Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 54


__ADS_3

"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Alisha mengerutkan keningnya melihat orang di depannya melihatnya dengan tatapan yang aneh


"Nona adalah nona Alisha bukan?" tebak nya bangkit berdiri menghadap Alisha


"Ya, benar, darimana kau tahu namaku?"


Sam menatap wajah Daren di belakangnya


"Kita bicara di ruang tamu, ayo" Alisha keluar dari kamar Daren diikuti Sam di belakangnya menuju ruang tamu


"Silahkan duduk" Alisha duduk di depan Sam di atas sofa


Sam mengangguk paham kemudian duduk di depannya


"Tuan Daren sering sekali bercerita tentang anda nona Alisha, katanya anda sangat baik" ucap Sam menjawab pertanyaan Alisha tadi


Alisha tersenyum tipis sambil mengangguk pelan


"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanyanya


"Tentu nona"


"Kau sekretarisnya Daren bukan, apa kau tahu kenapa Daren bisa depresi?" tanya Alisha sangat hati-hati dalam perkataannya


Mata Sam sedikit terlonjat kaget mendengar ucapan Alisha, namun ia bersikap biasa-biasa saja


'Apa nona Alisha tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada tuan Daren?' batinnya terkejut


"Tuan Daren selalu merindukan sahabatnya nona" jawab Sam memperbaiki kacamatanya


"Bukankah sahabatnya sudah ia temukan? dia pernah mengatakannya padaku" ucap Alisha mengerutkan kening


"Kalau itu saya tidak tahu nona, yang saya heran nya lagi tuan sangat takut mengutarakan isi hatinya pada sahabatnya itu" jawab Sam


"Oo begitu" Alisha manggut-manggut mengerti


"Tapi kenapa tuan mu itu sangat takut mengatakan isi hatinya pada sahabatnya itu?" tanyanya lagi


"Hmm... tuan Daren pernah masuk rumah sakit jiwa nona, tapi tidak berlangsung lama, dia hanya mengalami depresi ringan, tapi lama kelamaan depresi nya makin parah, mungkin karena tuan Daren takut sahabatnya akan menolaknya jika dia tahu kalau tuan Daren itu seorang yang depresi" jawab Sam menduga


"Apa tuan mu itu sering sekali kambuh penyakitnya?" Alisha menghela nafasnya


"Sering nona, apalagi malam hari, tuan Daren akan selalu merasa panik dan stress yang sangat membuatnya merasa tidak nyaman, dan jalan satu-satunya adalah obat penenang itu" jawab Sam


"Terkadang..... tuan Daren merasa sangat frustasi dengan keadaannya itu, tak jarang pula tuan Daren sering sekali melukai dirinya" ucapnya demikian


Alisha sedikit terkejut mendengar penuturan dari Sam


'Astaghfirullah Daren kenapa kau tidak memberitahuku jika kau depresi' batin Alisha merasa kasihan pada Daren

__ADS_1


"Tuan Daren sering sekali minum-minum jika dia merasa stress berat" lanjut Sam lagi


"A..apa?! Daren minum?! alkohol maksud mu?!" seru Alisha terkejut


'Astaga!! aku terlalu banyak bicara?!! bagaimana jika tuan Daren sampai tahu?!! matilah aku!!' batin Sam tersadar akan ucapannya


"I...iya nona" jawab Sam gugup


Alisha menghela nafasnya dan memijat pelipisnya


"Ini sudah sangat keterlaluan, depresi Daren sudah sangat parah" ucapnya dengan nada melemah


"Apa... nona ingin tuan Daren masuk rumah sakit jiwa lagi?" ucap Sam menduga


"Bukan itu maksudku, justru masuk rumah sakit jiwa akan membuat jiwanya semakin terguncang, dokter tadi bilang dia harus mendapat banyak perhatian dari orang-orang terdekatnya" ucap Alisha membenarkan ujarannya


"Apa Daren masih punya keluarga atau saudara?" tanya Alisha pada Sam


"Tidak nona, tuan sebatang kara, sama seperti dengan tuan William, hanya saja dulu dia diasuh oleh kedua orang tua angkatnya, tapi sekarang mereka sudah meninggal" jawab Sam


Alisha terdiam di tempatnya dan berpikir apa yang harus ia lakukan


"Oh ya aku belum tahu namamu, namaku Alisha" ucap Alisha


"Sam nona, Sam Wilson" jawab Sam


"Tentu nona, anda adalah teman baik atasan saya, saya akan menerima semua perintah nona"


Alisha menghela nafasnya dan mengangguk pelan


"Mulai besok bawa semua pekerjaan Daren ke kastil, dia akan mengerjakannya di sini, di kastil, aku tidak akan mengijinkannya keluar"


"Baik nona, akan saya usahakan!" jawab Sam menyanggupi permintaan Alisha


"Dan yang kedua, tolong kau awasi semua pergerakannya setiap hari, jika dia mulai merasa stress atau panik yang berlebihan, kau langsung saja panggil aku, dan jangan biarkan dia meminum obat penenang nya lagi apalagi meminum minuman haram itu"


"Jika tuan Daren tidak meminum obat penenang nya, bagaimana nantinya nona?" tanya Sam sedikit bingung


"Daren sudah sangat bergantung dengan obat penenang nya itu, akan sangat buruk akibatnya nantinya jika suatu saat nanti dia tidak meminum obat penenang nya itu, oleh karena itu, sebelum hal itu terjadi kita harus membuat Daren tidak bergantung lagi atau kalau bisa tidak pernah lagi meminum obat penenang itu" jawab Alisha menjelaskan


"Tapi.... bagaimana caranya nona?"


"Kita akan selalu bersama dengan Daren, William juga sahabatnya, kita akan membuatnya sembuh dari depresi nya, dengan berbagai cara nantinya, akan aku atur, yang jelas kau jalankan saja apa yang aku pinta tadi"


"Baik nona, akan saya kerjakan sekarang juga, saya permisi dulu" Sam tersenyum tipis dan bangkit berdiri


'Nona Alisha ternyata sangat peduli dengan tuan Daren, semoga saja cinta tuan Daren tidak bertepuk sebelah tangan' batin Sam pergi dari kastil


Alisha pun balik ke dalam dapur membantu para pelayan di sana

__ADS_1


Sedangkan William yang berada di depan kamarnya, sangat mendengar jelas pembicaraan mereka


'Alisha.... kenapa kau begitu baik dengan kami' batin William tersentuh dengan apa yang didengarnya tadi


Siang harinya....


"Uggghhhh" Daren membuka kedua matanya dan bangun dari tidurnya


Ia bangkit dan duduk di sisi ranjangnya


"Kenapa aku ada disini? bukannya...."


"Daren"


Daren menengadahkan kepalanya menatap ke ambang pintu


Gadis pujaan hatinya tengah tersenyum lembut padanya sambil membawakan sesuatu padanya


Refleks Daren membalas senyumannya dengan tersenyum lebar


"Alisha" gumamnya pelan


"Kau sudah sadar rupanya? ku pikir kau masih tidur" Alisha tersenyum manis menghampiri Daren dan menaruh bubur hangat di meja di sampingnya


"Dimakan ya buburnya, aku lho yang buat" ucapnya lagi-lagi tersenyum


Daren mengangguk paham dan langsung mengambil mangkuk bubur itu dan memakannya


"Arrggghhhh" erangnya ketika bubur panas itu masuk ke mulutnya


Refleks Alisha mengambil mangkuk dari tangan Daren dan memberinya minum


"Kenapa malah langsung memakannya? kenapa tidak ditiup dulu!" gerutu Alisha kesal


Daren terkekeh geli dan meneguk habis air minumnya


"Walau melepuh sekalipun bibirku kalau masakan itu buatan mu pasti akan ku makan" ucapnya


Alisha mencibir dan mencubit pipi Daren dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan


"Jangan menggombal! sini makan!" ketus Alisha menyodorkan sesuap bubur pada Daren


Daren tersenyum sumringah dan langsung membuka mulutnya membiarkan sendok itu masuk ke mulutnya


"Makan yang banyak ya bayi besar" ejek Alisha tertawa kecil


Daren hanya tersenyum menanggapi ejekan Alisha padanya


'Aku harus bersikap seperti biasanya pada Daren, dia tidak boleh tahu jika aku sudah mengetahui kalau dia depresi, aku harus membuatnya sembuh dari depresi nya' batin Alisha di sela-sela makan Daren

__ADS_1


__ADS_2