Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 61


__ADS_3

Keesokan harinya. Pada pagi hari Maudy seperti bermimpi buruk. Dia tampak sangat gelisah dalam tidurnya dan ketika dia terbangun, lalu melihat ke samping tempat tidur yang kosong. Maudy tampak sangat sedih sekali sambil meraba tempat kosong disampingnya.


Ketika telah siap dan keluar dari kamar. Maudy melihat Dito yang ternyata telah menyiapkan jus jeruk untuknya. Dan dengan sikap penuh perhatian, Dito memanggil Maudy untuk mendekat. Lalu dia memberikan jus jeruk tersebut kepada Maudy.


Dan dengan sikap kebingungan serta ragu, maka Maudy pun hanya memegang gelas yang berisi jus jeruk tersebut. Lalu dia menguatkan dirinya untuk mulai bicara, tapi sayangnya di saat itu hape Dito berbunyi.


Dito mengangkat hapenya tersebut. Kemudian setelah selesai berbicara di telepon, Dito memberitahu Maudy bahwa Farah datang untuk sarapan bersama. Dan dengan raut yang tampak sedih, karena tidak bisa bicara, Maudy pun hanya mengangguk pelan.


Diruang makan. Farah menyiapkan air kelapa untuk Laras agar bayi Laras memiliki kulit yang bagus, seperti kulit Maudy. Dan Laras pun berterima kasih. Lalu Farah mengingatkan agar Maudy meminumnya juga, karena itu sangat bagus untuk kulitnya.


Namun ketika Maudy ingin meminumnya, Dito langsung melarang Maudy. Dia mengatakan bahwa dia mendengar kalau wanita yang baru mengandung, beresiko keguguran jika mereka meminumnya. Dan Farah pun membalas kalau itu tidak benar.


Kemudian seperti sadar akan sesuatu, Farah pun bertanya siapa yang sedang hamil dan Dito pun menjawab Maudy. Lalu ketika mendengar itu, Farah serta Adi pun langsung menjadi sangat senang, karena itu adalah berita yang sangat bagus.


"Jadi itu berarti kalian tidak bertengkar lagi kan?" Tanya Adi dengan senang.


"Ya. Kamu saling mengerti sekarang" jawab Dito sambil memegang tangan Maudy.


Lalu dengan gembira, Farah pun mengajak setiap orang untuk bersulang. Karena dia sangat bahagia akan menjadi seorang Nenek. Dan Maudy pun tersenyum sambil menatap ke arah Dito, tapi Dito memalingkan wajahnya, Maudy langsung tampak sedih melihat hal itu.

__ADS_1


Ditepi kolam berenang, dalam perjalanan menuju ke rumah kecil. Ketika melihat ke sekeliling dan tidak ada orang, Maudy langsung menarik tangan Dito yang berjalan di depannya. Lalu Maudy menayangkan apa yang sedang Dito lakukan, kenapa Dito bersikap seperti tidak ada yang terjadi dengan mereka.


"Aku tidak melupakan perjanjian kita. Tapi aku tidak ingin mengatakan itu di depan setiap orang. Karena alasan yang sama seperti kamu. Setiap orang begitu bahagia tentang anak kita... Jika aku membicarakan tentang perjanjian kita, maka setiap orang tidak akan menyetujuinya" jelas Dito.


"Bagus. Kita setuju dengan ini. Jadi di depan orang lain, kita akan berpura-pura baik-baik saja. Tapi ketika tidak ada orang lain, jangan berpura-pura" balas Maudy, yang tidak tau bagaimana perasaannya sekarang.


Saat Maudy berbalik untuk pergi, Dito menarik tangan Maudy. Lalu dia menjelaskan bahwa sikapnya pagi ini bukanlah pura-pura. Dan Maudy pun ingin bertanya maksud Dito, tapi Dito langsung memotong perkataan Maudy.


"Maudy. Bisakah aku bertanya sesuatu padamu? Apa yang ingin kutanyakan... Aku ingin kita menghabiskan sisa waktu kita bersama-sama dengan bahagia" kata Dito.


"Apa. Ingat batasan mu" jawab Maudy.


"Aku tahu ini memaksamu. Tapi beberapa bulan ini, kurang dari satu tahun, kamu harus memaksakan dirimu sendiri untuk menjadi baik padaku. Sebelumnya kamu tidak akan butuh melakukan apapun selama hidupmu. Aku tidak memiliki apapun untuk menggantikan. Aku mohon padamu. Aku mohon. Terima kasih. Terima kasih. Maudy" kata Dito dengan pandangan sedih.


Hari demi pun berganti. Maudy melakukan pemotretan sebagai peringatan 10 minggu kehamilannya dan Dito lah yang menjadi juru fotonya. Lalu karena merasa tidak nyaman, maka Maudy ingin menyudahi pemotretannya. Tapi Adi dan Farah ingin tetap Maudy melakukannya.


"Bahkan jika kamu 10 kali lebih besar. Kamu masih tetap cantik" kata Dito memuji Maudy.


Lalu pemotretan dilanjutkan dan Dito pun ikut berfoto bersama dengan Maudy. Sedangkan Farah menggantikan Dito sebagai juru kameranya. Dan dengan perasaan sedih, Maudy memaksakan dirinya untuk tetap tersenyum saat bertatapan dengan Dito.

__ADS_1


...***********...


Dirumah sakit disaat Dito menemani Maudy untuk melakukan USG dan dengan sangat senang, Maudy tersenyum melihat bayinya dilayar. Namun saat dia melihat Dito yang juga tampak sangat bahagia, dengan cepat Maudy merubah ekspresinya menjadi tidak bahagia m


Saat foto USG bayi mereka dicetak, Maudy duluan mengambilnya dan tidak membiarkan Dito melihatnya.


Usia 20 Minggu. Maudy dan Dito kembali melakukan pemotretan dan dengan perasaan sayang Dito mencium perut besar Maudy.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2