
"Sahabat?" William menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Daren
"Ya, dia sahabatku! aku tidak mengijinkan mu menjadi temannya!" tukas Daren kesal
"Sejak kapan kalian bersahabat?"
"Bukan urusan mu kapan kami mulai bersahabat yang jelas kami sudah bersahabat jauh lebih dulu!" tukasnya kemudian melenggang pergi keluar ruang makan
Arah pandang William mengikuti Daren keluar ruang makan dengan tatapan heran
"Kenapa dia semarah itu?" gumamnya heran
William pun mengambil piring makanan Alisha yang masih utuh belum disentuh sama sekali
Kemudian ia mendorong kursi rodanya menuju kamar Alisha
"Alisha" ucap William melihat Alisha duduk di ranjang
"Will" Alisha bangkit berdiri menghampiri William di ambang pintu yang terbuka lebar
"Ada apa?"
"Kau belum makan kan, ini makan" ucap William tersenyum tipis sembari menyodorkan piring Alisha
"Terimakasih tuan" ucap Alisha mengambil makanan nya
"Tuan?" ucap William merasa tak senang
"Eh maksud ku William maksudnya, maaf tadi aku refleks" Alisha menepuk pelan keningnya dan tertawa kecil
"Tidak apa-apa, apa kau tidak mempersilahkan aku masuk?"
"Oops maaf, silahkan masuk" ucap Alisha menaruh piringnya di atas ranjang kemudian mendorong kursi rodanya William masuk ke dalam kamar
Pandangan William menyapu ke seluruh sisi ruangan ketika ia masuk ke dalamnya
"Apa itu?" tanyanya ketika melihat kaligrafi terpajang di dinding
Alisha yang tengah duduk di ranjangnya menyantap makanannya melihat ke arah pandangan William melihat dinding
"Oh itu kaligrafi, Daren membelikannya tadi sebagai oleh-oleh dari New Zealand katanya" jawab Alisha dan makan makanannya
William manggut-manggut mengerti dan teringat kenapa Daren tadi kesal padanya
"Kau kenapa tidak memberitahu ku kalau kau dan Daren bersahabat?" tanya William menoleh ke arah Alisha yang mengunyah makanan
"Aku pikir kau sudah diberitahu oleh Daren" ucapnya membulatkan mata
"Tidak, aku tidak tahu, baru tadi dia mengatakannya" ujar William menggeleng pelan
Alisha menyelesaikan makannya dengan cepat dan meneguk habis air minumnya
"Mungkin dia lupa kali belum memberitahu mu" ucap Alisha
__ADS_1
William hanya diam menanggapi perkataan Alisha
"Sudah malam, apa kau belum mau tidur?" ucap Alisha berdiri
"Oh maaf, aku lupa, aku akan pergi, selamat malam" William tersadar ia tidak boleh berlama-lama di kamar gadis ini
Ia pun mendorong kursi rodanya keluar kamar Alisha menuju kamarnya
William mengambil ponselnya di atas meja dan menelfon Kelvin
"Besok pagi datang lebih awal, bawakan beberapa file yang kemarin belum sempat aku tandatangani!" ucapnya dingin dan menutup langsung panggilan telfonnya
William menghela nafasnya dan melempar ponselnya ke atas ranjang
Ia mendorong kursi rodanya menuju balkon kamar dan berdiam di sana
William melipat kedua tangannya di kedua sisi kursi roda menikmati semilir angin malam dan gelapnya hutan di sekeliling kastilnya yang berada di tengah hutan
"Usiaku sudah matang untuk menikah, ku rasa tidak ada salahnya jika mengenal wanita" gumamnya
Pagi harinya.......
Setelah mengerjakan shalat subuh dan membaca Alquran, Alisha langsung keluar kamarnya dan mendapati seluruh pelayan sudah ada di dapur menyiapkan sarapan pagi
"Pagi" sapa nya dengan tersenyum tipis
"Pagi nona" ucap mereka serempak
Alisha melewati mereka dan berjalan ke kamar William
Kemudian ia meraih handle pintu dan memutarnya
'Ternyata tidak dikunci, sebaiknya aku langsung menyiapkan nya air hangat' batinnya pula
Alisha pun masuk dengan langkah mengendap-endap agar langkah kakinya tidak terdengar oleh William yang tengah tertidur
Alisha masuk ke kamar mandi dan membuatkan air hangat untuknya di bathtub
Setelah urusannya selesai di kamar mandi, Alisha langsung keluar kamarnya William dan menutup kembali pintu kamarnya
'Selalu saja mengendap-endap' batin William bangun dari tidurnya
Ternyata William sudah bangun sedari tadi, ia sudah tahu ketika Alisha membuka pintu kamarnya dengan perlahan dan masuk ke kamar mandinya
Tak berapa lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar
"Masuk!" ucapnya
Kelvin pun langsung masuk ke dalam kamarnya William dan membungkuk hormat
"Bantu aku mandi!" titahnya menyibak selimutnya
Kelvin mengangguk paham kemudian membantu William pindah ke kursi rodanya dan mendorongnya ke kamar mandi
__ADS_1
Setelah beberapa saat membersihkan diri, William keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono
"Tuan, file yang anda minta sudah saya taruh di atas meja kerja Anda" ucap Kelvin
"Bawakan itu ke sini, aku akan memakai pakaian ku sendiri" ucap William
Kelvin mengangguk paham kemudian pergi keluar mengambil file nya di ruang kerja William
Tak lama kemudian ia kembali masuk dengan membawa file yang diminta oleh William
William yang sudah memakai bajunya mengambil file dari tangan Kelvin dan membacanya
"Bagus, target harganya sesuai dengan penafsiran" gumamnya dan menandatangani file tersebut
Kelvin menerimanya kembali dan memberikan semua file yang ia bawa
"Aku memberimu waktu sampai besok pagi untuk menyiapkan data-data beberapa wanita yang ada di kota ini" ucap William fokus membaca ke file di tangannya
"Ma...maksud anda tuan?" tanya Kelvin tak mengerti
"Ckk.... Carikan aku beberapa wanita yang bagus latar belakangnya untuk ku nikahi!" ucap William sedikit kesal dengan Kelvin
Kelvin sontak membulatkan matanya sangking terkejutnya ia
"Tapi bukankah Anda sudah memilik....."
"Apa aku memberi mu hak untuk bertanya?" tanya balik William dengan nada mengintimidasi
"Tidak, maaf tuan, anda ingin wanita yang seperti apa?" tanya Kelvin menundukkan kepalanya
"Terserah, yang penting cantik, tidak bawel, punya latar belakang yang baik, juga punya reputasi bagus di kota ini" ucap William memberikan semua file yang telah ditandatangani nya pada Kelvin
"Baik tuan, saya permisi dulu" Kelvin membungkuk hormat kemudian pergi keluar kamar membawa semua file
William mendorong kursi rodanya menuju cermin dan menyisir rambutnya
Tak lupa ia menyemprotkan parfum mahalnya di tubuhnya kemudian keluar kamar
"Selamat pagi tuan!" ucap salah seorang pelayan menunduk hormat pada William yang melewati dirinya
"Hmm" William hanya memasang wajah datar dan terus mendorong kursi rodanya ke arah ruang makan
Alisha yang sedang menata makanan di meja makan dibantu beberapa pelayan melihatnya
"Will, kau sudah bangun? ucap Alisha tersenyum tipis menghampiri William dan mendorong kursi rodanya ke meja makan
"Hmm, kau masak apa?" tanya William sembari melihat isi meja makan
"Kan kau sudah melihatnya, kenapa masih bertanya?" ucap Alisha tertawa kecil
Ia pun mengambilkan makanan untuk William dan meletakkannya di hadapan William
"Tunggulah di sini, aku akan memanggil Daren dulu" ucap Alisha
__ADS_1
"Dia tidak akan bangun sepagi ini, biasanya dia baru akan bangun siang nanti" ucap William malas