
William yang melihat Alisha sedang asyik menyiram mawar biru kesayangannya langsung menghampirinya
"Berani sekali kau menyentuh mawar ku tanpa seijin ku?!!" hardik kasar William yang tentunya mengejutkan Alisha
Alisha berbalik ke sumber suara dan di dapati tuannya tengah sedang marah
Segera ia menaruh ember berisikan air ke tanah
"Maaf tuan, saya hanya sedang menyiram tanaman anda" ucap Alisha membungkuk hormat
"Aku tidak suka jika barang ku di sentuh oleh siapapun! termasuk diri mu!" ujar William dingin kemudian melenggang pergi meninggalkan Alisha sendirian di kebun itu
'Aku hanya menyiram tanaman mu tuan bukan merusaknya, kenapa kau malah marah?' kesal Alisha dalam hatinya
'Sebaiknya aku bersihkan kamar tuan William saja, dia kan seharusnya sudah pergi bekerja, oh iya pak Dave kemana ya dari tadi pagi belum kelihatan?'
Alisha masuk ke dalam kastil dan menuju kamarnya William untuk membersihkan kamarnya
Segera ia menyapu lantai kamarnya kemudian membersihkan tempat tidurnya dan mengambil pakaian kotor yang ada di dalam kamar mandi
'Banyak sekali pakaian kotor tuan, sehari berapa kali dia ganti baju?' gumamnya seraya terus membawa banyaknya pakaian kotor William ke tempat pencucian
Setelah memilah antara baju putih dan baju berwarna Alisha menyeka keringatnya
'Ini adalah hari pertama mu bekerja Alisha, kau harus semangat!!' gumamnya dalam hati menguatkan dirinya
William memijat ujung pelipisnya serta melepas kacamata bacanya dan meletakkan buku nya di atas meja
"Kepala ku kenapa sakit sekali? arrggghhh" ucapnya sendiri memegang kepalanya
William pun membuka laci mejanya dan mengambil obat-obat nya dan langsung meminumnya
Sesaat setelah meminum obat kini kepalanya tidak terlalu sakit lagi dan berangsur-angsur menghilang
"Sebaiknya aku beristirahat ke kamar" gumamnya berdiri dari kursinya dan melenggang pergi ke kamarnya
Kleek
__ADS_1
Handle pintu terbuka
William yang hendak masuk tiba-tiba terpaku di tempatnya ketika melihat kamarnya
"Dave kan sedang pergi lalu siapa yang membersihkan kamar ku?" gumamnya pelan
"Apa jangan jangan wanita karung itu? ckk... pasti dia orangnya, siapa lagi kalau bukan dia?! apa ada barang ku yang dicurinya?" duga William
Ia pun segera mengecek isi kamarnya dan ternyata masih sama saat ia meninggalkan kamarnya tadi pagi
Sama sekali tidak ada barangnya yang hilang
"Nanti sajalah aku menemuinya, malas aku melihat wajahnya, sebaiknya aku beristirahat" ujarnya dan menaiki kasur king size nya kemudian beristirahat
"Hmm" Daren hanya berdehem menanggapi perkataan sekretaris prianya itu
Sang sekretaris pun keluar dari ruang kerjanya Daren
Daren beberapa kali mengkerut kan keningnya ketika melihat ada yang tidak beres dengan isi laporan keuangan salah satu perusahaan miliknya dan William di laptopnya
Ia pun membuka laci mejanya dan mencari-cari sesuatu
"Ckk.... dimana file nya? aku rasa terakhir kali aku menyimpannya di sini?" gumamnya sambil terus mencari file yang ia inginkan
Setelah beberapa saat ia mencari tak juga menemukannya bahkan seluruh file dan dokumen yang ada di ruangannya sudah ia periksa
"Astaga kenapa aku bisa sampai lupa? aku kan kemarin menyerahkannya pada Will, sebaiknya aku mengambilnya dan sekalian makan siang di sana" gumamnya lalu mengambil laptopnya kemudian melenggang pergi keluar dari ruang kerjanya
Sementara itu, Alisha yang sudah selesai mencuci pakaiannya William kembali menyeka keringatnya
"Sejak pagi aku belum makan, sebaiknya aku makan dulu"ucapnya pelan kemudian pergi menuju dapur yang tak jauh dari tempat pencucian
Alisha mengambil sisa makanan tadi pagi yang berada di dalam lemari dan langsung menyantapnya menggunakan tangannya sendiri
Ia sama sekali tidak sadar dengan tingkah makannya yang menjadi tontonan Daren pada saat itu
__ADS_1
'Kenapa dia makan di lantai dapur? pakai tangan lagi?' gumamnya bingung
Daren pun menaiki tangga menuju kamarnya William dan tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk
Daren memelankan langkahnya ketika melihat William tertidur di ranjangnya
'Tumben jam segini dia sudah tidur? tidak biasanya dia tidur siang' gumam Daren dan duduk di sini ranjang
Daren memperhatikan wajah William yang tertidur, nampak sekali dari wajahnya ia sedang sakit namun masih tidak mau di rawat di rumah sakit
'Kasihan kau William, hidup selalu sendiri, bahkan saat kau sakit pun tidak ada yang mengurus mu, hanya aku atau pan Dave, kita sama William, aku juga hidup sendiri selama ini, aku sahabatmu, semarah apapun aku padamu aku tidak akan pernah meninggalkanmu' gumamnya melepas kacamata nya kemudian menaruhnya di atas meja
Daren menempelkan tangannya ke kening William
'Tubuhnya tidak terlalu panas, apa aku suruh Alisha membuatkannya bubur?'
Daren pun memakai kacamata nya dan pergi dari kamarnya William, tak lupa ia menutup kembali pintu kamar Will
Ia pun menuruni tangga menuju dapur dan melihat Alisha sudah menghabiskan makanannya dan meminum air
"Eh tuan Daren, anda sudah pulang?" ujar Alisha bangkit dari duduknya menyapa ramah Daren
"Hmm, kau buatkan William bubur putih dan teh untuknya, setelah itu datangi aku ke ruang baca!" ucap dingin Daren kemudian pergi keluar dapur
Alisha yang belum sempat mencuci tangannya pergi ke wastafel dan mencuci tangannya
'Sepertinya tuan William masih sakit, tapi kenapa dia tadi malam keluar rumah sakit? ah sebaiknya aku cepat membuatkannya bubur' gumamnya dan lekas membuatkan bubur putih untuk William
Sementara itu, Daren yang sudah menemukan file yang ia cari di kantornya tadi langsung ia melanjutkan pekerjaannya di ruang baca Will
Senyuman tipis terukir di wajah tampannya
"Sudah ku duga, pasti ada pengkhianat lagi, tak tanggung-tanggung, 12 juta Dollar dikorupsi nya, berani sekali dia bermain-main dengan ku dan William, kan ku cari dia" gumamnya lalu mengambil ponselnya dan menelfon seseorang
"Cari tahu siapa yang berkhianat di bagian keuangan semua perusahaan William, aku memberi mu waktu 3 hari untuk menyelidikinya!" titah Daren dan menutup panggilan telfonnya secara sepihak
Setelah mengecek semua laporan keuangan, Daren pun hendak pergi lagi ke kantornya
Sejenak ia melupakan tentang sakitnya William namun Alisha datang dengan membawakan senampan bubur dan teh hangat
"Tuan Daren, makanan tuan William sudah siap" ucap sopan Alisha
Tanpa menjawab Daren mengambil nampan itu dan keluar dari ruang baca menuju kamarnya William
'Sepertinya tuan Daren mau pergi lagi? apa dia tidak makan dulu? ini kan jam makan siang?' gumam Alisha bertanya-tanya
Daren menaruh nampan itu persis di meja samping ranjang William
"Will, bangun Will" ucap pelan Daren membangunkan William
__ADS_1
William mengedipkan matanya berkali-kali dan duduk bersandar di ranjangnya