
"Kau sedang sakit makanlah dulu, Alisha sudah membuatkan mu bubur" ujar Daren memberikan semangkuk bubur pada William
"Apa Dave sudah kembali?" tanya William sambil meniup bubur itu yang masih terasa panas
"Belum, mungkin dia akan kembali beberapa hari lagi, cucunya sedang sakit katanya"
William hanya diam menanggapi perkataan Daren
"Sampai kapan pak Dave akan bekerja disini mengurus mu dan juga kastil ini Will? dia juga punya keluarga yang harus ia urus" ucap Daren
William terus diam menanggapi perkataan Daren yang ujung-ujungnya akan selalu menyuruhnya untuk menikah padahal dia sendiri tidak mau menikah
"Sebentar lagi masa pensiunnya akan tiba, lalu setelah itu siapa yang akan mengurus mu Will? sebaiknya kau menikah saja, apa seumur hidup mu kau akan sendirian, tidak kan?" ujar Daren lagi meyakinkan William untuk menikah
"Kau sendiri kenapa tidak menikah?" pertanyaan William yang dilontarkannya kepada Daren sukses membuat Daren skakmat
Kini Daren yang terdiam
"Setelah Dave pensiun nanti, wanita karung itu yang akan mengurus kastil ini selanjutnya" ujar Will dan menyeruput teh hangat di sampingnya
'Lumayan rasanya, tidak terlalu manis, aku suka' gumamnya dalam hati merasakan teh hangat itu
"Lalu kau? siapa yang akan mengurus mu? apa dia juga? tidak mungkin! kau tahu kan dia wanita seperti apa? pantang bagi wanita sepertinya menyentuh pria yang bukan suaminya"
"Berhenti lah memintaku untuk menikah Daren kalau kau sendiri tidak mau menikah!" ketus William
"Terserah kau sajalah, capek aku menjelaskannya padamu!" kesal Daren juga lalu meninggalkan William di kamarnya
Daren yang masih kesal menuruni tangga dan hendak pergi ke kantor
"Tuan Daren!" seru Alisha dari arah dapur memanggil Daren
Daren membalikkan badannya dan melihat Alisha menghampirinya dengan membawa sesuatu
"Maaf tuan kalau saya lancang memberikan ini, tapi tuan belum makan siang, oleh karena itu saya membuatkan anda makan siang" ujar Alisha sopan dan ramah
Daren hanya diam menatap kotak makan siang yang dipegang oleh Alisha
"Jika tuan tidak mau saya akan bawa kembali"
"Siapa yang bilang tidak mau, sini berikan!" ketus Daren dan Alisha pun langsung memberikan kotak makan itu pada tuan keduanya
Tanpa permisi ataupun berbicara apapun Daren langsung pergi melenggang keluar kastil
'Ya Allah, kenapa semua orang di rumah ini selalu membuat ku kesal dalam hati?! ingin rasanya aku ingin menjerit! padahal aku sudah berbaik hati membuatkannya makan siang tapi malah di ketus tuan Daren' gumamnya dalam hati meluapkan kekesalan
Ia pun kembali ke dapur dan membersihkan alat makan yang kotor
Setelah membersihkan semua alat makan dan juga merapikan dapur agar kembali rapi dan bersih, Alisha lanjut membersihkan ruang makan dengan mengepel lantai dan mengelap meja makan itu
Apapun pekerjaan yang ada di kastil itu ia lakukan untuk melupakan kekesalan yang ada di dalam hatinya kepada dua pemilik kastil ini
Setelah beberapa jam membersihkan seluruh kastil akhirnya pekerjaannya pun selesai
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga, aku akan salat ashar dulu baru setelah itu ke kamar pria kulkas 5 pintu itu untuk mengambil nampan kembali" ucapnya dan pergi ke arah kamarnya
"Dari tadi pagi aku tidak melihat pak Dave, kemana ya dia sampai sesore ini belum kembali?" gumamnya heran
Daren duduk di kursi kerjanya dan melonggarkan dasi yang melilit kerah kemejanya
Ia sangat letih karena baru kembali meeting dengan klien barunya dari Jepang
__ADS_1
Apalagi otaknya benar-benar terkuras untuk menjelaskan proyek kerjasama mereka dalam menggunakan bahasa Jepang ditambah dia belum makan siang
Matanya melirik sebuah kotak makan pemberian Alisha tadi siang yang berada di sudut meja kerjanya
Ia pun teringat bagaimana ketusnya dirinya saat Alisha memberikan itu
Daren pun melepas jas nya dan mengambil kotak makan itu lalu membuka penutupnya
Ia menutup kedua matanya menghirup aroma sedap dari makanan itu
Walaupun sudah dingin tapi aromanya saja masih terasa enak, pikirnya
Daren pun menyantap makan siangnya yang kesorean dengan sangat lahap mungkin karena dia sangat lapar
Sementara itu
Alisha kini tengah berada di luar pintu kamar William, ia merasa ragu untuk mengetuk pintu sekedar untuk mengambil nampannya kembali
'Bagaimana ini? kalau ku ketuk bisa menggangu istirahat tuan, kalau kalau tidak ku ketuk bagaimana aku bisa mengambil nampannya?' gumamnya bingung
'Apa aku langsung masuk saja? mungkin lebih baik' gumamnya
Dengan langkah perlahan Alisha masuk mengendap-endap ke dalam kamar
Dapat ia lihat jelas kalau William tengah tertidur di ranjang luasnya itu
Matanya pun menangkap senampan bubur yang berada di meja samping tempat tidurnya Will
Ia pun mengambil nampannya dan hendak pergi
"Berani sekali kau masuk ke kamar majikan tanpa mengetuk pintu? apalagi majikan ada di kamar" ujar Will sontak membuat Alisha terkejut
Ia pun berpaling ke arah William yang masih berbaring tetapi matanya telah terbuka
__ADS_1
Alisha pun mencoba untuk tetap tenang
"Maaf tuan, saya hanya ingin mengambil kembali ini, tapi tuan sedang beristirahat, oleh karena itu saya tidak mengetuk pintu takut menggangu istirahat tuan" jawab Alisha sedikit menunduk hormat
William hanya memalingkan wajahnya menanggapi perkataan Alisha
"Saya permisi tuan" ucap Alisha pamit keluar kamar tersebut
'Ya Allah, serba salah aku jadinya, kalau tahu ujung-ujungnya begini aku akan mengetuk pintu tadi' gumam Alisha semakin merasa kesal
Setelah membersihkan mangkuk dan gelas bekas bubur dan teh di wastafel dapur, Alisha pergi ke kamarnya untuk beristirahat sejenak
Seharian ia bekerja tanpa henti untuk mengurus kastil ini
Bagaimana bisa pak Dave mengurus kastil ini setiap harinya, di hari pertamanya saja ia bekerja sudah sangat keletihan
'Mungkin kalau sudah lama aku bekerja disini akan terbiasa' gumamnya
'Tapi kastil sebesar ini sangat sayang jika hanya ditempati sedikit orang, bahkan masih banyak ruangan tersisa' gumamnya demikian sambil menatap langit-langit kamarnya
Setelah dirasa tidak penat lagi, Alisha pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Selang beberapa menit kemudian Alisha keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaiannya kemudian mengerjakan shalat Maghrib
Kebetulan saat ia selesai mandi Magrib pun tiba
Setelah shalat Maghrib Alisha kerjakan, ia mengambil Al-Qur'an nya dan membacanya dengan sangat syahdu dan merdu
Tanpa ia sadari, di depan kamarnya sepasang mata tengah memperhatikannya
Dia adalah William yang hendak ke dapur untuk mengambil air tapi saat mendengar suara merdu Alisha melantunkan ayat-ayat Allah
Tanpa dia sadari dirinya mengikuti sumber suara tersebut sampai terhenti persis di depan kamarnya Alisha
Dapat ia lihat dengan jelas bagaimana Alisha yang duduk membelakanginya memakai mukena sedang membaca sesuatu yang William sendiri tidak tahu namanya apa
__ADS_1
Entah mengapa perasaan hangat dan tentram menjalar di hatinya William kala mendengar suara lantunan ayat suci Al-Qur'an itu