silahkan dinikmati tuan, semoga suka" ucap Alisha menaruh piringnya ke meja di hadapan William
"Terimakasih, kau sudah makan belum?"
"Belum tuan, saya nanti saja makannya, saya tak terbiasa makan sepagi ini" jawab Alisha dan hendak pergi
"Kau duduklah di sini temani aku makan" ujar William membuat Alisha menghentikan langkahnya
"Baik tuan" ucap Alisha dan duduk di salah satu kursi makan
William pun makan dengan ditemani Alisha di sekitarnya
Setelah menyelesaikan makannya William meneguk air minum sampai tandas
"Tuan kan hari ini katanya tidak bekerja, lalu apa yang akan tuan lakukan sepanjang hari ini?" tanya Alisha seraya membersihkan bekas makan William
"Aku...."
"Oh belum ada rencana ya tuan? bagaimana kalau kita ke pasar?" tawar Alisha
William mengerutkan keningnya mendengar tawaran Alisha
"Ke pasar? untuk apa?"
__ADS_1
"Saya mau membeli kebutuhan dapur tuan, sebentar lagi stok bahan makanan akan habis, jadi rencananya setelah anda sarapan saya akan pergi tapi karena tuan tidak ada yang jaga makanya saya tawari anda ikut" jawab Alisha tersenyum manis
William hanya diam menanggapi perkataan Alisha
"Kalau anda tidak mau tidak apa-apa tuan, saya akan pergi sendiri" ucap Alisha dan pergi ke dapur membawa piring kotor William
Sedangkan William hanya diam di tempatnya memperhatikan Alisha di dapur sedang mencuci piring dan gelasnya serta menyimpan sisa makanan ke dalam lemari
'Persis seperti seorang istri' gumam William masih memperhatikan Alisha
"Saya permisi dulu ya tuan, assalamualaikum" pamit Alisha membungkuk hormat dan hendak pergi
"Aku ikut!"
Alisha menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah William
"Baiklah tuan, ayo!" jawab Alisha dan mendorong kursi rodanya William keluar kastil
Setelah mengunci pintu kastil, Alisha membukakan pintu mobil di belakang untuk William
"Pak, tolong bantu tuan William masuk ke dalam mobil" ucap Alisha pada sang sopir pribadi William
Sopir pun hanya mengiyakan dan membantu William masuk ke dalam mobil nya
Dan Alisha melipat kursi rodanya William dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil
"Ayo jalan pak, kita ke pasar" ucap Alisha menutup pintu setelah masuk ke dalam mobil dan duduk di samping William di belakang
"Kita ke mall saja" ucap William tanpa melihat Alisha di sampingnya
"Mall?" gumam Alisha mengerutkan keningnya
"Tapi tuan saya kan mau ke pasar, kenapa kita malah ke mall?" tanya Alisha saat mobil telah dijalankan oleh sang sopir
"Pasar itu jorok dan kotor, aku tidak suka ke sana, kita bisa membeli semua yang kau butuhkan di mall" ucap William melirik sekilas ke arah Alisha
"Tapi tuan harga di pasar jauh lebih murah daripada di mall, lagipula saya belum pernah ke mall sebelumnya" ucap Alisha
"Kalau ku ingat-ingat tadi pagi kau bilang aku sangat kaya bukan?" tanya William menoleh ke arah Alisha
"Iya tuan" jawab Alisha polos
"Terus kenapa kau bilang kita harus belanja ke pasar, kita bisa belanja di mall, bahkan kalau aku mau aku bisa membeli semua pasar yang ada di New York ini" ketus William
"Bukan begitu maksud saya tuan, saya tidak terbiasa belanja di mall, jadi saya tidak tahu cara membayar atau pergi ke sana, bukankah hanya orang-orang berduit yang ke sana" ucap Alisha memelas
William kembali ke mode hening nya dan memilih memainkan ponselnya daripada menjawab perkataan Alisha
'Tuan ini sama saja dengan tuan Daren, selalu saja ingin menghambur-hamburkan uang, padahal kalau di pasar jauh lebih murah, kenapa harus ke mall coba' gumam Alisha kesal dalam hatinya
__ADS_1