
"Hiks..... Alisha....." Daren masih terus terisak sembilu mengingat masa-masa nya bersama dengan Alisha sewaktu kecil
"Kapan....kau akan ingat janjimu?" Daren menatap sendu ketapel di tangannya
Malam harinya
Alisha kini tengah membantu para pelayan menyiapkan makan malam di dapur
"Nona, semua makanan sudah siap" ucap salah seorang mereka
"Oh, baik, kalian tata di meja biar aku yang memanggil tuan William dan tuan Daren"
Alisha langsung berjalan menghampiri kamar William dan mengetuknya
Toktoktok...
"Will, makan malam sudah siap" ucap Alisha ramah
Tak lama kemudian pintu terbuka dari dalam menampakkan William yang duduk di kursi rodanya
"Mau ku bantu dorong?" tawar Alisha tersenyum tipis
William mengangguk pelan menanggapi perkataan Alisha
Alisha pun mendorong kursi rodanya William ke ruang makan
"Will, kau makanlah duluan, aku akan memanggil Daren dulu"
"Aku akan menunggumu" ucap William
Alisha mengangguk pelan kemudian pergi ke ruang atas ke kamar Daren
Toktoktok....
"Daren, makan malam sudah siap" ucapnya mengetuk pintu
Tak lama kemudian Daren keluar dari kamarnya
"Daren? kau kenapa? baru bangun tidur?" ucap Alisha heran melihat penampilan Daren masih memakai pakaian kerjanya dengan rambut acak-acakan khas seperti bangun tidur
Daren menggeleng pelan sambil terus menatap dalam wajah Alisha
"Terus kalau kau tidak tidur kenapa masih belum mandi? kau belum mandi kan sejak pulang tadi siang?" tebak Alisha
"Belum, aku.... ingin mengatakan sesuatu padamu" lirih Daren dengan suara serak
Alisha mengerutkan keningnya mendengar ucapan Daren yang terdengar sendu di telinganya
"Ya, katakan saja" jawab Alisha tersenyum tipis, ia berpikir kali ini Daren sedang ada masalah
Daren tak langsung menjawab, ia malah menatap lama wajah sahabat masa kecilnya itu
"Aku.... aku....aku..."
"Aku apa hmm?" Alisha semakin dengan tak mengerti dengan sikap Daren
"Aku...."
"Nona Alisha, tuan Daren, tuan William memanggil kalian secepatnya ke ruang makan" ucap seorang pelayan datang dan memotong perkataan Daren
"Oh baiklah, kami akan turun sekarang, ayo Daren, William sudah menunggu kita" Alisha menarik pergelangan tangan Daren menuruni tangga
Daren hanya diam sambil terus melihat pergelangan tangannya yang terbalut jas dipegang oleh Alisha menuruni tangga
__ADS_1
Saat Alisha dan Daren sampai di ruang makan, William langsung menatap tajam ke arah mereka
"Apa Daren ada di India sampai lama sekali kau baru turun" ucap dingin William
Matanya beralih melihat tangan Alisha memegang pergelangan tangan Daren
Entah kenapa dia seperti tidak suka Alisha memegang pergelangan tangan Daren seperti itu
"Tidak, bukan begitu, aku minta maaf, ya sudah ayo makan" ucap Alisha
Ia melepas tangannya dari pergelangan tangan Daren dan menyendok makanan untuk William
Sedangkan Daren dibuat terkejut dan bingung melihat apa yang terjadi di hadapannya
Entah apa yang membuatnya menjadi marah, Daren mengepal tangannya dan menarik kursi kemudian duduk di sebrang meja William, berhadapan dengannya
"Silahkan dimakan" Alisha tersenyum tipis pada William sembari menaruh piring berisi makanan di hadapan William
William tersenyum tipis dan mengambilnya
"Alisha! ambilkan aku juga!" Daren mengepal tangannya di bawah meja
"Baik" Alisha mengangguk kecil kemudian mengambilkan Daren makanan
Daren dan William duduk berhadapan dengan saling bertatapan dingin di mata mereka
'Kenapa hawanya jadi dingin begini?' batin Alisha melihat wajah Daren dan William bergantian
"Silahkan dimakan Daren" Alisha menaruh piringnya di hadapan Daren
Daren tersenyum senang menyambut piring di depannya
Namun tatapannya kembali dingin melihat William di depannya
Ia menarik kursi dan duduk di salah satu kursi meja makan
"Ada apa dengan kalian?" tanya Alisha mengambil makanan untuknya
"Tidak apa-apa" jawab mereka serempak dengan dingin
"Lalu kenapa kalian saling berdiaman seperti ini?" tanya Alisha
"Tidak apa-apa" jawab mereka kembali serempak dan menyantap makanan masing-masing
Alisha semakin dibuat heran dengan mereka kemudian ia pun menyantap makanannya
"Arrggghhhh!"
Daren dan William langsung melihat Alisha di samping mereka ketika mendengar erangan dari mulutnya
"Ada apa?!" Daren terlihat panik melihat Alisha memegang erat lengan atas nya
"Kau kenapa? apa luka nya masih sakit?! mau ku panggilkan dokter?!" ucap William juga terdengar panik
"Luka?! apanya luka? dan kenapa Alisha bisa sampai luka?! apa kau melukainya?!!" Daren melihat sahabatnya dengan sorot mata tajam
"Bukan Aku!" seru William tak kalah keras suaranya
"Bisa tidak kalian diam!!" seru Alisha berdiri
Daren dan William mengalihkan pandangan mereka berlawan arah
"Alisha, kau kenapa?" Daren duduk mendekati Alisha
__ADS_1
"Tidak apa-apa, lenganku hanya kebas saja" ucap Alisha menggeleng kecil sambil memegang lengannya
"Jika kau mau aku bisa panggilan dokter" ucap William menyambung
"Tidak perlu, ini hanya kebas saja" tolak lembut Alisha
"Kenapa bisa terluka tangan mu?" tanya Daren pada Alisha
"Tadi pagi ada penyerangan di kastil" jawab pelan Alisha meminum air putih
Daren membulatkan matanya sangking terkejutnya dan pandangannya beralih ke arah William
William memutar bola matanya dengan malas dan mendorong kursi rodanya ke arah Alisha
"Kau pergilah ke kamarmu, istirahat lah" ucap William terdengar lembut
Alisha mengangguk paham kemudian pergi ke kamarnya
"Kenapa bisa terjadi hal itu?" tanya Daren to the point saat Alisha sudah tidak bersama mereka lagi
William kembali menyantap makanannya dan meneguk airnya
"Jackson yang menyerang" jawab William
"Apa?! masih berani dia buat masalah dengan kita?! apa dia masih belum kapok semua sahamnya di I-Tell sudah ku rampas?!!" seru Daren kesal
"Bukan itu permasalahannya, dia datang karena masalah bisnis senjata ilegal ku" ujar William mengelap mulutnya dengan tisu
"Akan ku beri dia pelajaran!" Daren mengepal tangannya
"Dia sudah ada di markas, terserah kau mau kau apakan dia" ucap William datar
"Lalu kenapa bisa Alisha yang terluka?"
"Karena..... dia menjadi tameng ku" jawab William memandang gelasnya
"Tameng?" Daren mengerutkan keningnya tak mengerti
"Pagi tadi aku ingin melawan mereka sendirian tapi Alisha datang membantuku sebagai sniper ghost, dia memakai ketapel tua miliknya" jawab William menceritakan
Daren dibuat terkejut dengan penuturan William
'Isha ku ternyata sudah tangguh rupanya' batinnya merasa senang dalam hati
"Lalu, Jackson ingin menembak ku tapi malah Alisha yang terkena tembakannya, tapi untung dia hanya terserempet peluru saja" jawab William lagi
Daren bernafas lega dan menyantap makanannya lagi
"Ternyata.... dia tidak seperti yang ku pikirkan" ucap William
"Memangnya sebelumnya kau berpikir dia seperti apa?"
tanya Daren
"Ku pikir dia sama dengan Monica yang meninggalkan ku karena uang, tapi setelah kau pergi kami jadi dekat dan aku jadi mengerti dengan sifat dan sikap aslinya"
"Tapi ternyata dia orang yang baik dan tulus, dia bahkan sama sekali tidak membenciku padahal aku sering mengacuhkannya" ucapnya
"Kemudian..... kami menjadi teman" ucapnya lagi dengan tersenyum tipis melihat gelasnya
Braakkk!!!
"Tapi dia sahabatku!!" Daren memukul meja makan dengan keras mendengar ucapan William
__ADS_1