Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 37


__ADS_3

Sedangkan Dito dan Maudy yang barusan tiba di rumah kecilnya.


"Baru saja tiba, tapi aku sudah rindu" kata Maudy


"Ketika kita bebas, aku akan membawamu berjalan-jalan lagi" balas Dito


Lalu Maudy pun setuju, namun dia mengingatkan agar lain kali Dito memesan dua kamar. Dan Dito membalas bahwa kini mereka berdua sudah menikah, jadi tidak perlu. Kemudian dengan sinis, Maudy bertanya apa Dito mau tidur didepan pintu lagi. Dan Dito pun tersenyum.


Pas disaat mereka memasuki kamar, ternyata disana Adi dan Farah telah menunggu mereka. Melihat itu, dengan bangga Maudy menanyakan apa mereka berdua begitu merindukannya, sehingga mereka datang dan menunggunya. Namun Adi dan Farah tidak membalas. Dengan sikap gugup, mereka berdua melihat ke arah Dito bukan Maudy.


Kemudian dengan sedikit ragu, Farah menyerahkan surat dari Natasya kepada Dito. Dan melihat itu, Dito tampak sedih. Lalu seperti tampak mengerti, maka Maudy pun diam.


Saat melihat Dito yang masih sibuk mengeluarkan baju-baju di dalam koper untuk dicuci. Maka Maudy pun mendekatinya, lalu dia menanyakan apa Dito sudah membuka surat dari Ibunya. Namun Dito dengan sengaja tidak menjawab pertanyaan Maudy, dan mengelak mengatakan bahwa Bi Rina telah menunggu baju mereka untuk dicuci.


Kemudian Maudy pun ingin membantu, tapi Dito menahan Maudy dan mengatakan bahwa dia akan melakukannya sendiri dan tidak mau dibantu. Dan tepat disaat itu Dito melihat sebuah kotak hadiah yang ada didalam kopernya, lalu melihat itu Dito tampak sedih.


Dito yang mau membuang kotak itu ke tempat sampah, dengan segera Maudy menahan Dito. "Kamu memilih ini sendiri untuk Ibumu" kata Maudy


"Tidak ada gunanya disimpan. Sejak orang yang ingin aku berikan...sudah tidak ada disini lagi" balas Dito dan menarik kotak itu dari tangan Maudy, tapi dengan sigap Maudy menahan Dito.

__ADS_1


"Ini tidak seperti kamu. Kamu bilang sendiri, tidak ada di dunia ini yang harus dibuang" balas Maudy.


Mendengar perkataan Maudy, maka Dito pun melepaskan kotak itu dan membiarkan Maudy mengambilnya. Lalu Maudy mengatakan kepada Dito bahwa jika Dito tidak ingin menyimpan ini maka dia yang akan menyimpannya, sampai mereka bisa menemukan Natasya dan memberikan ini kepadanya.


"Bagaimana jika kita tidak menemukannya?" Tanya Dito


"Kita belum mencoba, jadi bagaimana bisa kamu mengatakan itu?" Balas Maudy


Kemudian Maudy berdiri dan menyimpan kontak tersebut didalam laci dan mengambil surat dari Natasya yang disimpan oleh Dito tadi. Setelah itu, Maudy memberikan surat tersebut kepada Dito.


"Kita mungkin akan menemukan beberapa petunjuk di dalam sini" kata Maudy sambil menyodorkan surat tersebut. Dan Dito menerima surat itu, namun Dito ragu untuk membuka surat tersebut


Melihat itu, dengan alasan ingin mengantarkan pakaian kotor, Maudy yang ingin memberikan ruang untuk Dito membaca surat tersebut sendirian. Tapi Dito meminta agar Maudy tetap bersamanya selama dia membaca surat dari Ibunya.



Membaca ke seluruhan surat tersebut membuat Dito tampak kecewa sekaligus sedih. Dia mengatakan bahwa dia sudah terbiasa, karena dia bukan pertama kalinya dan orang sepertinya memang lahir untuk sendiri.


"Jangan mengatakan kamu sendiri lagi. Bagaimana kamu bisa sendirian? Apa kamu lupa bahwa kamu masih memiliki aku" kata Maudy dengan tegas sambil memegangi pipi Diro dan menatap mata Dito.

__ADS_1


"Ada aku. Senyum paling indah milikmu keluarga hangat yang kamu inginkan. Aku akan menjadi segalanya untukmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kita akan melewati bersama-sama, Dito" kata Maudy sambil tersenyum menghibur Dito. Dengan sambil meneteskan air mata juga.


"Terima kasih. Terima kasih telah melewati ini denganku" balas Dito. Sambil menghapus air mata di pipi Maudy. Dan Maudy pun melakukan hal yang sama, dia menghapus air mata di pipi Dito juga.


Kemudian disaat Dito diam, Maudy menyentuhkan dahinya pada dahi Dito. Lalu Maudy menyandarkan dirinya di bahu Dito dan bersama mereka saling terdiam dalam hangatnya romantis itu.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like πŸ‘ Dan Komen πŸ’¬ yah 😁😁...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2