
...❤️❤️❤️...
...❤️❤️...
..."Cinta Tidak Bisa Terkalahkan"...
Dito datang ke kamar Adi untuk menjemput Maudy. Namun disana dia malah melihat Maudy serta Daniel yang sedang asik makan pizza berdua dan mereka tampak bersenang-senang. Dan ketika menyadari kedatangan Dito, maka Daniel pun menawarkan pizza itu kepada Dito.
"Lebih baik tidak. Aku punya janji dengan seseorang. Tapi aku kira dia telah memesan pizza untuk makan" jelas Dito sambil menatap Maudy.
"Kamu bisa makan lagi, kan Maudy" kata Adi ke Anaknya.
"Ayah, aku bukan gajah yang banyak makan" balas Maudy.
Adi menjelaskan bahwa Maudy telah berjanji kepada Dito, jadi Dito seharusnya menepatinya. Dan dengan mudahnya, Maudy membalas bahwa dia jarang bertemu dengan Daniel, jadi dia ingin menghabiskan waktu dengan Daniel yang telah dianggapnya kakak.
"Aku berharap Tuan Suami akan mengerti" kata Maudy sambil makan.
"Aku dengan istriku bertemu setiap hari dan hari ini hanyalah hari biasa lainnya. Permisi ya" kata Dito dengan raut wajah kecewa.
Melihat itu, maka Adi serta Daniel pun mengomentari Maudy. Tapi bukannya sadar, Maudy malah mengeluh ada apa dengan para pria ini. Kemudian dia pun melanjutkan makannya dan karena itu Adi dan Daniel pun tidak bisa mengatakan apapun lagi.
Kemudian saat teringat dimana Farah serta Daniel, maka Adi pun bertanya. Dan Daniel menjelaskan bahwa kini para wanita sedang makan biskuit bersama. Lalu tiba-tiba saja Adi teringat bahwa hari ini adalah tanggal 30, tanggal pernikahan Dito serta Maudy. Yang berarti hari ini sudah sebulan sejak Maudy dan Dito menikah.
__ADS_1
Mendengar itu, Maudy pun menjadi tampak sangat bersalah sekali kepada Dito.
Dengan kesal Dito berjalan kembali ke rumah kecil. Dia melepaskan kertas tulisan yang ditempelnya di depan pintu da lalu masuk ke dalam rumah.
Malam harinya dalam perjalanan kembali ke rumah kecil, di antar oleh Daniel. Disana Daniel menjelaskan bahwa Dito ingin makan malam bersama hari ini, itu pasti karena dia ingin merayakan 1 bulan pernikahan dengan Maudy.
Maudy pun membalas bahwa itu tidak mungkin, karena Dito bahkan tidak pernah merayakan ulang tahunnya sendiri. Serta Maudy juga bilang bahwa Dito sering melupakan itu.
"Tidak selalu. Jika hari ini yang sangat penting, kemudian seperti Oppa Korea. Yang setiap 100 hari, 300 hari dan bahkan 500 hari. Mereka akan merayakannya" jelas Daniel.
"Tapi dia bukan Oppa Korea, jadi jangan berada di pihaknya" balas Maudy.
Pas disaat itu, Daniel melihat sebuah kertas tergeletak di tanah. Dan ketika dia mengambil sebuah serta melihatnya, dia tersenyum. "Ku pikir dari sekarang, kamu perlu memanggilnya Oppa Dito" jelas Daniel sambil menunjukkan itu kepada Maudy.
Melihat kertas tersebut, Maudy tersenyum. Kertas itu bergambar sepasang burung yang saling mencintai serta tulisan Happy 1 Month.
Kemudian saat Dito masih tampak mengambek, maka dengan sikap yang sangat manis, Maudy pun keluar dari dalam rumah dan menutup pintu. Lalu Maudy mengetuk pintu,"Aku lapar. Siapa yang mau makan malam denganku? Ooh... Aku lapar. Bisakah kamu membuka pintunya untukku" tanya Maudy dengan sikap manja.
Dan dengan senang, Dito pun berbalik dan meletakkan kembali kue tersebut kembali ke atas meja, lalu mendiamkan Maudy sebentar, seperti bersikap jual mahal.
Namun saat Dito berbalik, dia sangat terkejut sekali, karena ternyata Maudy sudah tidak ada disana dan ketika dia membuka pintu untuk melihat apa Maudy sudah pergi. Tiba-tiba saja dari belakang dia mendengar suara. Lalu saat dia berbalik, ternyata tampak Maudy yang sedang berusaha masuk melalui jendela dan Dito pun segera membantu Maudy yang sedang kesusahan.
"Kamu mengajariku metode ini kan? Kata Maudy.
__ADS_1
"Ya. Dan aku ditendang keluar dari jendela saat itu" balas Dito. Lalu menutup jendela.
Kemudian betapa takjubnya Maudy melihat sekeliling ruangan yang dihias dengan balon yang indah dan dengan senang, Maudy mengambil balon-balon tersebut. Setelah itu dengan sikap manja, Maudy membujuk Dito untuk berfoto bersama dan dengan sikap agak sedikit jual mahal, Dito mengeluarkan hapenya.
Lalu dengan saling memegang balon, mereka berdua bersiap untuk berfoto. Namun tiba-tiba saja sebuah balon di tangan Maudy meledak dan Maudy pun sangat terkejut, dia langsung melepaskan balon-balon lain yang ada di tangannya dan memeluk bahu Dito dan melihat itu, Dito sangat tersenyum.
"Kamu tersenyum untukku sekarang" kata Maudy dengan senang, saat melihat senyum Dito. Kemudian ketikan Dito berhenti tersenyum, Maudy langsung menarik sudut bibir Dito untuk tersenyum lebar.
"Hey. Jangan berpura-pura marah, aku tahu kamu tidak marah lagi. Bisakah kita merayakannya sekarang?" Tanya Maudy dengan sambil tersenyum manis dan Dito tersenyum kecil.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like 👍👍...
...Komen 💬💬...
...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like 👍 Dan Komen 💬 yah 😁😁...
__ADS_1
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...👋👋...