
Disaat semua orang telah tidur dilain pihak Dito yang masih terbangun sambil memikirkan tentang pernikahannya besok, disaat Dito melamun datang lah Adi yang membuyarkan lamunannya
"Kenapa belum tidur" ucap Adi
"Ehh, paman Dito lagi cari angin, sedangkan paman" jawab Dito
"Sama Paman lagi cari angin juga"ucap Adi
"Paman mau bertanya apa sungguh kau akan menikahi Maudy" tanya Adi
"Huffh, Dito sungguh dan sangat sungguh karena Dito sangat mencintai Maudy" jawab Dito dengan tersenyum
Adi yang mendengar jawaban Dito serasa bahagia, bagaimana tidak anak yang dia rawat sejak kecil menjadi kebanggaannya sekarang apalagi dia akan menikah dengan putri kandungnya, mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang mendengarkan percakapan mereka antara bahagia dan kesal
"Cinta, aku hanya ingin mempermainkan cintanya dan pada waktunya aku akan menceraikannya dan mengusir dia dari rumah ini" batin Maudy
Malam tidak terasa Dito dan Adi kembali beristirahat sedangkan Maudy yang masih berkeliling mencari apa yang akan dia lakukan setelah menikah nanti, tidak terasa disaat dia tengah berpikir Maudy tertidur lelap
*
*
*
"Persiapkan semua jangan ada yang kurang" ucap Adi sambil melihat kekurangan pernikahan anaknya
Hari ini semua orang tengah sibuk menyiapkan pernikahan Maudy dan Dito, begitu cepat waktu hanya ada pernikahan dan resepsi tidak ada lamaran atau yang lain karena hanya Dito yang menganggap pernikahan ini tapi Maudy hanya menganggap pernikahan ini sebuah permainan baginya
Tidak terasa para tamu telah berdatangan mulai dari tamu VIP sampai kalangan bisnis Adi tidak lupa juga Oma Nina, walaupun Oma Nina tidak menyetujui pernikahan itu, namanya cucu kesayangan apapun dia akan lakukan
Semua orang sangat bahagia dengan pernikahan itu, semua tamu berdatangan dan saling bercanda ria, Vivi dan Daniel pun datang ke acara itu
"Farah katanya Dinda akan datang" tanya Adi
__ADS_1
"Aku tida tau, tapi yang pastinya dia akan datang" jawab Farah sambil terus mencari keberadaan Dinda
Tidak terasa Dinda pun akhirnya datang melihat betapa mewah dan elegan cara pernikahan itu, sesekali Dinda meneteskan air matanya, dan matanya pun tertuju pada sebuah foto yang begitu besar, ya foto itu adalah foto Dito dan Maudy disaat prewedding
"Anakku, begitu tampannya kau" ucap Dinda sambil meneteskan air matanya
Tanpa sengaja Dinda menabrak Oma Nina, begitu terkejutnya Oma Nina melihat keberadaan Dinda di acara itu
"KAUUU, KENAPA KAU DATANG KESINI' teriak Oma Nina
"Maafkan saya Nyonya, saya hanya--" belum sempat melanjutkan perkataannya semua orang pun memperhatikan mereka yang sedang berdebat
Oma Nina pun mendorong Dinda tapi dengan cepat Farah menangkap badan Dinda
"Mama, ini semua bukan salah Dinda, ini salahku aku yang telah mengundangnya" ucap Farah
"KAUU, kenapa kau mengundang wanita sialan ini" teriak Oma Nina lagi
Dito dan Maudy sangat terkejut melihat kejadian itu, melihat seorang wanita paruh baya tengah dihina oleh Oma Nina,. walaupun Maudy membenci Dito tapi Maudy masih punya perasaan kalau menyangkut orang tua, dengan cepat Maudy menghampiri Dinda
Dito yang melihat Maudy sangat bahagia, dia mengira kalau Maudy telah menerima keluarganya
"Kenapa kau membantunya" ucap Oma Nina
Setelah melihat Ibu Dito berdiri, Maudy menyuruh Farah memegangi Dinda yang masih menangis
"Omaa, Oma tau kan Ibu ini adalah calon mertuaku dan Ibu Dinda tidak salah dalam hal ini, Maudy yang sengaja mengundang Ibu Dinda" ucap Maudy sambil menenangkan Omanya
Semua orang bertepuk tangan melihat kebaikan hati Maudy semua orang memuji Maudy begitu pun dengan Dito, melihat situasi yang sudah kondusif Maudy menyuruh Dito membawa Ibunya ke sebuah ruangan yang sudah disiapkan
"Dit, bawa ibumu ke ruangan sebelah" ucap Maudy, Dito pun segera membawa Ibunya dan Farah membawa Oma Nina untuk pulang dan seketika pesta yang sudah dirasa sudah cukup, Adi pun mengakhiri pesta itu dengan memohon maaf
Sekarang tinggallah Adi, Farah, Dito, Maudy dan Dinda suasana disana hanya kesunyian dan air mata, Dinda yang tidak berhenti-hentinya meneteskan air mata, tapi Maudy seketika membuyarkan lamunan semua orang
__ADS_1
Maudy perlahan turun dari kursi dan duduk sambil bersimpuh dan memegangi tangan Dinda, ibu dari calon suaminya "Ibu maafkan sikap Oma Nina tadi yah, mungkin Oma Nina sedang kesal" ucap Maudy
"Sayang tidak usah begini, Ibu tidak apa-apa Sayang, ayoo duduklah" jawab Dinda sambil tidak enak melihat menantunya sedang bersimpuh dibawa
"Tidak apa-apa Ibu, Maudy sengaja seperti ini untuk meminta restu kepada ibu" ucap Maudy yang membuat Dito terkagum-kagum
Dito pun ikut bersimpuh dihadapan Ibunya
"Ibu, Dito minta maaf atas semua hal yang terjadi tadi" ucap Dito sambil memegang tangan ibunya
"Anakku, ibu yang harus minta maaf karena ibu sudah meninggalkan dirimu, dan Ibu harus berterimakasih karena selama ini Adi dan Farah lah yang sudah merawat mu" ucap Dinda
"Dinda jangan seperti ini, sudah kewajiban ku menjaga anak-anak kita" ucap Farah
Seketika suasana disana larut dalam kesedihan bagaimana tidak beberapa tahun Dinda menghilang tidak tau kemana dan akhirnya ditemukan dalam hal penting, Farah yang akan mengira kalau Maudy tidak akan menerima Dinda tapi hal itu lain pemikiran Maudy sangat menyayangi Dinda seperti dirinya
Tidak terasa malam berlalu semua orang kembali ke kediaman masing-masing, Dinda kembali ke kosnya karena tidak mau merepotkan orang lain begitu pun dengan Dito dan Maudy yang masih berpisah kamar mereka sengaja seperti itu karena masih ingin sendiri-sendiri dulu
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like π Dan Komen π¬ yah ππ...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
__ADS_1
...ππ...