
"Isha, dulu waktu kita masih kecil kau suka sekali menyuruhku mengambil berbagai macam buah di kebun sebelah panti asuhan kita, apa kau masih ingat?" gumamnya sendu menatap lukisan Alisha
"Isha, aku benar-benar takut mengatakan isi hati ku pada mu, kau pasti akan meninggalkan ku jika kau tahu aku ini orang sakit jiwa" gumamnya menutup erat kedua matanya dan menundukkan kepalanya
"Apa yang harus aku lakukan?" Daren menangis terisak di dekapannya sendiri
Subuh harinya....
Setelah makan sahur dan shalat subuh, Alisha langsung membersihkan kamar nya
"Ini masih terlalu pagi, tidak baik jika aku tidur lagi, sebaiknya aku membuat cemilan untuk makan pagi Daren dan William" gumamnya pergi ke dapur
Di dapur, Alisha langsung membuat puding coklat untuk makanan penutup sarapan nantinya
Setelah menyiapkan puding setengah jadi, sambil menunggu pudingnya mengeras di dalam cetakan, Alisha membuatkan sarapan pagi
"Maaf nona, kami bangun terlambat!!" ucap beberapa pelayan yang datang ke dapur berniat memasak makanan
"Tidak apa-apa, bukan kalian yang datang terlambat tapi akunya yang datang terlalu cepat, makanannya sudah jadi, kalian bisa tata di atas meja makan, pudingnya masih belum jadi, aku akan memanggil tuan William dan tuan Daren untuk sarapan" Alisha tersenyum simpul sembari mencuci tangannya kemudian beranjak pergi
"Baik nona" jawab mereka serempak
Alisha memutar handle pintu dan langsung menyiapkan air hangat untuk William di kamar mandi
Setelah menyiapkannya, matanya melihat William masih tertidur pulas di atas ranjangnya
"Will Will, sudah pagi masih saja tidur" gumamnya tersenyum miring
Kemudian ia sedikit mendekati William
"Will, bangun, sudah pagi" ucapnya dengan nada pelan membangunkan William
William perlahan membuka matanya dan mengucek nya berkali-kali
Orang yang pertamakali ia lihat di depannya adalah Alisha, seketika ia bangkit duduk di ranjangnya
"Aku sudah menyiapkan mu air mandi, mungkin tuan Kelvin akan segera datang membantumu mandi" Alisha tersenyum ramah
"Jangan memanggilnya tuan, dia itu sekretaris ku, panggil saja dia dengan namanya" ucap William mengambil ponsel di sampingnya
"Baik, aku pergi dulu" Alisha mengangguk paham kemudian pergi dari sana
Kemudian ia menaiki tangga menuju kamar Daren di lantai atas
Toktoktok....
"Daren, bangun yuk, udah pagi nih" ucap Alisha lembut sambil mengetuk pintu
Namun tak ada jawaban dari dalam kamar Daren bahkan Alisha sudah beberapa kali mengetuk pintu kamarnya
"Apa dia tidur?" gumamnya
Ia pun mencoba memutar handle pintu dan ternyata tidak dikunci
'Tidak dikunci rupanya' batinnya
Kemudian ia pun perlahan membuka pintu dan masuk
"Astaghfirullah!! Daren!!" Alisha terbelalak kaget melihat Daren tersungkur di lantai
__ADS_1
Secepat kilat ia berlari ke arah Daren dan duduk bersimpuh di depan nya
Alisha langsung memakai sarung tangannya dan memegang kepala Daren dan menaruhnya di pahanya
"Daren!! bangun!! kau kenapa?!!" Alisha terlihat sangat panik
Ia menepuk pelan pipi Daren untuk membuatnya sadar
Alisha yang panik melihat kanan-kiri nya
"O...obat?!" Alisha mengambil sebuah botol kecil obat di genggaman Daren dan melihatnya
"Aku harus memberitahu Will!" gumamnya menaruh kembali kepala Daren di lantai kemudian pergi
Ia langsung menuruni tangga menuju kamar William dan mendapati William tengah dibantu Kelvin turun dari ranjang
"William!! Daren pingsan di kamarnya!!" seru Alisha dengan nafas menggebu-gebu
"Apa?!" William langsung terkejut dan menatap Kelvin
"Baik tuan, nona, saya akan memanggilkan dokter, anda tenang saja" ucap Kelvin mengerti dengan tatapan William padanya
Alisha mengangguk paham kemudian ia pergi lagi ke kamar Daren
Ia menghela nafasnya ketika Daren masih terkulai tak sadarkan diri di atas lantai kamarnya
"Maaf jika harus menyentuhmu, aku hanya ingin membantumu ke kasur" gumam Alisha mendekati Daren
Alisha duduk bersimpuh dan memapah Daren dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan
Segera ia membimbing Daren ke atas ranjangnya lalu menyelimutinya
Alisha mengambilnya dan melihatnya dengan teliti
"Obat apa ini?" gumamnya heran
Alisha menaruh botol kecil obat itu ke atas meja di samping Daren
Tak lama kemudian, Kelvin datang ke kamar Daren beserta dengan seorang dokter
"Nona, dia adalah dokter pribadi tuan Daren" ucap Kelvin
"Oh iya" Alisha tersenyum tipis dan membungkuk hormat
"Tuan Daren sudah tidak sadarkan diri saat saya masuk ke kamarnya" ucap Alisha
Dokter mengangguk paham kemudian menghampiri Daren yang tak sadarkan diri
Ia langsung memeriksanya dengan stetoskop di kedua telinganya
Kemudian tangannya mengambil sebotol kecil obat di atas meja
"Dokter, kalau saya boleh tahu, itu obat apa?" tanya Alisha
Dokter berdiri menghampiri Alisha sambil memperlihatkannya padanya
"Ini obat penenang"
Alisha mengerutkan keningnya dan mengalihkan pandangannya ke arah Daren
__ADS_1
"Maksudnya?" tanyanya tak mengerti
"Tuan Daren mengalami depresi nona" sambung Kelvin
Sontak Alisha terkejut dengan jawaban Kelvin
"A..apa depresi? kenapa bisa?" tanyanya lagi semakin heran
"Saya tidak tahu pasti nona, yang jelas sudah 5 tahun terakhir ini tuan Daren selalu hidup di bawah bimbingan dokter pribadinya serta tidur dengan obat penenang nya" jawab Kelvin seadanya
Alisha mengalihkan pandangannya ke arah dokter meminta penjelasan
"Dokter, anda adalah dokter pribadi tuan Daren bukan? pasti anda tahu apa penyebab Daren bisa depresi" ucapnya
Dokter terdiam dan mengalihkan pandangannya ke arah Daren
"Saya juga tidak tahu nona, yang saya tahu saya hanya dokter pribadi tuan Daren untuk selalu menjaganya" jawab dokter terkesan gugup sambil sedikit menundukkan kepalanya
Alisha dapat merasa kalau dokter di depannya itu tengah berbohong padanya
"Tuan Daren!!" Sam yang baru datang langsung masuk ke dalam kamar Daren
Alisha dan yang lainnya langsung melihatnya menghampiri Daren
"Apa yang terjadi pada tuan?" ucapnya panik pada Kelvin
"Tuan mu tadi pingsan" jawab Kelvin datar
Sam langsung mengalihkan pandangannya lagi ke arah Daren dan memegang tangannya
"Apa... tuan Daren tidak bisa disembuhkan dokter?" tanya Alisha
"Sebenarnya bisa nona, itu tergantung tuan Daren sendiri dan orang-orang disekitarnya, jika dia mendapat perhatian yang baik dari orang-orang di sekitarnya serta mendapatkan support pasti tuan Daren akan membaik" jawab sang dokter
Alisha manggut-manggut mengerti
"Lalu apa yang harus kami lakukan sekarang dokter, dan bagaimana kondisinya saat ini?" tanyanya lagi
"Tuan Daren hanya tertidur pulas saja nona, sepertinya dia terlalu banyak meminum obat penenang nya, mungkin dia akan sadar 4-5 jam lagi" jawab dokter
Alisha terdiam sejenak memperhatikan wajah Daren yang tak sadarkan diri beserta Sam di sampingnya
"Terimakasih dok atas kunjungannya" ucap Alisha tersenyum tipis
"Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi dulu" jawab sang dokter tersenyum tipis
"Nona, saya akan mengantar dokter pergi dulu" Kelvin membungkuk hormat
Alisha mengangguk paham membiarkan Kelvin dan dokter itu melewatinya begitu saja
Pandangannya beralih lagi melihat Daren di ranjangnya
Ia pun menghampirinya
"Kau sekretarisnya tuan Daren?"
Seketika Sam berbalik dan berdiri, matanya langsung membulat sempurna menatap wajah Alisha
'Dia....dia sangat mirip dengan yang ada di lukisan tuan, apa dia....gadis yang disukai tuan?' batinnya
__ADS_1