Permainan Hati

Permainan Hati
#Ibu Gendut Eps.12


__ADS_3

Ibu Gendut


.


.


.


Aku berjalan berlahan-lahan memasuki gerbang asrama sekolah dengan menuntun hondaku memasuki parkiran, supaya para satpam gerbang asrama yang tertidur itu tidak terbangun karena kehadiran diriku, sehingga sebisa mungkin aku tidak mengeluarkan suara.


Jika satpam asrama itu terbangun sudah pasti aku tidak diizinkan masuk karena jam sekarang menunjukkan pukul 01.00 pagi sedangkan batas masuk asrama pukul 22.00 malam.


Saat sudah memarkirkan Honda. Aku melangkah kedepan pintu utama asrama sekolah. Uh....semoga ibu gendut itu juga sudah tertidur. Aku berharap pintu ini juga belum terkunci. Berlahan aku meraih gagang pintu dan mencoba untuk mendorong nya, ternyata pintu itu benar-benar tidak terkunci. Ah apa ibu gendut itu belum tidur, tapi mana mungkin ini sudah sangat larut malam. Apa ibu gendut itu lupa mengunci pintu?!?.


Aku mengintip suasana di dalam, ternyata sangat sepi. Pasti semua orang sudah tertidur, dan ibu gendut itu juga tidak terlihat. Ibu gendut itu merupakan penjaga para murid wanita yang tinggal di asrama sekolah ini. Terkenal galak juga disiplin dalam mengatur semua penghuni asrama ini.


Aku masuk kedalam dan kembali menutup pintu dengan sangat pelan, agar tidak mengeluarkan bunyi. Saat membalikkan badan, terlihat tubuh besar 3 kali lipat dari tubuhku. Orang yang tak asing bagiku itu melihat kearah ku dengan tatapan tajam ingin menerkam. Sembari membenarkan kacamata bulatnya yang padahal tidak ada kacanya dan juga tidak lupa dengan membawa rotan di tangannya. Ini sudah menjadi ciri khas orang yang berada di hadapanku ini.


"Kenapa jam segini baru kembali Diva Tri Lee?" tanya orang yang berada dihadapan ku ini dengan sangat dingin. Uh.... aku akan benar-benar di interogasi sampai pagi jika tidak menjawab sejujur-jujurnya pada orang dihadapan ku ini.


"Hmmm....itu Bu Anis, tadi pagi Diva sudah minta izin dengan pihak kepala sekolah untuk pulang kerumah. Karena keluarga Diva ada acara, sehingga baru kembali sekarang." jelasku pada orang dihadapan ku yang bernama Bu Anis, penjaga asrama sekolah ini.

__ADS_1


"Bukankah kau pulang dari kediaman keluarga mu jam 8, kenapa jam 1 baru sampai di asrama."


Ha....mengapa ibu gendut ini tahu, kalau aku keluar rumah jam 8. Ah jangan-jangan mama dan papa menelpon pihak asrama untuk menanyakanku. Dan pintu itu pasti sengaja memang tidak dikunci oleh Bu Anis, dan ibu gendut ini pasti juga sengaja menungguku kembali untuk di interogasi. Apa yang akan aku ucapkan sebagai alasan.


Tidak mungkin aku berkata sejujurnya pada ibu gendut ini, kalau aku pergi ke club malam untuk bertemu dengan seorang lelaki. Ah sudah pasti akan disampaikan kepada mama dan papa.


"Mengapa diam, cepat katakan" bentak bu Anis padaku, sembari memainkan rotan di tangannya. Ah wanita ini lebih sangat-sangat galak dan kejam dari pada kedua orang tuaku itu.


Pantas saja di umur yang sudah memasuki 32 tahun ini tidak ada yang mau menikahinya. Siapa yang mau menikahi wanita seperti dia ini, jika sudah pasti suaminya akan mengalami panas dingin, karena tertekan sepanjang hari menghadapi muka seram, dingin dan sifat suka marah-marahnya.


"Diva Tri Lee...." ibu gendut ini memanggilku dengan nada tinggi, uh...melihat rotan ditangannya itu membuatku semakin ngeri memandangnya. Aku tidak mau dipukul menggunakan rotan itu, ah cukup sekali saja aku merasakan senjata mengerikan ibu gendut ini.


"Eh...itu Bu, tadi saat dijalan ban honda Diva bocor. Jadi harus ketukang bengkel dulu untuk tambal ban. Jadinya kemalaman deh sampai sini" Ah lagi-lagi aku berbohong untuk yang kedua kalinya.


"Suer deh Bu..." aku mengangkat tanganku, agar ibu gendut ini percaya dengan penjelasan yang aku ucapkan itu. Tapi ekspresinya masih belum berubah.


"Pergi jam 8 sampai jam 1, saat di jalan ban bocor dan pergi ke bengkel. Kalau tidak terjadi apa-apa jarak rumah kamu kesini hanya setengah jam, setidaknya jika pergi ke bengkel juga perlu waktu setengah jam untuk menambal ban hondamu itu. Dan kalau dihitung-hitung seharusnya paling lama itu jam 10 kamu sudah kembali. Tapi mengapa sampainya jam 1?" Analisis ibu gendut yang tepat, membuat aku kehabisan kata-kata.


Ibu gendut ini memutari diriku dengan memainkan rotannya, sedangkan aku harus berfikir keras untuk mencari alasan lainnya. Ah...lebih baik jika aku kembali kerumah saja. Tapi jika kembali pasti mama dan papa bakal banyak bertanya mengapa tidak jadi pergi ke asrama, dan banyak pertanyaan lainnya yang akan muncul.


Sebenarnya kembali ke asrama juga tidak ada bedanya tetap di tanyak, sampai aku tidak bisa berkata-kata lagi. Dan tubuhku pasti akan kena dengan rotan itu lagi. Ah...tidak-tidak, aku harus cari cara.

__ADS_1


"Eh mengapa wajah ibu terlihat sangat kusam" tanyaku mengalihkan pembicaraan. Ibu gendut ini sangat tidak suka jika di bilang jelek, atau semacamnya. Apa lagi jika dibilang wajahnya kusam, pasti panik deh tu.


"Ha..masak sih padahal tadi sudah pakai krim" dia menghentikan langkahnya memutari diriku, dan meraba-raba wajah bulatnya itu. Hahaha....saatnya menjalankan aksi.


"Bener Bu, wajah ibu juga sepertinya semakin banyak timbul jerawat" ucapku melebih-lebihkan, padahal diwajah bulat ibu gendut itu tidak ada jerawat. Dia semakin terlihat panik.


"Apa aku salah menggunakan krim malamnya" gumam ibu gendut itu, aku meraba-raba isi dalam tas. Aku mengeluarkan kaca dan menyerahkan padanya.


"Coba ibu liat deh" dia menerima kaca dariku.


"Apa krimku salah, jika kusam aku harus Menganti merek krim lagi. Aduh jerawatnya ada di sebelah mana Diva, tapi muka ibu masih seperti biasanya...bla...bla...bla"


Dia sibuk mengoceh tanpa melihatku dan hanya melihat wajahnya sendiri dalam kaca dengan sangat serius. Saat itu juga aku diam-diam pergi dari sisinya. Ibu gendut itu masih belum menyadari aku pergi, yang bahkan sudah semakin jauh darinya.


Aku segera lari masuk ke dalam lift, supaya tidak tertangkap oleh ibu gendut itu. Aku menekan nomor lantai 3. Ah.... pasti ibu gendut itu akan marah besar jika aku sudah membohonginya dan tidak ada di dekatnya sekarang.


Ha ..ha..ha sepertinya besok aku masih harus menghindari ibu gendut itu. Semoga saja ibu itu tidak datang kekamarku malam ini.


Selamat membaca guys 🤗


**Jangan lupa Lo ya di like, comen kasih saran dan kritikan yang dapat membangun Author 😘

__ADS_1


*Eh vote nya dong 🙏


Tip nya lo klk bisa jangan lupa😁***


__ADS_2