
..."Author mulai hari ini akan setiap hari updatenya, jadi jangan sampai kelewatan"...
...πΈ...
...πΈ...
...πΈ...
...Happy Reading...
...πΈ...
...πΈ...
...πΈ...
Setelah pulang dari Vihara. Dito mengucapkan terimakasih kepada Diana dan Pak Joko karena telah mengizinkan mereka berdua untuk ikut. Dan Pak Joko membalas bahwa ini adalah sebuah kehormatan untuk bisa mengundang Maudy dan Dito pergi berdoa bersama.
Kemudian karena harus memetik lotus, maka Danang dan Bu Diana pun pamit untuk pergi duluan. Namun Pak Joko menahan Danang, jadi Diana pun pergi sendirian. Dan kemudian, Pak Joko memberikan sebuah kalung sebagai hadiah ulang tahun buat Danang. Dan menerima itu, Danang sangat bahagia sekali dan memeluk ayahnya.
Namun Maudy yang melihat itu, dia tampak sedih dan ingin menangis.
Ditempat istirahatnya sambil memandangi pemandangan, Maudy menghapus air matanya yang telah tumpah. Dan melihat itu, Dito datang mendekati Maudy.
"Bagus, itu membuatku teringat tentang masa kecilku. Ayahku juga suka memberikan kejutan padaku dengan hadiah dan tinggal di sisiku seperti itu. Aku harusnya tetap kecil selamanya" kata Maudy dengan sedih
"Ayahmu masih mencintai mu dan menghawatirkan kan kamu" balas Dito yang mendekati Maudy.
Maudy yang tadinya membelakangi Dito, akhirnya menghadap ke arah Dito. Maudy menjelaskan bahwa sebelum dia wisuda, ayahnya pernah bilang, ketika dia kembali maka mereka akan menghabiskan banyak waktu bersama untuk mengganti tahun-tahun yang telah hilang. Namun kenyataannya, ayahnya malah menikah lagi.
__ADS_1
"Maudy. Pagi ini kamu bertanya padaku kan, apa ayahmu menelpon ku atau mengirim pesan Wa? Dan aku bilang tidak. Tapi sebenarnya..." Kata Dito sambil menunjukkan apa yang ada di hpnya kepada Maudy.
Dan disaat Maudy melihatnya. Dia baru tahu bahwa ternyata selama ini Dito selalu memberikan update mengenai apa saja yang dia lakukan Kepada Adi. Dan melindungi itu, Maudy kembali protes.
"Karena itu aku tidak memberitahumu. Aku takut kamu akan menjadi seperti ini" jelas Dito
"Apa yang dipedulikannya? Didalam pikirannya hanya ada istri barunya" balas Maudy
"Jika kamu berpikir begitu, maka cobalah lihat itu" kata Dito
Kemudian Maudy melibatkan kembali handphone Dito. Dia melihat semua foto yang Dito kirimkan kepada Adi. Dan lalu Dito menyarankan agar Maudy membaca chatnya juga, buka hanya foto. Lalu Maudy pun menscroll ke atas.
Pesan Chat Adi
Apa yang Maudy lakukan?
Maaf untuk selalu bertanya padamu, karena akhir-akhir ini Maudy tidak membalas pesanku. Bagaimanapun tolong jaga putriku. Dan tolong beritahu dia bahwa dia sangat manis ketika berpakaian seperti itu.
Membaca semua chat yang ada membuat Maudy kembali menangis. Dan Dito kembali menjelaskan bahwa Adi masih peduli dengannya. Kemudian karena tidak bisa menahan kesedihannya, maka Maudy berjalan menuju ke arah kebun bunga untuk menangis disanadan menenangkan hatinya.
Dito yang mengikuti Maudy, dia berdiri diam belakang Maudy. Dan disaat menyadari kehadirannya, maka Maudy pun menanyakan, "Kenapa Kau Mengikutiku"
"Aku tidak bisa membiarkan kamu menangis sendirian. Ini adalah kewajibanku untuk bertanggung jawab pada perasaamu" jelas Dito
"Itu janji mu pada Ayahku kan? Apapun yang tidak bisa dilakukannya, dia akan melemparkan itu kepadamu sebagai gantinya kan? Jadi dia begitu bahagia, ketika aku bilang bahwa aku akan menikah denganmu, karena bebannya akan menghilang" balas Maudy
Dito mencoba untuk membuat Maudy mengerti, namun Maudy tidak mau mengerti. Dia mengatakan bahwasanya Dito belum pernah merasakan perasaannya, jadi Dito bisa dengan mudah mengatakannya.
"Tidak peduli itu mudah atau sulit. Tapi itu tergantung pada hatimu. Kamu menghawatirkan ayahmu, jadi kamu menghalangin Laras. Selama ini, kamu tidak mau ayahmu menderita. Namun apa yang terjadi adalah Ayahmu terluka karena tidak memiliki Laras didalam hidupnya. Dan kamu tidak bisa menerima ini" jelas Dito
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa menerimanya? Sejak aku tahu bahwa wanita itu tidak benar-benar bagus seperti yang Ayah pikirkan" balas Maudy dengan nada kesal
"Tapi kamu tidak pernah mencoba untuk baik padanya. Kamu telah melewati tahap pertama, yaitu menerima perceraian kedua orang tuamu. Sekarang kamu hanya perlu melewati tahap kedua, yaitu menerima jalan baru kedua orang tuamu" jelas Dito
Maudy tetap tidak menerima itu, dia takut bawah suatu saat bagaimana jika Laras meninggalkan Ayahnya. Dan Dito membalas bahwa itu adalah kewajiban Maudy untuk menghibur Ayahnya.
Mendengar itu, Maudy merasa itu tidak adil. Karena ketika ayahnya lemah, Dito datang untuk menghiburnya. Tapi ketika dia lemah, dia tidak bisa menghibur Ayahnya sama sekali. Dan Maudy kembali menangis lagi, dengan sigap Dito mendekati Maudy dan memeluknya.
"Ada aku. Aku akan menghiburmu sampai hari kamu kembali kuat seperti sebelumnya. Aku akan berdiri disini. Dan menjadi penghiburmu. Menjadi keluargamu. Tidak peduli berapa lama, selama kau menginginkannya" ucap Dito yang menghibur Maudy.
Kemudian Maudy mengangkat tangannya dan membalas pelukan Dito. Lalu dia pun menumpahkan semua kesedihannya di dalam pelukan Dito.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like π Dan Komen π¬ yah ππ...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...
__ADS_1