
Keesokan harinya. Dito datang ke rumah Adi, karena dia di undang kesana, dengan alasan bahwa Oma Nina dan yang lainnya ingin melihat Bairam. Serta Oma Nina beralasan bahwa jika mereka semua harus datang kerumah Dito, takutnya nanti bakal ribut.
"Tidak apa. Ini bukan masalah sama sekali. Lagian Bairam juga tidak kesulitan, karena tampaknya dia ingin bertemu dengan Oma terbaik nya, Oma dan kakeknya" jelas Dito.
"Kemudian aku juga seorang Oma?" Tanya Laras.
"Oi! Mengapa kau bertingkah tua? Tidak! Jadi tantenya sudah cukup" balas Farah. Dan semua orang tersenyum mendengar itu.
Kemudian dengan sengaja, Bibi Rina memuji Bairam yang terlihat mirip dengan Dito dan Maudy. Dan setiap orang tersenyum memandang Dito, termasuk Maudy. Namun Dito membalas bahwa Bairam lebih mirip dengan kakeknya. Dan senyum Maudy pun menghilang.
"Begitukah? Tapi jika dia terlihat seperti ku, kemudia dia terlihat seperti Maudy juga. Karena Maudy mirip dengan ku" kata Adi dengan sengaja. Lalu suasana pun menjadi sangat canggung, karena Dito hanya diam saja.
Lalu untuk mencairkan suasana, Farah pun bermain-main dengan Bairam yang berada digendongan Oma Nina. Dan setelah itu, Farah menjelaskan pada Dito bahwa mereka yang akan menjaga Bairam, jadi Dito tidak perlu khawatir. Kemudian Farah menyuruh Maudy untuk menemani Dito mengobrol. Dan Maudy pun langsung mengiyakan.
"Bisakah aku meminta waktumu?" Tanya Maudy kepada Dito. Dan dengan gugup, setiap orang diam menantikan jawaban dari Dito. Namun Dito tidak menjawab, melainkan dia hanya menganggukkan kepalanya saja, tanda 'iya'.
Disamping kolam berenang. Maudy dan Dito duduk bersama. Disana dengan sikap sedikit gugup, Maudy mau membahas tentang pembicaraan mereka yang terakhir kali. Namun seperti berpura-pura bodoh, Dito mengatakan mengenai pembagian hak asuh, Maudy tidak perlu khawatir. Kemudian Dito berdiri dan akan pergi.
Dengan segera Maudy langsung berdiri dan memanggil Dito. "Aku tahu bahwa di masa lalu, aku melukaimu dengan banyak hal. Aku juga terluka. Akankah kamu memberiku kesempatan?" Tanya Maudy langsung.
"Mengapa kamu merepotkan dirimu sendiri? Kamu tidak akan kehilangan bayi nya lagi" balas Dito.
"Aku tidak ingin kehilanga Ayah bayinya juga! Aku tahu, kamu masih marah, tapi kamu tidak membenciku. Tidak peduli betapa dinginnya kamu padaku. Aku tidak akan menyerah dengan mudah. Kamu mengenalku dengan baik. Seorang Maudy. Tolong jangan tolak aku ya" jelas Maudy dengan cepat, dia meminta agar Dito mau kembali bersamanya.
"Aku tidak pernah berpikiran kamu akan mengatakan ini. Tapi kamu benar. Aku tidak membencimu" balas Dito. Dan Maudy pun tersenyum penuh harapan. "Tapi itu bukan berarti, aku tidak belajar dari terluka" lanjut Dito.
"Dito. Kamu tidak melihat itu kan. Aku bukan Maudy yang sama lagi. Tolong berikan aku kesempatan untuk membuktikan itu. Tolong ya" pinta Maudy.
__ADS_1
Namun dengan sikap dingin dan cuek, Dito membalas bahwa itu bukanlah hal yang mudah. Setelah itu Dito pamit dan pergi meninggalkan Maudy yang tampak sangat frustasi.
Didekat air mancur. Dito berdiri dan mengingat semua perkataan Maudy tadi yang meminta agar dia mau memberikan kesempatan lagi. Dan Dito tersenyum kecil.
Diruang keluarga. Maudy menceritakan segalanya dengan kesal kepada setiap orang. Dia merasa seperti ingin menyerah saja, karena dia telah berusaha dan memohon, tapi Dito tidak lagi melembut juga. Dan Maudy merasa tidak tahan lagi dengan Dito yang bermain sulit.
Namun Farah langsung menjelaskan agar Maudy jangan seperti itu, karena kini mereka telah sampai setengah jalan. Jadi tidak mungkin mereka bisa mengulang dari awal lagi. Namun dengan kesal dan keras kepala, Maudy tidak mau lagi.
"Sebelumnya tidak peduli betapa buruknya aku, dia masih mencintai ku" kata Maudy sambil cemberut. Dan tiba-tiba saja, Oma Nina pun memukul meja, karena dia mendapatkan sebuah ide
"Kemudian bagaimana bila begini, jika kau mencintai kejahatanmu, maka jadi lah sejahat mungkin. Percayai aku" kata Oma Nina. Dan seperti mengerti, Maudy pun tersenyum.
...************...
Malam hari. Saat akan menyalakan mobilnya, Dito merasa heran karena mobilnya sama sekali tidak bisa hidup. Dan seperti berpura-pura tidak tahu, Adi bertanya apa mobil Dito tidak bisa hidup. Lalu Dito pun mengiyakan.
"Bagaimana kamu tahu itu tikus?" Balas Dito.
"Ow. Dari dalam rekaman mu" balas Maudy dengan santainya. Lalu dia berbicara kepada Bairam yang berada di dalam gendongannya. "Bairam. Tikus dirumah ku sangat ganas. Mereka pernah merusak mobil Ayahku sebelumnya" kata Maudy. Dan setiap orang tersenyum penuh arti.
Lalu seperti mengerti dengan senyum penuh arti mereka semua, maka Dito pun mengeluarkan hape nya untuk menghubungi bengkel. Namun Oma Nina langsung mengata bahwa ini sudah larut malam sekali, jadi mana ada bengkel yang masih buka. Kemudian Oma Nina menyarankan agar Dito menginap saja dulu disini.
"Aku tidak bisa. Aku tidak mempersiapkan cukup susu untuk Bairam" kata Dito menolak.
"Apa yang kamu takutkan? Banyak persediaan susu disini" balas Maudy. Dan setiap orang tersenyum setuju dengan Maudy.
"Astaga Bibi Farah, kamu harus mengantarkan Oma Nina, kan? Bisakah kamu menumpang..."
__ADS_1
"Tidak" balas Oma Nina dan Farah secara bersamaan, sebelum Dito selesai berbicara.
"Mm... Cara menyetir Farah sangat jelek. Aku tidak ingin kamu membahayakan cucu ku" kata Oma Nina beralasan, saat melihat pandangan curiga dari Dito.
"Ya. Selalu banting ke kanan dan ke kiri. Jadi biarkan lah Bairam tinggal disini. Lagian disini banyak kamar" tambah Farah.
"Iya, itu benar. Tinggallah disini malam ini. Aku tidak merasa enak, jika kamu menaiki taksi. Pertimbangkan lah kebahagiaan semua orang dewasa ini" kata Adi, menambahkan juga.
"Beritahu Ayahmu, kamu akan tidur dengan Ibumu malam ini, ya?" Tanya Maudy kepada Bairam. Dan mereka semua mengangguk. Lalu karena itu, maka Dito pun setuju untuk menginap malam ini saja. Dan mereka semua tampak sangat senang.
"Tapi..." Kata Dito. Dan dengan gugup, Maudy menantikan apa yang ingin Dito katakan. Tapi ternyata Dito malah tidak jadi mengatakan nya.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...
__ADS_1