
"Kapan bapak akan pergi?"
"Sekarang nona"
"Apa? secepat itu? apa tidak tunggu beberapa hari lagi pak Dave? hari ini kan hari pertama saya bekerja, saya butuh bimbingan anda"
"Itu tidak perlu nona, saya sudah melihat hasil kerja nona, dan sangat bagus penilaiannya, tuan William pasti senang kastilnya diurus baik oleh nona" ucap Dave tersenyum lebar menanggapi perkataan Alisha
"Nona Alisha, mohon sampaikan permintaan maaf saya pada tuan Daren karena tidak berpamitan padanya, saya harus pergi secepat ini"
"Baik pak Dave, saya akan menyampaikannya"
"Okelah kalau begitu nona, saya harus berangkat sekarang, sampai jumpa"
"Baiklah, pak Dave, sampai jumpa" ucap Alisha dan mengambil tangan kanan Dave dan menyalami nya
Dave sedikit terkejut melihat Alisha mencium punggung tangannya
'Sopan sekali anak ini' gumamnya
"Assalamualaikum pak Dave" ucapnya
Tak tahu harus menjawab apa, Dave hanya membalas dengan senyuman dan mengusap pelan kepala Alisha yang terbungkus kerudung panjang
Ia pun pergi meninggalkan kastil besar itu
Alisha melambaikan tangannya ketika mobil taksi yang di tumpangi Dave mulai menjauh dari area kastil tersebut
'Hati hati pak Dave' gumamnya dan melihat serangkai besar kunci di tangannya
'Aku harus menjalankan amanat pak Dave! aku akan menjaga kastil ini selanjutnya!!' gumamnya lalu masuk kembali ke dalam kastil
Baru beberapa langkah terdengar kembali suara mobil di halaman kastil
'Siapa yang datang? apa pak Dave ketinggalan sesuatu?' gumamnya dan hendak keluar lagi
Alisha tepat berdiri di ambang pintu ketika sosok tuan keduanya keluar dari mobil itu kemudian menghampirinya
"Siapa yang keluar barusan?" tanya Daren tanpa mengucapkan salam
"Pak Dave mengundurkan diri" jawab Alisha membuat Daren terkejut
"Apa? mengundurkan diri? kenapa?" tanya Daren
"Saya tidak tahu pasti tuan, pak Dave berkata pada saya ada suatu masalah yang rumit sampai ia harus mengundurkan diri, tapi sebelum ia pergi, ia sempat menemui tuan William di ruang bacanya, mungkin tuan William tahu apa penyebab pak Dave mengundurkan diri" jawab Alisha sopan
Jawaban dari Alisha tadi sontak membuat Daren langsung melangkahkan kaki panjangnya menuju ruang baca William
'Ada apa dengan tuan Daren?' gumam Alisha heran melihat sikap Daren
__ADS_1
'Pasti William dalam keadaan yang tidak baik' gumam Daren
Kleek....
Daren membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu
Mata Daren langsung menangkap sosok sahabatnya itu tengah minum-minum dengan kepala tertelungkup di meja kerjanya
"Ckk.. sudah ku duga" gumam Daren
Ia pun menghampiri William dan melempar tas kerjanya ke sofa
"Will, Will, bangun" ucap Daren menggoyangkan tubuh William yang tak sadarkan diri akibat mabuk
"Ckk kau ini! selalu saja minum, sudah sesakit ini pun masih saja minum, besok aku akan membuang semua minuman mu ke laut kalau begini terus!!" geram Daren dan hendak memapah Will ke kamar
Namun William mendongakkan kepalanya menengadah menatap wajah Daren di atasnya
"Kau menangis?" ucap Daren ketika melihat mata sahabatnya itu berkaca-kaca
Tiba-tiba Will langsung memeluknya erat dan membenamkan wajahnya di dada sahabatnya itu
Tak berapa lama kemudian Daren mendengar isakan tangis Will walau Will berusaha untuk tidak menangis
Daren yang merasa kasihan dengan sahabatnya itu mengelus rambut William
"Hhhhhh.... kenapa semua orang selalu meninggalkan ku Daren? kenapa? apa aku tidak berhak bahagia? apa aku ditakdirkan sendiri selamanya?" ujar Will sesenggukan menahan tangisnya
"Tidak Will, kau salah, kau berhak bahagia, aku tidak akan pernah meninggalkanmu" ucap Daren memeluk erat sahabatnya itu
"Janji? kau tidak akan meninggalkan ku?" ucap William mengacungkan jari manisnya pada Daren
Daren terenyuh melihat sikap Will yang mengingatkannya dengan masa-masa remaja mereka
Ia pun mengaitkan jari manisnya ke jari manisnya Will dan mengangguk
"Iya, aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu Will, apapun yang terjadi" ujar Daren
Mereka pun kembali berpelukan untuk waktu yang cukup lama sehingga membuat William tertidur di dekapan Daren
"Dia tertidur" gumam pelan Daren
Daren pun menggendong sahabatnya itu di belakang punggungnya menuju kamarnya yang ada di lantai atas
Setelah membaringkan tubuhnya William di atas ranjangnya, ia mengganti perban di kening William dengan yang baru
"Selamat tidur William" ucapnya melihat wajah William yang terlelap dan menutup pintu dari luar
Daren melepas dua kancing atasnya karena merasa gerah
__ADS_1
Saat ia hendak ke kamarnya, ia yang melewati ruang makan terpaku melihat Alisha tengah membereskan makan malam yang belum disentuh
Ia pun menghampirinya
"Apa yang kau lakukan?" tanya Daren mengejutkan Alisha
Alisha yang melihat kedatangan Daren di ruang makan itu sedikit terkejut
"Hmm membereskan semua makanan ini tuan dan menyimpannya kembali ke lemari" jawab Alisha
"Kenapa?" tanya Daren mengerutkan keningnya
"Tuan William kan tidak turun untuk makan" jawab Alisha polos
"Apa kau tidak menganggap ku sebagai tuan mu?" tanya Daren dengan nada menyindir
"Maafkan saya tuan!" seru Alisha merasa bersalah dan membungkuk
Daren tak merespon perkataan maaf dari Alisha, ia langsung duduk di kursinya
"Bawa kemari makanannya, aku mau makan!!" ucapnya dengan nada dingin khasnya
Tanpa bicara Alisha langsung menghidangkan kembali makan malam yang sudah dingin itu
"Maaf tuan kalau sudah dingin makanannya, jika tuan mau saya akan memanaskannya lagi" tawar Alisha
"Tidak perlu" ucap Daren tanpa melihat ke arahnya
Ia kini tengah fokus dengan makanan yang ada di depannya tanpa memperdulikan Alisha yang berdiri tak jauh darinya
'Masakannya sangat lezat, walaupun makanannya sudah dingin' gumamnya di sela-sela makan
Setelah beberapa saat ia menghabiskan makanannya dan mengelap mulutnya
"Besok kau siapkan air panas untuk Will mandi pagi-pagi, ingat jangan sampai telat! sekarang tanggung jawab kastil ini ada padamu! aku tidak mau kau menjadi kurang bertanggung jawab!" ucap Daren dengan tegas lalu pergi melenggang keluar ruang makan tersebut
Alisha hanya mengangguk paham menanggapi perintah Daren tadi
Ia pun kembali membereskan sisa makanan dan peralatan makanan yang kotor kemudian mencucinya di dapur
Setelah urusan di dapur selesai, Alisha kembali ke kamarnya dan berwudhu kemudian mengerjakan shalat isya dan tahajud
"Ya Allah, kuatkan lah hamba Mu ini agar selalu tegar dalam menghadapi cobaan apapun, serta kuatkan lah diri ini dalam mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mengurus kastil ini, Aamiin" ucapnya berdoa pada Sang Pencipta
Ia meraih Al-Qur'an di atas meja kecilnya dan membaca Alquran dengan sangat syahdu dan merdu
Sementara itu
Daren yang baru saja keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk melilit di pinggangnya mendapati telfon dari bawahannya
__ADS_1