
Hari selanjutnya. Dengan penuh kerinduan. Dito menatap foto nya bersama dengan Maudy yang berada diatas meja samping tempat tidurnya.
Begitu juga dengan Maudy. Karena tidak bisa tidur, maka Maudy pergi ke gudang. Dan lama berada disana, sambil melihat semua barang-barang kenangannya bersama dengan Dito. Lalu saat dia melihat alat Monitoring jantung bayi. Maudy memakai barang tersebut diperutnya. Dan setelah itu dengan penuh kesedihan didalam hatinya, Maudy pun mulai menangis
Hari selanjutnya. Adi dan Farah mengunjungi rumah Dito untuk bertemu dengan Bairam. Disana Farah mengomentari Dito yang tidak pernah menghubungi mereka. Dan Adi menambahkan, jika mereka tidak mencari tahu, maka mereka tidak akan tahu dimana Dito serta cucunya.
"Aku minta maaf. Tidak terhitung permintaan maaf yang cukup" kata Dito sambil berlutut sampai wajahnya berada dilantai.
"Aku tidak setuju, kamu dan Maudy memutuskan sesuatu seperti ini. Tapi pada akhirnya, jika memang benar-benar berakhir seperti ini, maka tolong jangan hindari kami, itu sudah cukup. Karena bagaimanapun kamu selalu menjadi keponakan kami" kata Adi.
"Baiklah" balas Dito.
"Kami tidak akan menyetujuinya. Bagaimana pun kamu harus membawa Bairam untuk sering menemui kami. Jangan menghilang dari kami dengan Bairam" tambah Farah. Dan Dito mengiyakan, karena bagaimanapun Farah dan Adi adalah kakek-nenek untuk Bairam.
Farah dan Adi sama-sama tersenyum. Lalu Farah menanyakan bagaimana jika Maudy ingin melihat Bairam. Dan Dito pun terdiam sesaat. Kemudian setelah itu, Dito menjawab bahwa dia tidak akan membiarkan Bairam mengganggu Maudy. Dan lalu Dito mengambil kembali anaknya dari gendongan Farah dan Adi.
Lalu tanpa tahu harus mengatakan apa lagi, maka Farah serta Adi pun hanya bisa terdiam sambil saling memandang satu sama lain karena kebingungan.
Keluar dari rumah Dito. Farah mulai menggerutu. Dia mengomentari bahwa kakek-nenek boleh melihat Bairam, tapi Ibu tidak bisa. Dan Adi pun membalas bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan, jika Ibu tidak muncul. Lalu Farah berpikiran bahwa mungkin itu karena hormon setelah melahirkan.
"Jika kamu benar ingin tahu, maka tanyakan saja kepada dokter Daniel" kata Adi.
__ADS_1
"Oh! Mengapa aku harus tanya pada Daniel?" Balas Farah dengan heran.
"Karena dia dokter dan kamu dekat dengannya" balas Adi."Mengapa kamu malah jadi marah?" Tanya Adi tidak mengerti.
"Itu karena kamu duluan! Ingat bahwa Daniel dan aku tidak dekat. Dia hanya anak temanku. Tidak lebih! Dan aku pergi memanjat dengannya karena tidak ada orang lain yang menamani ku. Dan acara juga! Makan juga! Dan nonton juga ... Dan menonton film juga. Mengerti?" Jelas Farah dengan panjang lebar. Dan Adi pun tersenyum.
"Awalnya aku tidak mengerti. Tapi sekarang, aku pikir aku mengerti. Sangat jelas" balas Adi.
"Bagus" balas Farah. Lalu dia berbalik dan memasang wajah malu. Dan menyadari hal itu, Adi tersenyum jail.
...****************...
"Meisya ingin mendapat perhatian. Segera dia melihat kamu, maka tersenyum" jelas Laras. Lalu dia menggendong anaknya dan menciumnya dengan sayang.
"Bayi bagus dalam mencari perhatian. Barusan aku melihat putriku melihat padamu. Sepertinya Meisya sudah menyukai mu. Jadi apa itu baik-baik saja, jika aku memintamu untuk menggendongnya sebentar?" Tanya Laras. Tapi Maudy menolak.
Namun Laras memaksa Maudy untuk mencoba. Jadi akhirnya Maudy pun mau mencoba untuk menggendong Meisya putri Laras. Lalu setelah itu, Maudy tersenyum sendiri sambil mencium aroma Meisya yang sangat harum. Dan kemudian, tiba-tiba saja Maudy menjadi sedih, ketika dia mengingat tentang bayinya sendiri.
"Akankah Bairam tercium seperti Meisya?" Tanya Maudy sambil meneteskan air matanya.
"Jika aku menjadi kamu, sekarang aku sudah mati. Bagaimana bisa kamu menahannya selama beberapa bulan ini? Kamu tidak merindukannya sama sekali?" Tanya Laras.
__ADS_1
"Merindukan dia, tidak ada gunanya. Sejak aku tidak akan pernah mendapatkannya kembali. Bahkan jika aku ingin menggendongnya dan menjadi dekat seperti 9 bulan yang lalu. Tapi seorang Ibu seperti aku tidak bisa melakukan apapun" balas Maudy sambil menangis.
Dan mendengar cerita Maudy, maka Laras pun jadi bersimpati. Dia duduk disebelah Maudy dan mengatakan bahwa Maudy pasti bisa mendapatkannya kembali, asalkan Maudy melakukan hal yang sama seperti saat Maudy ingin mendapatkan Adi kembali darinya.
*Sebentar lagi kita akan berada di penghujung cerita ya, jadi jangan lewatkan kelanjutan ceritanya π
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...
__ADS_1