Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 79


__ADS_3

Setelah Maudy agak tenang, Daniel menayangkan mengapa semuanya bisa menjadi seperti ini. Dan Maudy menjawab bahwa dia juga tidak tahu. Tepat disaat itu, Dito masuk. Tapi mereka berdua tidak menyadari hal itu.


"Aku hanya tahu, jika aku bisa mengembalikan waktu. Aku tidak akan memiliki bayi ini sama sekali" kata Maudy sambil menangis. Dan Daniel pun memeluk bahu Maudy. Sementara Dito, dia tampak sangat terkejut.


"Aku begitu sakit. Aku tidak seharusnya membiarkan dia lahir. Melepaskan dia adalah hal paling menyakitkan di dalam hidupku" kata Maudy sambil menangis tersedu-sedu. Lalu Dito pun keluar dari dalam ruangan.


Maudy melanjutkan perkataannya, ketika bayi nya membuka mata, hubungan ibu dan anak akan berakhir. Dan bukan dia tidak ingin menghibur anaknya ataupun memeluk anaknya. Tapi dia sangat takut bahwa jika dia melakukan itu, maka di masa depan, ketika dia tidak memiliki bayinya, maka bagaimana dia akan bisa hidup.


"Aku tidak bisa memikirkan itu tapi bagaimanapun ini sudah terjadi" kata Maudy sambil terus menangis.


Dito mengingat perkataan Maudy yang didengar nya barusan. Dan mengingat itu, Dito pun mengeraskan hatinya. Tapi yang didengarnya hanya sebagian saja dan membuat Dito menjadi salah paham lagi.


Besok harinya Adi dan Farah sama sekali tidak percaya bahwa Dito telah membawa pergi Bairam (Nama bayi Dito dan Maudy yah). Tapi Maudy hanya diam saja dan bersikap biasa. Sehingga membuat Farah dan Adi menjadi sangat heran sekali.


Maudy mengingat saat sebelumnya, Dito datang ke kamarnya sambil menggendong bayi mereka. Dito mengatakan kepadanya bahwa dia mau mengucapkan selamat tinggal. Dan tanpa memandang ke arah Dito, Maudy pun membalas bahwa sebaiknya Dito cepat pergi, sebelum Ayah dan Ibu nya datang.


Flashback on


"Jika itu yang kamu inginkan, maka terserah padamu" kata Dito sambil mencoba menahan ksee. "Apa kamu ingin mengucapkan selamat tinggal kepada bayi kita? Untuk terakhir kalinya" tanya Dito. Tapi Maudy hanya diam saja.


Lalu karena itu, Dito pun akhirnya menyerah. Dia mengucapkan terima kasih, karena Maudy setuju memberikan Bairam kepadanya. Kemudian saat Maudy masih diam saja, maka Dito pun pergi sambil membawa anaknya. Dan ketika akhirnya Dito telah keluar dari kamar, Maudy mulai menangis.


Flashback off

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dirumah besar. Adi menanyakan kepada Maudy, mengapa Maudy tidak memberitahu kepada mereka mengenai masalah sebesar ini. Tentang perceraian dan memberikan Bairam kepada Dito. Serta dengan heran, Adi menanyakan bagaimana bisa Dito dan Maudy memutuskan hal itu.


"Tapi itu lebih baik daripada hidup bersama-sama tapi tidak bahagia. Kamu yang memberitahuku bahwa orang yang tidak saling mencintai, bila tinggal bersama, rasanya tidak berbeda daripada nerakax kata Maudy.


Farah yang ada disana langsung memotong perkataan Maudy. Namun Maudy tetap melanjutkan, Maudy mengatakan bahwa Farah juga sama, Farah pernah mengatakan bahwa perceraian adalah hal yang normal. Lalu Maudy menanyakan, apa salahnya jika melakukan hal yang sama.


"Kesalahan kamu harusnya menjadi pelajaran untukmu. Bukan alasan untukmu mengikuti jejak kami. Ibumu dan aku bercerai karena kami tidak saling mencintai lagi. Tapi kamu dan Dito tidak seperti itu" kata Adi berusaha menasehati Maudy.


"Kamu dan Ibu tidak saling mencintai. Tapi Dito dan aku mungkin tidak pernah saling mendukung" balas Maudy dengan kesedihan yang ditahan.


"Itu tidak benar. Dito sangat mencintaimu. Kamu yakin itu. Atau kamu tidak akan membiarkan Dito untuk menikahi kamu. Maudy. Kamu akan membiarkan seseorang yang mencintaimu sebanyak ini pergi begitu saja?" Tanya Farah.


Mendengar serta melihat betapa sedihnya Maudy. Maka Adi dan Farah pun terdiam, karena mereka tidak tahu harus mengatakan apapun lagi.


Laras yang sempat mendengar percakapan antara Adi, Farah dan Maudy sempat merasa heran. Laras juga memberitahu kepada Adi, dia mengatakan kalau dia tidak percaya bahwa Dito serta Maudy tidak lagi saling mencintai. Dan Adi pun setuju, dia berpikiran bahwa sebenarnya Maudy tidak ingin kehilangan Dito dan Bairam.


"Aku pikir, aku mengerti Maudy dengan baik. Penolakan adalah bentuk pertahanan diri. Sejak dia tidak yakin bahwa dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Maka lebih baik dia tidak menginginkannya. Dia berpikir bahwa memilih jalan ini akan sedikit sakit saja. Tapi dia lupa bahwa pa di akhirnya, jalan ini lebih sakit" jelas Laras di Adi pun menjadi mengerti.


...****************...


Dilain rumah. Dito menaruh foto Bairam yang telah dibingkai nya. Kemudian lama dia diam dan menatap foto tersebut. Lalu karena Bairam menangis, maka Dito pun langsung mendekati Bairam dan menggendongnya agar bisa tenang.

__ADS_1


Hari selanjutnya. Dito menggantikan popok yang digunakan oleh Bairam. Dito membuatkan susu untuk Bairam. Dito terus menggendong Bairam selama siang sampai sore, hingga akhirnya Bairam mulai tenang dan tertidur.


Ketika sedang berada di kamar mandi dan menggosok gigi. Tiba-tiba saja Bairam mulai menangis kembali. Jadi Dito pun segera keluar dari kamar mandi. Dan sambil menghibur anaknya, Dito menggosok giginya dan mengeringkan dirinya dengan sangat cepat. Kemudian setelah itu dia pun menggendong bayinya serta memberikannya minum susu.


Dito terus menggendong Bairam agar tidak menangis. Hingga sampai tengah malam, Dito mulai mengantuk, tapi dia menahannya. Dan ketika akhirnya Bairam telah benar-benar tertidur. Barulah Dito bisa tidur juga.


Disisi lain. Dikamar. Maudy sama sekali tidak bisa tertidur. Dia berbaring dengan mata terbuka, sambil terus menatap pada tempat kosong disisinya.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like 👍👍...


...Komen 💬💬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...👋👋...

__ADS_1


__ADS_2