
Sedangkan di toko musik Dito sedang memilih beberapa CD musik khusus ibu hamil. Sementara Dito melihat-lihat Dito menanyakan pendapat Maudy, tapi karena sibuk dengan handphonenya maka Maudy pun tidak memperhatikan Dito.
Kemudian saat tersadar bahwa ada yang bertanya, maka Maudy pun baru memperhatikan Dito.
"Apapun yang kamu suka pilih saja, mengapa harus bertanya padaku" kata Maudy sambil fokus dengan hapenya.
"Aku membelinya untuk bayi kita. Ini bisa membantu pengembangan otak dan emosi nya" balas Dito yang menjelaskan fungsinya.
"Terserah. Tapi jika itu bisa membantu, maka itu bagus, jadi bayinya tidak akan menjadi menjengkelkan seperti Ayahnya" balas Maudy.
Kemudian Dito pun menjadi kesal, Karen Maudy malah terus menerus fokus bermain hape saja. Dan Maudy pun menjadi heran, siapa yang hamil. Lalu saat Maudy ingin menyusuli Dito, dia mendapatkan pesan chat dari Melisa.
Maudy, Bu Natasya memuntahkan segalanya yang dia makan
Maudy yang mengetahui itu, langsung merasa cemas dan khawatir dengan kondisi Ibu mertuanya.
Dikontrakkan. Natasya mulai muntah-muntah dan dengan segera, Melisa pun membantu Natasya. Melisa meminta agar Natasya bisa menahannya, karena ini adalah efek samping dari kemoterapi dan Natasya membalas dia akan menahannya.
"Ini mungkin akan memperpanjang hidupku. Jadi aku bisa melihat bayi di dalam kandungan Maudy. Itu bagus kan" kata Natasya dengan lemas.
"Bukan hanya itu, tapi kamu juga akan bisa melihatnya sampai sekolah" balas Melisa.
"Terimakasih ya" balas Natasya kemudian kembali muntah.
Ditempat lain Maudy sedang merawat Oma Nina yang sudah mulai membaik karena Oma Nina sudah tidak memiliki apapun yang harus dikhawatirkan lagi. Lalu Oma Nina mengucapkan terima kasih kepada Maudy.
"Dokter bilang kemo nya akan menyakitkan pertama kalinya. Pusing, muntah, dan mual. Tapi hasil positifnya, akan bisa memperpanjang hidup kita" kata Maudy menjelaskan kondisi Natasya.
"Berapa tahun? Tidak peduli berapa lama, itu tidak cukup untuk orang yang kita rindukan beberapa tahun ini. Dan berapa lama kamu akan menyembunyikan ini dari Dito" tanya Oma Nina.
"Kamu orang kedua yang menayangkan ini. Aku ingin memberitahu Dito, ketika pertama kali aku melihat Natasya. Tapi aku takut, jika aku memaksa Ibu mertua akan melarikan diri lagi seperti sebelumnya" balas Maudy.
__ADS_1
Menurut Maudy, karena kini Natasya telah mau mengikuti perawatan, mungkin waktu dekat Maudy akan memberitahukan Dito.
...****************...
Diruang makan. Maudy menyingkirkan sayuran brokoli yang ada di piringnya dan Dito pun mengomentari Maudy. Lalu dengan kesal, Maudy mengatakan bahwa dia bosan makan itu terus. Sarapan, makan siang, makan malam Dito terus membuat dan menyuruh Maudy memakannya.
"Bagaimana jika aku makan terlalu banyak dan baginya lahir dengan tiga tangan? Huh?" Kata Maudy dengan sembarangan dan tanpa berpikir. Lalu dengan kesal, Dito pun permisi dan pergi.
Melihat semua tatapan orang diruang makan, Maudy pun bertanya siapa yang salah dan mereka menunjuk Maudy. Kemudian Bibi Rina mengingatkan Maudy yang telah berbicara terlalu kasar kepada Dito. Dan Maudy pun tidak terima lalu mengomel.
"Ayah berpikir Dito mendapatkan gejala hamil dari Istrinya" jelas Adi.
"Dia?" Tanya Maudy yang tidak percaya.
"Ini begitu manis. Satu sama lain mendapatkan gejala hamil" goda Lula dan Lala. Dan Maudy tersenyum mendengarnya. Karena ternyata Dito juga merasakan perasaan moody nya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Maudy.
Malam harinya, saat Dito masuk kedalam kamar, Dito mendengar musik piano yang sangat besar dan ternyata yang membuka musik itu adalah Maudy.
"Aku meminjamnya dari Ayahku, dia punya banyak. Mengapa kamu tidak minta saja sih?" Kata Maudy yang berpura-pura cuek.
"Sebenarnya, kamu tidak perlu memainkannya sekeras ini" balas Dito.
"Mm.... Aku mendengar lagu ini bisa membantu perkembangan emosi anakku" balas Maudy.
Melihat itu, Dito pun tersenyum, karena kini dia merasa lebih baik. Lalu Dito pergi keluar dan kembali dengan membawa headphone. Kemudian Dito menaruh headphone tersebut di perut Maudy. Sehingga bayi mereka bisa mendengarnya.
"Dia mungkin masih disana sekarang, tapi sebulan atau dua bulan dia akan menari" jelas Dito dan Maudy pun ikut tersenyum.
"Siapa yang menari dengan lagu klasik kuno seperti ini' balas Maudy.
__ADS_1
"Maudy. Bisakah aku berbicara kepada bayinya? Aku ingin bayinya bisa mengenali suaraku" pinta Dito yang disetujui oleh Maudy.
Lalu Dito pun mendekat dan mencium perut Maudy dan dengan terkejut, Maudy bertanya mengapa Dito mencium perutnya. Lalu Dito pun menjelaskan bahwa begitulah caranya berbicara dan Maudy pun tidak mengizinkan Dito lagi.
"Tolong. Hanya satu kalimat saja" kata Dito.
"Satu kalimat ya?" Balas Maudy dan mengizinkan Dito untuk berbicara pada bayinya.
"Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu" kata Dito yang terus mengulangi kata yang sama.
"Hey. Itu bukan satu kalimat, tapi beberapak kalimat" kata Maudy yang menghentikan Dito.
"Sedikit lagi" pinta Dito.
"Sudah. Sudah cukup" kata Maudy namun dia malah mengizinkan Dito untuk melakukannya lagi.
Tiba-tiba saja, Maudy mengingat perkataan Daniel padanya. Serta perkataan Oma Nina padanya tentang kapan Maudy akan memberitahukan tentang Natasya kepada Dito. Dan mengingat itu, Maudy menjadi tampak sedih.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
__ADS_1
...ππ...