Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 30


__ADS_3

...⭐...


...⭐...


...⭐...


...⭐...


......~^HAPPY READING^~......


..."Kecemburuan Adi"...


Kantor Laras


Adi mengunjungi kantor Laras sambil membawakan sebuket bunga yang sangat indah. Namun setibanya disana, yang ada hanya seorang wanita yang bertugas untuk bersih-bersih. Wanita itu juga memberitahu Adi bahwa Laras sedang berada di kamar mandi dan dia menawarkan diri untuk pergi memanggilkan Laras, dan Adi pun membalas dengan anggukan.


Disaat Adi ingin meletakkan buket bunga yang dibawanya, tanpa sengaja dia menyenggol kotak putih di atas meja Laras. Dan lebihnya lagi ketika Adi membuka kotak putih itu, betapa terkejutnya saat Adi melihat isi kotak putih itu dan memutuskan untuk pergi dari kantor Laras.


Sementara Laras yang baru saja kembali kedalam ruangannya dan melihat sebuah buket bunga yang ditinggalkan di atas meja kerjanya. Dan melihat itu, Laras tersenyum senang, namun ketika Laras ingin mencium bunga itu, tiba-tiba saja dia merasa mual. Lalu tanpa sengaja Laras melihat kotak putihnya beserta isinya yang berantakan.


Kemudian disaat itu, wanita tadi masuk kedalam ruangan. Dan Laras pun menanyakan kepadanya


"Mengapa kotak putih ini bisa berada disini" tanya Laras


"Saya melihat kotak itu berada ditempat sampah dalam kondisi yang masih bagus, jadi saya mengambilnya lalu meletakkan di atas meja ibu" Jawab Wanita itu


Setelah mendengar itu, Laras menjatuhkan buket bunga yang dipegangnya. Dan langsung mengambil tasnya dan segera berlari keluar untuk mencari Adi.

__ADS_1


Diluar Adi bersandar di tembok, disana dia mengingat tentang foto-foto mesra Dito dan Laras dulu, yang dilihatnya tadi. Serta perkara Laras yang mengajak Dito untuk kembali bersama, karena Laras yang masih mencintai Dito.


Lalu tepat disaat itu, Adi melihat Laras yang keluar dari dalam gedung kantor, dengan cepat Adi bersembunyi dibelakang dinding agar Laras tidak melihatnya.


Laras yang melihat mobil Adi langsung memeriksanya, namun Adi tidak ada dalam mobil tersebut. Dengan cemas, Laras menghubungi sang suami. Tapi dengan sengaja Adi mematikan telepon dari Laras serta menonaktifkan hpnya, kemudian Adi berjalan keluar dari arah parkiran gedung.


Sementara Laras terus melihat sekeliling parkiran dengan harapan menemukan Adi. Namu sayangnya, dia tidak bisa menemukan dimana keberadaan Adi, karena sebenarnya Adi telah meninggalkan Kantor Laras


Adi yang sudah tidak tau mau kemana, dengan terpaksa Adi pergi ke apartemen Farah. Farah yang terkejut dengan heran sebab baru kali ini sang mantan suami datang ke apartemennya, Farah yang mempersilahkan Adi masuk kemudian mendengarkan cerita Adi semuanya, dan Farah pun mengomeli Adi.


"Orang aneh, sungguh aneh kau. Sebelum menikah kamu bilang 'tidak peduli' dengan masa lalunya. Tapi sekarang kami sekarang peduli, sungguh sangat aneh kau" Omel Farah.


"Tapi apa sekarang kamu benar-benar peduli dengan kencangnya? Orang yang berkencan, bagaimanapun pasti Laras menyimpan beberapa barang masa lalunya" kata Farah lagi.


"Aku mengerti, tapi jika dia tidak memikirkan apapun, kemudian mengapa dia masih menyimpan barang kenangannya" balas Adi yang bertanya.


Farah yang sudah mulai kesal memutuskan untuk pergi ke dapur untuk membuatkan Adi mie instan, setelah selesai Farah memberikannya ke Adi yang belum makan malam. Kemudian Farah menjelaskan bahwa sebelum menikah Adi mengatakan kalau dia akan mempercayai Laras sepenuhnya, jadi setelah menikah Adi harus bisa melakukan itu. Karena alasan Laras setuju menikah dengannya adalah perkataannya sendiri waktu itu.


Namun Adi yang belum mengerti, karena dia telah mencurahkan banyak hal untuk Laras. Namun malah Laras masih menyimpan barang-barang masa lalunya, bahkan setelah menikah dengannya. Sehingga itu membuat semua yang dilakukannya percuma saja.


"Oiya, kenapa tidak bertanya langsung saja kepadanya? Dan kenapa kamu lari kesini?" Tanya Farah.


"Kamu aneh, kenapaterlalu berpihak kepadanya?" balas Adi


"Jika akau dipihakmu, itu yang aneh. Hanya mendengarkan masalahmu sekarang saja sudah cukup aneh. Jenis orang seperti apa yang membawa masalah tentang ISTRI BARUNYA dan mengkonsultasikan dengan MANTAN ISTRINYA" balas Farah penuh tekanan


"Terus apa yang bisa aku lakukan? Selama ini aku terus bekerja. Jadi orang terdekatku tidak ada, cuman mantan istriku saja yang terdekat" balas Adi dengan lemas

__ADS_1


"Hohohoho... Kemudian aku harus bahagia begitu?" Balas Farah dengan jengkel


"Jika kamu mengerti dia, maka beritahukan padaku apa yang harus aku lakukan selanjutnya" balas Adi


"Begini saja, berhenti memikirkan dirimu sendiri. Dan pergi bertanya kepadanya langsung. Bukankah ini kesempatan untuknya menjelaskan. Jelaskan semuanya sampai akhir. Bukan mengasumsikan saja, itu tindakan yang salah" balas Farah dengan tegas


"Benarkah semua itu?" Tanya Adi sambil melihat Mie yang diberikan Farah


"Yang pertama yang kamu lakukan, katakan saja semuanya. Itu sangat sederhana dan mudah" kata Farah.


"Aku akan mencobanya. Tapi bisakah aku makan mie ini dulu sebelum aku pergi? Soalnya aku sudah lapar sejak kau mengomel" tanya Adi yang akhirnya sudah tenang.


"Aku memangnya membuatnya untukmu" balas Farah sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa terus kenap menaruhnya di depan ku" balas Adi


"Yahh, aku taruh saja. Memangnya kenapa, ini kan apartemen ku" balas Farah


"Yasudah sana kau" kata Adi dengan kesal sambil menahan laparnya


"Hahaha... Astaga kau sangat lucu, yasudah ini kau makanlah dan Ingat setelah makan langsung pergi, aku mau tidur. Kau sangat menyusahkan" Kata Farah


"Iya! Iya!, kau sangat cerewet dan masih sama seperti dulu" Jawab Adi dengan melahap Mie


Sedangkan Farah yang mendengar itu langsung berjalan ke kamarnya untuk beristirahat dan betapa sedihnya dia saat mengingat perkataan Adi tadi.


..."Iya! Iya!, kau sangat cerewet dan masih sama seperti dulu"....

__ADS_1


"Ternyata kau masih ingat" Gumam Farah meninggalkan Adi yang tengah melahap habis Mie yang dibuat.


__ADS_2