
Didalam kamar inap, Dito mulai hampir tertidur. Tapi dengan sekuat tenaga dia menahan dirinya agar tetap terjaga. Kemudian pas disaat dia menutup matanya, dia merasakan tangan Ibunya bergerak dan memegangnya. Jadi dengan segera Dito pun bangun dan menyentuh tangan Ibunya yaitu Natasya.
"Ibu sudah sadar" kata Dito sambil tersenyum kepada Natasya. Lalu dengan sayang dia mencium tangan Natasya. "Aku sangat merindukan Ibu" ucap Dito lagi.
"Ibu juga sangat merindukan mu nak. Aku merindukanmu setiap hari. Setiap bernafas. Aku minta maaf telat meninggalkan mu" kata Natasya dengan lemah.
"Tidak, Bu. Tidak. Jangan bicara seperti ini lagi. Kita telah bertemu sekarang. Disana begitu banyak yang bisa kita bicarakan" balas Dito dengan lembut.
"Cerita ku? Cerita ku tidak menarik nak" balas Natasya.
"Tapi aku ingin mendengarnya. Tidak peduli apa itu, aku ingin mendengarnya. Tidak peduli berapa lama. Aku akan mendengarkan semuanya" Ucap Dito dengan lembut.
Dengan penuh sayang, Natasya mengulurkan tangannya dan memegang pipi Dito. Kemudian setelah itu dia melihat kearah pintu dan melihat itu, Dito pun bertanya. Lalu Natasya menjawab, kalau dia menanyakan dimana Maudy berada dan mendengar pertanyaan itu, ekspresi Dito langsung menjadi sedih.
"Dia mungkin ada di luar. Kamu ingin menemuinya? Tanya Dito.
"Bisakah kamu memanggil dia untukku?" Balas Natasya.
Maudy pun masuk kedalam ruangan dan menemui Natasya. Lalu dengan segera Maudy meminta maaf kepada Natasya sambil menangis. Dan dengan sikap lembut, Natasya meminta agar Maudy tidak perlu meminta maaf dan menangis, karena ini bukan kesalahannya."Aku yang salah. Jika aku tidak menyuruhmu untuk merahasiakan ini dari suamimu mungkin kau tidak akan melalui masalah ini. Maafkan Ibu karena menyuruhmu berjanji dan ibu sangat berterima kasih karena telah menepati janjimu nak, dan telah merawat Ibu selama ini sendirian. Cuman Ibu yang salah karena tidak menunggu mu di dalam kamar. Jadi jangan menangis, sayang" kata Natasya sambil memegang pipi Maudy.
Lalu setelah itu, Natasya memandang sesaat ke arah Dito dan kemudian meminta agar dia meminta agar Maudy mau melakukan sesuatu untuknya, yaitu sesuatu yang tidak bisa dilakukannya lagi didalam hidup ini.
"Jangan bicara seperti itu. Ibu akan sembuh dan Ibu akan bisa melihat cucu Ibu" kata Maudy.
__ADS_1
"Dito. Dito sayang" panggil Natasya. Jadi Dito pun mendekat.
"Dito. Bisakah kamu tersenyum untukku? Tolong" pinta Natasya dan Dito pun tersenyum. Lalu melihat itu, Natasya memuji senyum Dito yang sangat indah sekali. Kemudian dia mengambil tangan Dito dan meletakkannya diatas tangan Maudy. Lalu dengan erat pun Dito memegangi tangan Maudy sebagai tanda dia sangat bersalah kepada Maudy.
"Ibu yang akan melakukan itu bersama cucu Ibu, Ibu harus kuat" balas Maudy. Dan Dito mendengar itu langsung merasa sedih sebab dia tau pasti Maudy sekarang ini sangat terluka apa yang sudahdi dikatakannya.
Natasya hanya membalasnya dengan senyuman dengan lemah. Kemudian Natasya kembali memanggil nama anaknya. "Dito"
Lalu setelah itu, Natasya memandang sesaat ke arah Dito dan kemudian meminta agar dia meminta agar Maudy mau melakukan sesuatu untuknya, yaitu sesuatu yang tidak bisa dilakukannya lagi didalam hidup ini.
"Jangan bicara seperti itu. Ibu akan sembuh dan Ibu akan bisa melihat cucu Ibu" kata Maudy.
"Dito. Dito sayang" panggil Natasya. Jadi Dito pun mendekat.
"Dito. Bisakah kamu tersenyum untukku? Tolong" pinta Natasya dan Dito pun tersenyum. Lalu melihat itu, Natasya memuji senyum Dito yang sangat indah sekali. Kemudian dia mengambil tangan Dito dan meletakkannya diatas tangan Maudy. Lalu dengan erat pun Dito memegangi tangan Maudy sebagai tanda dia sangat bersalah kepada Maudy.
"Ibu yang akan melakukan itu bersama cucu Ibu, Ibu harus kuat" balas Maudy. Dan Dito mendengar itu langsung merasa sedih sebab dia tau pasti Maudy sekarang ini sangat terluka apa yang sudahdi dikatakannya.
Natasya hanya membalasnya dengan senyuman dengan lemah. Kemudian Natasya kembali memanggil nama anaknya. "Dito"
"Ya, Bu" jawab Dito dengan cepat.
"Bisakah Ibu beristirahat?" Tanya Natasya sambil menyentuh pipi Dito.
__ADS_1
"Ya. Ya Ibu bisa beristirahat sekarang" jawab Dito sambil tersenyum dan berusaha menahan kesedihannya.
"Terima kasih, sayang. Ibu sangat mencintaimu" kata Natasya dengan lemah dan tersengal-sengal.
"Aku juga mencintaimu Ibu" balas Dito..
Kemudian setelah itu, sambil tersenyum bahagia Natasya menutup matanya untuk selama-lamanya. Dan dengan pelan Dito membisikkan ditelinga Ibunya bahwa dia sangat mencintai Ibunya. Lalu Dito pun mulai mengeluarkan air matanya sambil memeluk Ibunya. Sedangkan Maudy yang melihatnya ikut bersedih.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...
__ADS_1