Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 40


__ADS_3

"Anda yang pengecut tuan!!"


William langsung menoleh ke sumber suara dari atas pohon beringin menjulang tinggi di samping kastilnya


"Alisha" gumamnya terkejut


Alisha lompat dari atas pohon dan menghampiri Jakson


"Cih! ternyata hanya seorang perempuan!!" Jackson berdecih tepat di hadapan Alisha


Dukkk.....


Alisha menendang kaki Jackson hingga membuatnya terjatuh ke tanah


"Arrggghhhh!! dasar jal*ng!!" teriak Jackson merasakan sakit luar biasa di kakinya


Sedangkan William hanya bisa menatap mereka dari jauh melihat keberanian Alisha melawan musuhnya, Jackson


'Berani sekali dia? apa dia tidak tahu siapa yang dia hadapi?' batinnya dengan heran


"Jika kakiku sampai patah ku pastikan semua tubuhmu ku cincang habis!!!" seru Jackson menghardik Alisha


Alisha hanya memutar bola matanya dengan malas dan berjongkok di depan Jackson yang terbaring kesakitan di tanah


"Dengar tuan, ada beberapa hal yang ingin saya beritahu pada anda" ucap Alisha datar menatap wajah Jackson yang menatapnya dengan sorot mata tajam


"Pertama, saya bukan jala*ng, kedua anda tenang saja saya masih berbaik hati untuk tidak mematahkan kaki anda jadi anda tidak perlu repot-repot mencincang tubuh saya, dan ketiga...."


Alisha mengambil dagu Jackson dan mencengkram nya dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan


"Jangan pernah usik tuan William lagi atau saya tidak akan jamin anda pulang dengan keadaan utuh" ucap Alisha mengancam dengan sorot mata dingin


Jackson membalas tatapannya dengan tajam


Alisha pun melepas cengkraman nya dan bangkit berdiri


Kemudian ia mengetuk kaca mobil Jackson


"Hey kau! keluar!!" ucapnya pada Roy yang ada di dalam


Roy yang ketakutan membuka pintu mobilnya dan melihat Alisha tengah menatapnya dengan datar


"Sekretaris macam apa kau membiarkan bos mu sendirian di luar sedangkan kau enak-enakan di dalam mobil? bawa dia pulang!" ucap Alisha kesal


Roy pun langsung membantu bos nya itu berdiri


Sedangkan Alisha berjalan menghampiri tuannya


"Tuan, anda tidak apa-apa?" tanyanya dengan pelan dan lembut


William hanya bisa mengangguk pelan membiarkan Alisha memegang pergelangan tangannya yang terbalut kemejanya

__ADS_1


"Cih! sampah!!" Jackson memungut senjata api nya di tanah dan menodongkannya kepada Alisha


"Alisha!! awas!!!" William melebarkan matanya melihat Jackson bersiap-siap menarik pelatuk senjatanya


Alisha langsung melirik Jackson dengan tajam


DOORRRRR!!!!!


Brukkk....


Alisha ambruk di tanah ketika timah panas itu menyerempet lengan atasnya


William yang syok hanya bisa diam melihat Alisha menjadi tameng di hadapannya


"A... Alisha"


"Kepar*t!!!" William mengambil senapannya dan hendak menembak Jackson


Tiba-tiba pergelangan tangannya di tahan oleh Alisha yang berada di bawahnya


"Jjjjjangan tuan! a...anda tidak boleh membunuhnya!!" ucap Alisha dengan mata berkaca-kaca menahan rasa sakit di bahunya


William yang mendengar Alisha mengatakan dengan menghiba menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan hingga membuatnya tak sadar menjatuhkan senapan nya


DOORRRRR!!


Para bodyguard-nya William yang baru datang langsung menembak ke udara ketika memasuki area kastil tersebut


Kemudian para bodyguard itu langsung membawa paksa Jackson beserta Roy masuk ke dalam mobil mereka dan membawanya pergi


Sedangkan para bodyguard Jackson sudah melarikan diri sejak tadi


Kelvin pun langsung berlari menghampiri bos nya dan Alisha


"Astaga nona!! anda kenapa bisa berdarah?!!" seru Kelvin kaget melihat darah bercucuran di gamis peach Alisha di bagian lengan atas


"A..aku tidak apa-apa!" Alisha memegang lengannya dan mencoba bangkit berdiri


"Kelvin, bawa dokter bedah terbaik ke sini sekarang juga!!!" seru William dengan suara keras


"Tuan, saya tidak apa-apa! ini hanya terserempet peluru saja, bahu saya tidak apa-apa" ucap Alisha menolak


"Apanya yang tidak apa-apa?!!! kau terluka sampai berdarah seperti itu masih bisa kau bilang tidak apa-apa?!!" seru William merasa marah dengan Alisha


"Masuk ke dalam!! baring di ranjang kamarku!!" titah William dengan sorot mata melotot pada Alisha


Alisha hanya bisa pasrah dan mengangguk pelan


Kemudian ia berjalan tertatih-tatih masuk ke dalam kastil sambil terus memegangi bahunya yang terus mengeluarkan darah


Tanpa disadarinya titik-titik darahnya jatuh ke lantai hingga membuat jejaknya yang masuk ke dalam kamar William

__ADS_1


Setelah menelfon dokter Kelvin langsung mendorong kursi rodanya William masuk ke dalam kastil


Pandangan mereka langsung tertuju ke lantai ketika melihat banyaknya titik darah di lantai menuju ke kamarnya William


'Dia sampai berdarah seperti ini gara-gara melindungi ku' batin William menatap lantai yang ternodai darah Alisha


'Kenapa nona bisa tertembak dan kenapa dia bisa ada di sana? bukankah terlalu bahaya?' batin Kelvin merasa heran


Sesampainya di ambang kamarnya, William langsung melihat pengurus kastil nya itu tengah duduk di sisi ranjangnya


"Kau tunggu di sini, sebentar lagi dokter datang! ayo Kelvin!" ucap William datar


Kelvin pun mendorong kembali kursi rodanya William pergi dari kamarnya William


Sementara Alisha menyelonjorkan kedua kakinya dan bersandar di ranjang king size William


"Rasanya sangat perih dan panas" gumamnya masih terus memegang erat bahunya yang terus berdarah itu


Tak lama kemudian seorang dokter datang bersama dengan beberapa perawatnya


William dan Kelvin yang sedang menunggu kedatangannya di ruang tamu melihat kedatangan mereka


"Maaf tuan William saya sedikit terlambat" ucap sang dokter wanita itu menunduk hormat diikuti para perawatnya


"Untung saja kau hanya sedikit terlambat, jika tidak jangan salahkan aku RS mu ku ratakan!" ucap dingin William dengan nada tegas


"Ayo, saya antar dokter" ucap Kelvin mengantar dokter dan para perawatnya ke kamar William


"Saya permisi dulu, tolong obati nona Alisha dengan baik" ujar Kelvin kemudian pergi setelah mengantar dokter dan para perawatnya ke depan kamar William


Dokter dan para perawatnya langsung masuk ke dalam


Alisha langsung bangkit berdiri ketika melihat dokter itu masuk tanpa permisi


"Duduklah kembali nona, saya akan memeriksa anda" ucap ramah sang dokter itu


Alisha mengangguk paham dan kembali duduk di ranjang


Dokter pun memeriksa luka di bahu Alisha


"Bisa tolong buka baju anda nona, saya tidak bisa mengobatinya jika seperti ini" ucap sang dokter


Alisha menggigit bibirnya, baru kali ini membuka bajunya didepan orang asing, apalagi dokter


Ia pun membuka kerudungnya dan melepas resleting di punggungnya dan menurunkan gamis nya memperlihatkan tubuh bagian atasnya yang tertutup pakaian dalamnya


Dokter itu mengambil tangan Alisha yang terluka mendekat ke arahnya


"Oh ini hanya luka kecil saja nona, anda tidak perlu khawatir" ucap dokter tersenyum lebar


"Benarkah? tapi kenapa rasanya sangat perih dan panas?" tanya Alisha meringis kesakitan di bahunya

__ADS_1


"Saya akan memberinya antiseptik dan memperbanyak itu saja sudah cukup, lagipula ini hanya luka ringan saja nona, tidak berbahaya" ujar sang dokter


__ADS_2