Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 46


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


...🌸🌸...


..."Kecemburuan"...


Sementara dirumah kecil. Dito telah menyiapkan banyak sekali makanan enak dia atas meja makan. Dengan sabar Dito menantikan Maudy, tapi sampai waktu telah lama berlalu, Maudy tidak kunjung datang. Namun Dito tetap menanti kedatangan Maudy, dia memeriksa ke arah luar rumah dan menunggu disana sambil terus memperhatikan jam ditangannya.


Tapi Maudy sama sekali tidak datang. Kemudian kerena itu, Diro pun mulai makan duluan. Dan sambil makan dia masih menunggu Maudy. Tapi sampai akhir, sampai Dito selesai makan, Maudy tetap tidak ada datang sama sekali.


Pagi harinya. Dengan bersemangat, Maudy membawa masakannya dan berjalan menuju ke rumah yang mereka tempati. Disaat berjalan Maudy tetap memikirkan bagaimana cara menjelaskan yang baik kepada Dito nantinya.


"Kemarin Ayah tidak mau makan. Jadi aku memeriksanya. Dan kemudian aku ketiduran. Ooh... Mengapa aku harus menjelaskan semua ini? Mulai dari awal... Ini adalah apa yang aku buat sejak kemarin, kamu mau makan atau tidak?" Gumam Maudy.


Pas disaat itu pintu terbuka dan Lula keluar. Lalu Maudy pun menyuruh Lula untuk memanggil Dito keluar, karena dia membawakan makanan untuknya. Tapi sayangnya, Dito telah pergi ke kantor, jadi dia tidak ada di dalam rumah. Kemudian mendengar itu, Maudy pun menjadi keheranan, karena setahunya ini adalah hari libur.


"Aku bertanya padanya, dia bilang ada pelatihan karyawan hari ini" jelas Lula


"Dia tidak pernah memberitahuku kemana dia pergi. Tunggu dan lihat saja. Aku akan menghabiskan semuanya. Jangan makan" gumam Maudy dengan kesal mengetahui itu.


Di dalam ruang makan besar. Maudy mulai memakan semua masakannya sendirian. Disaat itu juga Maudy melihat IG nya, dia melihat para karyawan serta Dito dan Melisa sedang bersenang-senang. Lalu melihat itu, Maudy pun menjadi sangat terkejut, karena Melisa berada disana juga.


Direstoran. Melisa bersama para karyawan lain sedang mengadakan makan bersama. Disana dia menjelaskan bahwa dia sangat bersemangat karena mulai bekerja di Green Dream. Kemudian untuk merayakannya, Dito mengambil sebuah sushi dan menyuapi Melisa.

__ADS_1


Dan tepat disaat itu Maudy datang. Lalu sangking terkejutnya melihat kedatangan Maudy, maka Dito tanpa sengaja menjatuhkan sushi yang berada di sumpitnya. Karena itu juga, semua karyawan pun ikut kaget dengan kedatangan Maudy.


"Bisakah aku duduk? Suamiku" kata Maudy dengan sikap pura-pura ramah kepada Dito sambil memandang intimidasi ke arah Dito. Lalu Maudy menjelaskan bahwa dia sangat terluka, karena semua orang sedang merayakan bergabungnya Melisa, tapi tidak ada seorang pun yang mengundangnya. Terutama dengan sang suami yang tidak memberitahukan dirinya. Hingga akhirnya Maudy melihat postingan foto dari IG Nilang.


Mengetahui kalau Nilang adalah sumber kekacauan nya. Eric pun langsung menyikut Nilang dengan pelan. Sedangkan Nilang sendiri kebingungan, karena tidak menyangka hal ini terjadi.


"Aku kira kamu sibuk menjaga Paman. Jadi aku tidak ingin mengganggu mu" jelas Dito.


"Ayahku adalah Ayah mertuamu. Berapa kali aku bilang padamu untuk memanggilnya Ayah mertua?" Kata Maudy dengan nada manja sambil memegang dagu Dito. Dan mendengar itu setiap orang pun tersenyum malu-malu dengan sikap yang canggung.


Kemudian Maudy menanyakan kepada Melisa, apa yang Melisa pikirkan untuk pindah bekerja disini. Dan Melisa pun menjelaskan bahwa tiga cabangnya telah ditutup, jadi Melisa bebas memutuskan untuk bekerja di mana pun lagi.


"Lalu Dito..." Jelas Melisa.


"Ya. Aku pikir dia berbakat dan bisa berbicara 5 bahasa. Jadi aku mengundangnya untuk bekerja" jelas Dito.


"Aku tidak mengatakan apapun. Itu bagus. Bawa semua yang berbakat dan cantik untuk bekerja di Green Dream, jadi perusahaan akan sejahtera dan itu menyenangkan di mata bos juga" balas Maudy sambil tersenyum memandang sinis Dito.


Lalu dengan sikap canggung, mereka pun mulai makan kembali. Karena Maudy meminta, maka Dito pun mengambilkan makanan untuknya. Lalu melihat itu, semuanya tertawa dengan canggung, berpura-pura seolah mereka senang.


Setelah makan-makan selesai. Semua karyawan segera beralasan bahwa mereka masih mau pergi untuk makan bersama lalu meninggalkan Maudy, Dito dan Melisa. Karyawan yang telah pergi begitu pun dengan Melisa pamit pergi. Maudy menjelaskan kepada Dito bahwa Ayahnya ingin menemui Dito untuk membicarakan masalah pekerjaan.


"Bilang ke Paman, mungkin aku pulang sorean. Karena masih banyak urusan yang harus aku selesaikan" kata Dito.

__ADS_1


"Urusan apa?" Tanya Maudy dengan penasaran.


"Urusan pribadi" jawab Dito. Kemudian berlari kecil menyusul Melisa yang belum jauh.


"Mengapa sih dia masih marah? Seharusnya kan aku yang marah melihat dia bermesraan dengan wanita lain" gumam Maudy dengan kesal melihat Dito yang begitu akrab dengan Melisa.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like πŸ‘ Dan Komen πŸ’¬ yah 😁😁...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...

__ADS_1


__ADS_2