Perjalanan Cinta Alisha

Perjalanan Cinta Alisha
Episode 56


__ADS_3

"Kenapa kau melihatku seperti itu? kan yang ku katakan benar? kau tidak tahu apa-apa tentang beginian" Daren tersenyum miring menyindir William


"Hey kau!! kau.."


"Sudah-sudah! jangan bertengkar! kalian kenapa sih selalu saja bertengkar untuk hal-hal kecil, apa kalian tidak malu bertengkar di depan sekretarisnya kalian sendiri!" tukas Alisha kesal


"Bukan aku yang mulai! dia yang cari gara-gara!" tukas William melirik tajam ke arah Daren


Daren memutar bola matanya dengan jengah mendengar ucapan William


"Ckk! lama-lama ku jewer juga nih telinga kalian" ancam Alisha


"Yuk! sekarang main! kita bagi tiga kelompok, aku, kau William dengan juga Kelvin, kau Daren dengan Sam" ucap Alisha menyiapkan permainannya


"Kau sendiri?" William menautkan alis kanannya


"Ya, aku terbiasa bermain sendiri, yuk mulai! oh ya Kelvin kau tahu kan cara mainnya?"


"Tahu nona"


"Kau bisa langsung mengajari Will cara mainnya, yuk mulai!"


"Yang menang dapat apa Alisha?" tanya Daren


"Ok! yang menang akan menjadi raja dalam sehari, kita akan menuruti semua perintahnya hari ini, sedangkan yang kalah harus menjadi pelayan nya, bagaimana setuju?!"


"Setuju!" Daren mengacungkan jempol nya sambil tersenyum lebar


"Saya setuju nona" ucap Kelvin dan juga Sam


"Hmm" deheman William tanda setuju


"Awas kau jika kita sampai kalah! aku tidak mau jadi pelayan nya Daren!" tukas William mengancam Kelvin di sebelahnya


Kelvin yang bergidik ngeri menanggapinya dengan mengangguk paham


Permainan pun dimulai dari Alisha sendiri yang mengguncang dua buah dadu monopoli tersebut




"Yes!!!! aku menang!!!" Daren bersorak gembira ketika dadunya sudah sampai tahap akhir



"Cih! kau curang!!" tukas William mendengus kesal karena sering masuk penjara pion nya



"Hahahaha, itu mah kau nya yang tak pandai main" ejek Daren tersenyum miring



"Ckk! semua ini gara-gara kau makanya kita jadi kalah!" ketus William pada Kelvin



"Tuan, kenapa tuan menyalahkan saya? tadi kan saya sudah bilang biar saya saja yang main tapi tuan malah bersikeras ingin main sendiri" bela Kelvin terhadap dirinya sendiri



"Kau mulai membantahku ya?!" William melototi Kelvin sangking kesalnya



"Ckk!! sudah-sudah! kenapa jadi ribut begini sih? ini kan hanya permainan saja kenapa harus kesal Will?" ucap Alisha menengahi mereka yang bertengkar



"Ya iyalah aku kesal! aku paling tidak suka kekalahan, apalagi jika harus kalah dari si kutu busuk ini!" tukas William menyindir Daren



"A..apa kau bilang? kutu busuk? kau mengatai kutu busuk?! hey kau yang kutu busuk!!" seru Daren tak terima dengan ejekan William padanya



"Kau yang kutu busuk!!" tukas William tak mau kalah



"Kau bangkai kutu!!" seru Daren dengan mata nyalang



Alisha mendengus sebal dan memakai sarung tangannya


__ADS_1


"Awww!!!!" ringis mereka serempak



"Sudah ku bilang jangan bertengkar masih juga bertengkar!" Alisha menjewer telinga Daren dan juga William



Sedangkan Sam dan juga Kelvin hanya bisa melongo melihat keberanian Alisha menjewer kedua tuan psikopat mereka



'Astaga... berani sekali kau nona Alisha' batin Sam merasa takjub



'Nona Alisha benar-benar pemberani' batin Kelvin



"Sakit sakit Alisha!! lepasin!" gerutu Daren merasakan telinganya kesakitan di jewer Alisha



"Alisha!! telingaku sakit! lepaskan!" ucap William juga kesakitan di telinganya yang dijewer



"Janji jangan bertengkar lagi?" ucap Alisha sedikit tersenyum



"Iya janji!!! kami janji!!" jawab William dan Daren serempak merasakan sakitnya telinga mereka



Alisha tersenyum miring dan melepas jeweran nya dari telinga Daren dan William



"Nah begitu dong" ucapnya melihat William dan Daren kesal sambil memegang telinga masing-masing



"Huftt!! pokoknya aku tidak mau jika harus menjadi pelayannya si Daren ini! aku tidak sudi!" tukas William mendengus sebal




"Will, bukannya tadi sebelum bermain kau sudah setuju jika yang kalah menjadi pelayan seharinya yang menang, dan Daren menang permainan ini, aku, kau, dan juga Kelvin akan menjadi pelayan nya seharian penuh ini" ucap Alisha tersenyum lembut menjelaskan pada William



"Seumur hidupku aku belum pernah menjadi pelayan, apalagi melayani orang seperti dia, bagaimana nanti dia menyuruhku yang tidak-tidak! aku kan lumpuh!" tukas William kesal



"Daren! jangan menyuruhnya yang macam-macam yah?!" ancam Alisha dengan mimik wajah menggemaskan



Daren sampai terlonjat melihat ekspresi wajahnya



Refleks ia tersenyum lebar dan dan mengangguk paham



"Tuh Daren nggak akan menyusahkan mu kok Will, kau tenang saja! ada aku!" ucap Alisha



"Ckk terserah kau saja!" William memutar bola matanya dengan jengah



Daren kembali melirik ke arah William di sampingnya dan senyuman jahat terbit di bibirnya



'Saatnya permainan dimulai! tunggu kau William, hahahaha" batinnya tertawa riang



"Argh!!" Daren mengerang keras memegang kakinya berpura-pura kesakitan


__ADS_1


'Ckk! dasar raja drama!' batin kesal William



"A..ada apa Daren?" tanya Alisha sedikit panik



"Tuan, anda tidak apa-apa? akan saya panggilan dokter!" Sam mengambil ponselnya



Seketika ia mendapat tatapan tajam dari sang bos, mengerti dengan tatapannya, Sam langsung menyimpan kembali ponselnya



"Kaki ku terasa kram Alisha, sepertinya aku terlalu banyak duduk" Daren memelas memegang kakinya yang sama sekali tidak terasa sakit



"Bohong dia Alisha! dia tidak pernah merasa kram sebelumnya! bahkan sepanjang hari selalu duduk di kursi kerjanya tidak pernah pun dia mengalami kram" tukas William merasa kesal dengan sandiwara Daren



"Mau aku panggilkan dokter?" tawar Alisha sedikit khawatir



"Jangan, sepertinya hanya kram kaki biasa saja, bisa tolong pijati aku?" pinta Daren memelas



'Astaga...tuan kenapa kau tidak menjadi aktor saja' batin Sam dapat melihat Daren jelas-jelas berbohong



"Baiklah, akan ku pijati kau" ucap Alisha



"Tidak!! aku tidak ijinkan kau memijat nya!! dia itu tidak sakit Alisha! dia bohong!" tukas William tak terima Alisha diperdaya Daren



"Alisha, kakiku benar-benar sakit, mau kan kau memijatnya?" ucap Daren dengan suara parau khas seperti kesakitan



Tak tega melihatnya kesakitan, Alisha pindah duduk di samping Daren dan hendak memijatnya



"Biar aku saja yang memijatnya!" William langsung mengambil kaki Daren dan menaruhnya di atas pahanya



"Arrggghhhh!!! dasar bodoh kau Will!!" Daren berteriak histeris ketika William memijatnya dengan keras



'Rasakan ini dasar raja drama' batin William tersenyum puas



"Will, pelan-pelan memijatnya, Daren kesakitan" ujar Alisha melihat mimik wajah Daren meringis kesakitan



"Nggak kok Alisha, aku hanya memijatnya pelan, mungkin karena dia belum pernah dipijat makanya kesakitan, bisakah tolong ambilkan minyak angin di kamarku?"



"Baiklah aku ambilkan!" Alisha langsung pergi ke kamar William



"Lepaskan!" Daren menarik kasar kakinya dari atas paha William



William tersenyum miring dan tertawa



"Bagaimana kawan? apa pijatan nya enak?" sindir William



"Berisik!!" tukas Daren langsung melenggang pergi menaiki tangga menuju kamarnya

__ADS_1


__ADS_2