
Setengah jam kemudian, Kelvin dan juga William masih setia menunggu kedatangan Daren ke gubuk tempat persembunyian mereka
"Ckk! lama sekali Daren!" gumam kesal William
Namun beberapa saat kemudian terdengar suara dari luar
"Tuan, sepertinya ada seseorang di luar" bisik Kelvin dengan nada ketakutan
William yang masih merasakan sakit luar biasa di kakinya akibat tertembak menajamkan pendengarannya mendengar suara-suara di luar
Tok tok tok
Pintu diketuk dari luar
"William, ini aku!" seru seseorang yang ternyata Daren
Kelvin pun langsung membukakan pintu gubuk yang sudah reyot itu
Daren pun langsung menghampiri William yang tengah bersandar di dinding dengan meringis kesakitan
"Ada apa dengan William?" tanya Daren pada Kelvin dengan nada cemas dan bingung
"Tttadi tuan William tertembak di bagian kakinya tttuan Daren" jawab Kelvin gugup
Ia sangat takut dengan tuan keduanya itu apalagi mendengar ancamannya tadi jika William sampai terluka maka nyawanya yang akan terkena imbasnya
"Ckk kau ini! dasar tidak berguna! bukannya dibalut lukanya tapi malah kau biarkan! ayo bantu aku mengangkatnya ke mobilku!" seru Daren mengikat kaki kiri Daren dengan sapu tangannya agar darahnya berhenti keluar
Daren dan Kelvin pun memapah William ke arah mobilnya Daren yang ada di depan gubuk itu
Setelah memapah William, mereka langsung pergi meninggalkan tempat itu
William sedari tadi hanya diam meringis kesakitan di kakinya
Ia mencoba menahan rasa sakit di kakinya dengan menggerak-gerakkan kakinya
"Bertahanlah William, kita akan segera sampai di rumah sakit!" ujar Daren di kursi kemudi
Ia pun melajukan kecepatan mobilnya dengan tinggi menuju rumah sakit agar peluru di kaki William segera diangkat
Setelah sampai di rumah sakit, William langsung dibawa ke ICU dengan di dorong oleh para perawat di atas banker
Beberapa jam kemudian
Daren dan Kelvin masih setia menunggu di depan ruang ICU berharap dokter akan segera keluar
"Bagaimana keadaannya?!" ujar Daren dengan nada tegas
Sang dokter terdiam sejenak
"Keadaan tuan William kini sudah membaik, pelurunya juga sudah diangkat, tapi ada sedikit masalah"
__ADS_1
"Masalah apa dok?" tanya Daren mengerutkan kening
"Mari ikut saya!" ujar sang dokter
Daren pun mengikuti langkah dokter itu yang masuk ke ruangan
Sedangkan Kelvin lebih memilih untuk menunggu tuannya itu di depan ICU
"Ada sedikit masalah apa dok dengan keadaan William?" tanya Daren tanpa basa-basi saat ia duduk di depan dokter itu
"Begini tuan Daren, dikarenakan tuan William terlambat di bawa kemari ia banyak kehilangan darah tapi untung saja kami mempunyai stok darah yang cocok dengan tuan William, yakni O negatif"
"Lalu apa masalahnya?" tanya Daren
"Peluru yang mengenai kaki tuan William mengenai salah satu saraf penggerak yang utamanya ada di otak"
"Lalu?" tanya Daren semakin tidak mengerti
"Kami melakukan operasi itu dengan sangat hati-hati tuan, tapi karena ada suatu kesalahan yang dilakukan oleh para dokter magang yang ikut membantu kami....."
"Jadi sebenarnya apa masalahnya? bisa tidak langsung kau katakan saja?!" bentak Daren merasa tidak sabaran
"Kemungkinan besar tuan William akan lumpuh sementara" jawab sang dokter
Sontak Daren terkejut dan diam beberapa saat
Braakkk
"APA KAU BILANG TADI? WILLIAM LUMPUH?!" teriak Daren mencengkram kerah baju sang dokter
Dokter yang sudah paruh baya itu hanya bisa mengangguk lemah menjawab Daren yang jauh lebih muda darinya
Tentunya ia tidak akan bisa melawan Daren, apalagi William dan Daren terkenal dengan kebengisan dan kekejamannya di Eropa dan Amerika
"BAJING*N!!"
Brukk!!
Satu tinjuan mendarat di pipi sang dokter itu
"AKAN KU HANCURKAN RUMAH SAKIT INI!! DAN KALIAN SEMUA YANG TERLIBAT DALAM OPERASINYA WILLIAM AKAN MENANGGUNG AKIBATNYA!!" teriak Daren dengan suara bariton khasnya
Ia pun keluar dari ruangan itu dengan membanting kasar pintunya
Sontak membuat para perawat dan pasien yang lewat terkejut dengan sikap Daren tersebut
Kelvin pun yang melihat tuan keduanya mendekatinya semakin merasa ketakutan
"Ini semua gara-gara kau!! jika saja tadi kau membalut lukanya William sebelum aku tiba, mungkin dia tidak akan kehilangan banyak darah dan lumpuh!!!" seru Daren mencengkram leher Kelvin dengan kuat
"Uggghhhh, maafkan saya tuan" lirih Kelvin merasa kehabisan nafas dibuat Daren
__ADS_1
Daren pun melepaskan cengkeramannya di leher Kelvin
"Dasar tidak berguna!!" hardik dan masuk ke dalam ruangan ICU itu
'Maafkan aku tuan Daren, tuan William, aku terlalu penakut untuk menghadapi semua musuh-musuh kalian, seandainya aku kuat seperti kalian aku akan melakukan apa saja untuk kalian, untuk menebus semua kebaikan yang telah tuan William lakukan untuk keluarga ku' gumam Kelvin merasa bersalah
Daren kini diam mematung menatap William yang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit
Ia menyibak selimut dan melihat kaki kiri William diperban sebatas lutut
Daren menghela nafasnya dan duduk persis di samping William
Kemudian ia menggenggam erat tangan William
"Dasar bodoh kau William? kenapa kau tidak melawan mereka? apa karena kau tidak ingin menjadi tidak terkendali lagi?" ucap Daren dengan nada pelan menatap wajah William yang pucat
Tiba-tiba matanya berkaca-kaca dan menundukkan kepalanya
"Jika kau sampai kenapa-kenapa, aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan tanpa mu William, kau adalah sahabatku, kau saudaraku, hanya kau yang ku punya, jika kau pergi siapa yang akan memerintah ku dengan seenaknya? siapa yang akan mengejek ku untuk menikah duluan? siapa yang akan ku temani tidur setiap malamnya? ku mohon bangunlah Will" ucap Daren dengan suara parau
Terdengar jelas sekali bagaimana putus asa nya ia saat itu
William yang sudah dara sedari tadi mendengar ucapan tulus dari sahabatnya itu
Ia pun membuka matanya dan membuka alat bantu pernapasan yang terpasang di hidungnya
"Sejak kapan kau jadi cengeng begini?" ucap William dengan nada serak
Sontak Daren mendongak menatap wajah William dengan mata berkaca-kaca
"Kau sudah sadar?"
"Tidak! aku sudah mati!" ketus William
Daren pun langsung memeluknya dengan erat
"Hey hey! kau mau membunuh ku ya? lepaskan! aku tidak bisa bernafas!" ujar William pura-pura kesal padahal ia sebenarnya nyaman Daren memeluknya
Daren melepaskan pelukannya dan menyentil kening William
"Aww!! sakit bodoh!!" pekik William memegang keningnya
"Kau yang bodoh! kenapa kau tidak melawan mereka hah?!! apa saat kau mati baru kau melawan mereka hah?! jawab!!" seru Daren dengan linangan air mata
William meliriknya dengan malas
"Aku hanya berdua dengan Kelvin, kami tidak akan bisa melawan mereka sebanyak itu" jawab William malas
"Omong kosong! bahkan 20 orang pernah kau lawan sendirian!" ketus Daren menyeka air matanya
"Kau tenang saja, aku tidak apa-apa" ucap William malas melihat air mata Daren
__ADS_1
"BAGAIMANA AKU BISA TENANG?! KAU SEKARANG JADI LUMPUH!!"