
...πΈπΈπΈ...
...πΈπΈ...
..."Permusuhan"...
Setelah Dito mengantar mereka pulang dan sampai di dalam kamar. Laras langsung menyarankan agar Dito kembali kerumah kecil. Dan Adi menambahkan agar Dito segera berbaikan dengan Maudy. Lalu Dito berterima kasih kepada mereka berdua. Kemudian keluar dari dalam kamar dan menuju rumah kecil.
Tetapi disaat Dito keluar dari dalam kamar, Elsa langsung menghampiri tangan Dito. Dia tampak seperti memang sudah menunggu Dito dari tadi. Dan dengan sengaja, Dito ingin berjalan pergi serta mengabaikan Elsa. Tapi Elsa dengan segera menarik tangan Dito dan menahannya.
"Ada apa?" Tanya Dito.
"Mm... Aku hanya mau memberikan selamat padamu. Karena kamu akan menjadi seorang Ayah" kata Elsa dengan sikap pura-pura polos.
"Ayah?" Tanya Dito dengan heran.
"Barusan aku pergi untuk membuang sampah dan aku menemukan ini terjatuh di samping tempat sampah. Jadi aku membawanya padamu" kata Elsa sambil menunjukkan buku kehamilan Maudy dan Dito pun membuka serta melihat isi buku tersebut.
"Bagaimana bisa mereka salah membuang nya? Jika itu aku, aku akan menjaganya dengan baik. Apalagi ini anak pertama" kata Elsa dengan sengaja untuk membuat Dito salah paham. "Apa yang salah? Segera kamu akan menjadi seorang Ayah. Tapi kamu malah bertindak seperti baru mengetahuinya" kata Elsa lagi.
Lalu saat Dito hanya diam saja dengan raut wajah yang tampak terkejut. Elsa kembali berbicara,"Atau... Apa kamu benar-benar baru tahu? Astaga ya ampun" kata Elsa semakin memanas-manasi Dito.
__ADS_1
Dirumah kecil. Maudy kebingungan mencari buku tersebut, karena seingatnya dia meletakkan buku tersebut diatas lemari tadi, tapi kini tidak ada. Lalu dengan cemas, Maudy pun mulai melihat ke sekeliling dan mencari buku tersebut. Dan tepat disaat itu, Dito datang.
Dito menunjukkan buku kehamilan tersebut kepada Maudy dan bertanya apa maksudnya ini. Dan dengan heran, Maudy pun bertanya balik mengapa buku tersebut ada dengan Dito, lalu Maudy ingin mengambilnya tapi Dito tidak membiarkan Maudy.
"Ini tidak penting. Yang penting adalah mengapa kamu tidak memberitahu ku. Kamu pergi ke prenatal care hari ini, tapi mengapa Daniel yang menemani mu? Seharusnya aku jadi pertama yang mengetahui tentang bayi ini, bukan dia" kata Dito dengan nada marah.
Kemudian Dito mengambil barang belanjaan Maudy yang berada di atas meja. Dia mengatakan harusnya dia yang mengangkatkan barang ini. Lalu Dito pun ingin membawa semua barang tersebut keluar. Dan tentu saja, dengan kebingungan, Maudy menahan Dito.
"Mengembalikan ini kepada dia dan membiarkan dia tahu, bahwa ini bukan kewajibannya untuk menjaga istri orang lain. Serta mencoba untuk merusak keluarga seseorang" kata Dito dengan keras.
Mendengar itu, Maudy pun kembali mengungkit tentang Dito sendiri yang telah diam-diam menjaga wanita lain (yaitu Laras) dan juga merusak keluarganya. Dan karena salah paham, Dito menganggap bahwa alasan Maudy tidak memberitahunya adalah karena Maudy ingin membalasnya. Lalu karena emosi, maka Maudy mengatakan bahwa dia sangat puas.
"Aku tidak peduli, jika kamu tahu setelah atau sebelum Daniel, atau tidak sama sekali. Karena aku tidak pernah berpikir untuk memberitahukan mu tentang bayi ini" kata Maudy yang telah terpancing emosinya.
"Mengapa? Atau apa kamu sudah lupa mengapa kita menikah? Aku tidak pernah ingin menikah dengan mu. Walaupun aku hamil bayi ini, aku tidak akan mau memberitahukan mu, karena semua masalah ini kau sendiri yang buat, kau yang mulai sendiri menyembunyikan Laras dan tidak pernah sekalipun memberitahu ku. Ingat sekali lagi aku tidak akan pernah menganggap kamu adalah Ayah dari bayi ini!" kata Maudy.
Mendengar perkataan Maudy, maka Dito pun terdiam sesaat. Lalu dengan perasaan kecewa dan terluka, Dito pun menjadi lemas. Dia menjatuhkan buku kehamilan tersebut dan semua belanjaan Maudy yang dipegangnya.
"Jika kamu tidak menyayangiku, maka tidak apa. Aku tetap adalah Ayahnya. Aku akan menjaga anakku. Jangan pernah menganggap Ayah dari bayi itu tidak ada dan jangan pernah melampiaskan emosi mu ke anak kita" kata Dito
"Itu anakku, bukan anakmu" balas Maudy.
__ADS_1
Maudy yang ingin bicara untuk menjelaskan. Tapi Dito langsung memotong perkataan Maudy, dia mengatakan bahwa dia akan memberikan apapun yang Maudy mau sebagai ganti Maudy mengizinkan Dito merawat dan menemani Maudy disaat hamil.
"Baiklah aku akan menerimanya. Tapi kamu perlu melakukan seperti apa yang pernah kita janjikan pada saat pernikahan kita" kata Maudy.
Janji tersebut adalah Dito harus pergi tanpa apapun. Sebagai ganti untuk Dito bisa merawat dan menemani Maudy disaat hamil dan Dito pun setuju.
Maudy masuk kedalam kamarnya dan mulai menangis, menumpahkan rasa sedih dan sakitnya. Namun karena Dito telah pergi, maka Dito pun tidak mengetahui hal tersebut.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
__ADS_1
...ππ...