Permainan Hati

Permainan Hati
#Club Malam Eps.4


__ADS_3

Club Malam


Permainan Hati


Di dalam Bar yang ramai, Diva duduk seorang diri sudah berapa tegukan wine yang iya minum. Dari pertemuannya dengan Fazo, iya pergi ke club malam tanpa ada yang mendampingi. Sebenarnya ini baru pertama kali Diva masuk club malam dan baru pertama kali juga minum wine. Kata orang minum segelas wine bisa menghilangkan semua masalah yang ada.


"Kenapa jadi seperti ini" gumam Diva sembari meminum wine dalam gelas yang iya pegang. Dan tak memperdulikan orang-orang yang berada di sana.


"Satu gelas ini karena orang yang memisahkanku" Diva meminum segelas wine, dan menuangnya lagi


"Satu gelas lagi karena aku yang terlalu bodoh" Diva meminumnya lagi. Terus seperti itu hingga mabuk.


Karena kecantikannya itu membuat lelaki tertarik padanya. Orang-orang mesum mencoba mendekati Diva yang sedang berlahan mulai hilang kesadarannya.


"Hai cantik, mau kakak temenin main" goda lelaki mesum yang sudah berada di sebelah Diva duduk, dengan beberapa teman lelakinya di belakang Diva. Diva tak memperdulikan perkataan mereka. Sehingga membuat lelaki mesum itu mencoba memaksanya pergi, Diva yang masih sedikit terkumpul kesadarannya mencoba memberontak.


Tetapi apa daya tenaganya yang lemah tidak akan bisa melawan beberapa orang lelaki mesum. Hingga suara .....


"Lepaskan.."


"Berani sekali kamu menghentikan kami, kamu kira kami akan menurut. Kami dulu yang mendekati gadis ini. Jadi pergi sana gak usah menghalangi jalan" ucap lelaki mesum


"Tuan...mari kita pergi tak usah memperdulikan masalah mereka" ucap sekertaris yang berada disisi pria itu.

__ADS_1


"Aku mau gadis itu" kata laki-laki itu mencoba untuk merebut gadis yang berada di genggaman para lelaki mesum.


"Siapa kamu? bocah ingusan, kalau mau keluarga mu selamat tidak usah ikut campur urusanku" ucap lelaki mesum itu


"Eh...sepertinya dia tidak orang sembarangan" salah satu orang yang berada di sana


"Bukan kah itu CEO Perusahaan Group Mu, Brayen Mu Van" Bisik orang-orang


Lelaki mesum yang mendengarnya baru tersadar akan siapa pria yang berada di hadapannya ini. Karena takut iya pun memohon ampun padanya.


"Mohon ampun tuan, hamba bersalah hamba berdosa. Hamba tidak tau perempuan ini milik anda, mohon jangan tuan ambil hati" ucap lelaki mesum itu yang kini sudah bersujud di kaki lelaki yang bernama Brayen itu.


"Habisi dia" perintah Brayen pada pengawalnya.


Tanpa fikir panjang sekertaris membuat isyarat pada pengawal yang tak kurang 2 orang itu untuk menghabisi para lelaki mesum, membuat kekacauan dalam Bar. Bagai mafia yang melukai orang tanpa rasa ampun, membuat seluruh orang yang berada di sana merasa terkejut dan takut.


Terdengar suara tepuk tangan dari salah satu laki-laki yang sedari tadi menjadi penonton, setelah pengawal tersebut melumpuhkan beberapa lelaki mesum tanpa kurang dari 10menit.


"Wah Direktur Brayen Mu Van, demi seorang gadis sampai merusak club malamku, ha..ha..ha" lelaki itu berjalan mendekati lelaki yang bernama Brayen Mu Van seorang pengusaha kaya di negara XXX ini, Pengusaha termuda lelaki tampan yang menjadi rebutan para wanita. Dia masuk dalam dunia usaha saat umurnya masih muda. Dia bahkan sangat di segani oleh para pengusaha di negara XXX karena sikap dingin, kejam dan angkuhnya.


"Gibran, aku kirim ke rekeningmu untuk biyaya kerusakan" ucap Brayen terhadap Gibran yang merupakan temannya dan yang memiliki club malam ini.


"Tuan bagai mana dengan gadis ini, dan para ******** itu?" tanya sekertaris yang kini sedang memegang Diva yang sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Hancurkan seluruh usaha mereka Zan" perintah Brayen pada sekertarisnya yang bernama Zan, dan Brayen menggendong Diva pergi dari club malam tersebut, meninggalkan temannya Gibran.


Gibran yang melihat tingkah teman semasa kuliahnya merasa terkejut, Brayen yang sedari dulu tak pernah memperdulikan para gadis yang mengelilinginya, tapi kini menolong seorang gadis. Walau muka datar, dinginnya dan kejamnya masih saja belum hilang.


"Apa hubungannya dia sama gadis itu?" gumam Gibran dalam hati.


Dalam perjalanan...


Brayen membawa Diva menjauh dari club malam, entah mengapa Brayen ingin menolong gadis yang iya tak kenal sama sekali dan mencoba membawanya pergi.


"Kita kemana tuan" ucap Zan yang kini sedang mengendarai mobil. Zan bukan hanya sekertaris Brayen, Zan juga merupakan tangan kanan Brayen.


Brayen yang tak tau alamat gadis yang dibawanya ini terpaksa harus membawanya ke tempat dia menginap. "Kembali ke hotel"


Zan hanya memperhatikan tuan dan gadis yang berada disisi tuannya dari kaca spion yang berada di depan. Iya merasa ada yang aneh dari tuannya, sudah 8 tahun iya mengikuti tuannya dan baru ini dia melihat tuannya menolong seorang gadis yang tak dikenal.


Flashback....


Saat itu Brayen datang dari kota X ke kota XX untuk urusan bisnis, disela urusan bisnisnya iya mengunjungi club malam milik temannya Gibran.


Saat masuk dalam club iya melihat gadis yang sedang duduk dengan raut muka sedih sedang minum wine, siapa pun yang melihat pasti bisa menebak dia sedang dalam masalah. Brayen tak menghiraukan gadis tersebut. Dia berjalan menjauhi gadis yang dilihatnya dan menemui Gibran di dalam sebuah ruangan.


Saat sudah selesai dan ingin kembali, Brayen melihat gadis tadi masih di sana tapi keadaannya dia seperti sudah kehilangan kesadaran, dan sekelilingnya banyak laki-laki yang menggoda tapi tak ada yang iya respon.

__ADS_1


Saat Brayen melangkah keluar club, terdengar keributan dan Brayen kembali lagi ke dalam, dan benar saja gadis itu di paksa oleh beberapa lelaki mesum. Tanpa sadar Brayen menghentikan mereka dan menolong gadis tersebut.


Flashback selesai....


__ADS_2