Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 67


__ADS_3

Dikantor. Melisa meminta izin kepada Dito untuk pulang lebih awal, karena tanpa sengaja dia membawa ID milik pembantunya. Dan hari ini pembantunya tersebut ingin pergi check up ke rumah sakit, maka dari itu pembantunya membutuhkan ID tersebut. Jadi Melisa ingin mengantarkan ID tersebut.


Dan Dito menyetujui Melisa untuk pulang lebih awal, asalkan Melisa kembali tepat waktu pada jam kerja selanjutnya.


Lalu selagi mengobrol dan membuka pintu, tanpa sengaja ID milik Natasya terjatuh dan ketika melihat ID tersebut, Dito menjadi sangat terkejut. Sementara Melisa menjadi panik, karena dia telah berjanji kepada Maudy untuk merahasiakan hal tersebut.


"Apa Maudy mengetahui hal ini?" Balas Dito dengan pandangan lurus.


"Jangan marah kepadanya. Dia cuman menepati janjinya kepada Ibu Natasya, jadi dengan terpaksa Maudy merahasiakan hal ini dari mu" kata Melisa yang masih belum mengerti tentang siapa sebenarnya Natasya dan apa hubungan Dito, Maudy dan Natasya.


Oma Nina ditemani oleh pelayanannya, mereka mengunjungi tempat biasa Natasya berjualan, tapi anehnya sampai siang Natasya belum juga datang dan berjualan. Lalu si pelayan pun berpikiran, bisa jadi Natasya sedang beristirahat makanya dia tidak berjualan hari ini.


Namun menurut, Oma itu tidak mungkin. Kemudian dia menyuruh si pelayan untuk berkeliling, mana tau ada orang yang tahu. Dan tepat ketika si pelayan pergi, Oma melihat sebuah mobil ambulans lewat.


"Oma" panggil Natasya.


"Natasya" kata Oma dengan nada lega.


Natasya menanyakan mengapa Oma Nina berada disini dan apa Maudy yang memberitahu Oma. Lalu Oma Nina menjawab bahwa bukan Maudy lah yang memberitahunya, tapi dia yang memberitahukan Maudy. Karena dia ingin bertemu dengan Natasya, tapi dia terlalu pengecut untuk menemui Natasya, jadi dia yang menyuruh Maudy untuk datang.


"Jika aku tahu ini. Aku akan pergi memberitahu anakmu daripada Maudy" kata Oma Nina.


Oma Nina menasehati Natasya agar berhenti keras kepala dan membiarkan Dito untuk menjaganya. Lalu Oma Nina mengatakan bahwa dia tidak peduli anak Maudy dan Dito tersebut laki-laki atau perempuan, karena dia telah mempersiapkan sebuah nama untuk anak tersebut.


Dan mendengar itu, Natasya menjadi terharu, karena itu tampak seperti Oma telah memaafkannya dan anaknya.


"Jika aku tidak memaafkan, mengapa aku datang kesini? Sekarang kita tidak memiliki kemarahan dan kebencian satu sama lain. Aku lebih marah pada diriku sendiri yang mengusir mu 20 tahun lalu. Jika aku memaafkan mu saat itu, maka kamu tidak akan perlu seperti ini" kata Oma Nina dengan terus menangis.


Mendengar itu, Natasya menjadi sangat senang dan dia menjatuhkan barang jualan yang dipegangnya. Lalu Natasya mendekati Oma Nina dan berterima kasih kepada Oma yang telah memaafkannya sebelum dia tiada.


Dan mendengar itu, Oma Nina langsung menegur Natasya, karena telah berkata hal buruk mengenai kematian. "Bagaimana bisa kamu mati sebelum aku? Pergilah perawatan dan sembuh lah. Biarkan Dito menjagamu dan kembali padaku. Kembali dan bayarlah aku yang telah membesarkan mu seperti seorang anak. Janji padaku, Natasya. Janji kamu akan sembuh" kata Oma Nina.


Kemudian mereka berdua pun saling berpelukan dengan penuh kerinduan. Namun tiba-tiba saja Oma merasa aneh, ketika tanpa sengaja dia melihat tangannya yang memegang Natasya penuh dengan darah, Oma Nina pun menjadi sangat terkejut.

__ADS_1


Namun ketika dia bertanya kepada Natasya apa yang terjadi. Ternyata Natasya yang berada di dalam pelukannya telah tidak sadarkan diri lagi dan karena tidak kuat menahan Natasya, maka Oma Nina dan Natasya pun sama-sama terjatuh.


Lalu dengan panik, Oma Nina berteriak memanggil bantuan. "Tolong! Seseorang tolong! Seseorang siapa saja tolong anak ku!" Teriak Oma Nina sambil menangis.


...****************...


Ditempat lain Maudy telah datang ke tempat Natasya untuk menjemputnya. Tapi anehnya, walaupun Maudy terus mengetuk dan berteriak, namun tidak ada jawaban. Sehingga dia pun berniat untuk menelpon Natasya dan tepat disaat itu Dito datang dengan tiba-tiba membuatnya sangat terkejut.


"Mengapa kamu menyembunyikan ini dariku?" Tanya Dito dengan raut kecewa.


"Apa maksudmu?" Jawab Maudy.


"Apa maksudku, seharusnya aku yang bertanya apa maksudmu sebenarnya menyembunyikan semua hal ini dariku. Apa kamu tidak cukup balas dendam padaku? Jadi kamu menggunakan cara ini? Kamu tahu sendiri berapa lama aku mencari Ibuku" kata Dito marah.


"Ini bukan seperti yang kau pikirkan"


"Tidak? Kemudian mengapa kamu tidak memberitahuku? Terakhir kali, bayi itu. Kali ini Ibuku. Kamu marah padaku dan membenciku dan memblok ku dari keluargamu, tidak cukup kah itu? Kamu ingin aku menjadi sendirian di dunia ini baru kamu senang?" Tanya Dito dengan marah, tanpa memberikan waktu kepada Maudy untuk menjelaskan.


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku bisa jelaskan kenapa aku menyembunyikan ini dan yang kau tau pasti aku juga sudah mengirimkan pesan kepadamu" Ucap Maudy.


...πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯...


Dirumah sakit. Setelah dokter bicara padanya, Oma Nina mulai menangis lagi. Dan ketika Dito datang, Oma langsung membuka lengannya dan menyuruh Dito untuk datang kepadanya, karena dia akan membawa Dito untuk menemui Natasya. Karena saat ini, Natasya sedang menunggu Dito.


Lalu dengan heran, Dito menatap Oma Nina yang bersikap aneh dan disaat dia melihat bekas darah ditangan Oma, dia pun tampak sangat mengerti.


Dito masuk ke dalam kamar perawatan Natasya. Disana Natasya sedang dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dan dengan sikap kuat, Dito berbicara kepada Ibunya.


"Jika kamu mendengarku, bisakah Ibu bangun? Aku disini untukmu. Kita akan bersama-sama sekarang. Aku punya bayi mom" kata Dito di dekat Ibunya.


Lalu saat Natasya masih saja tidak membuka matanya, Dito pun langsung memeluk Ibunya dan menangis disampingnya.


Setiap orang yang melihat itu dari luar kamar, mereka juga tampak sedih sekali. Dan Farah pun menyarankan agar Maudy masuk ke dalam serta menemani Dito. Tapi Maudy ragu dan tidak berani untuk masuk, karena apa yang telah dilakukannya.

__ADS_1


Saat malah telah larut. Farah kembali mengajak Maudy untuk pulang dengannya, tapi Maudy malah menolak, karena dia tidak ingin ketika Dito keluar dan tidak melihat siapapun. Dan mendengar itu, Farah pun mengerti, lalu dia memberitahu jika nanti Maudy ingin pulang, maka Maudy bisa menghubunginya. Karena dalam kondisi seperti ini, Farah khawatir bila Maudy menyetir sendiri.


"Aku khawatir dan Ayahmu juga sangat khawatir sayang" kata Farah dengan sedih, saat Maudy hanya diam saja. Kemudian setelah itu, Farah pun pergi meninggalkan Maudy


Disaat Farah keluar, Daniel pun mengikutinya. Lalu ketika dia melihat Farah menangis, dia berdiri diam dibelakang Farah. Dan ketika menyadari Daniel berada dibelakangnya, Farah pun menjadi terkejut dan dengan segera dia menghapus air matanya.


"Aku cepat-cepat datang setelah aku menggantikan pakaian ku" jelas Daniel. Tapi Farah tampak tidak terlalu memperhatikannya dan sibuk mencari sesuatu didalam tas. Jadi melihat itu, maka Daniel pun bertanya apa yang Farah cari.


"Kunci mobilku. Aku tidak tahu dimana aku menyimpannya. Mungkin terselip deh" jelas Farah.


"Kamu tidak akan menemukannya. Karena kamu tidak membawa mobilmu. Orang yang mengantarmu adalah aku" kata Daniel mengingatkan.


"Benar. Kelihatannya aku menjadi seorang pelupa. Hahaha" balas Farah.


Daniel lalu membahas tentang Farah yang tampak menangis dan dengan segera, Farah langsung menyangkalnya. Namun tidak lama setelah menyangkalnya, Farah mulai menangis. Lalu dengan sikap penuh perhatian, Daniel menyentuh bahu Farah untuk menenangkannya.


"Aku sudah bilang, kamu tidak perlu bersikap cool setiap waktu. Jika itu sakit, maka katakan itu sakit. Jika kamu sedih, maka katakan. Jadi kamu tidak akan menangis sendirian lagi" kata Daniel dengan perhatian.


"Aku sangat bersalah dengan Dito. Dia baru saja bertemu dengan Ibunya. Tapi mengapa seperti ini? Dan Maudy juga, sesuatu sebesar ini, mengapa dia tidak memberitahu Maudy? Mereka tidak akan berpisah karena masalah ini, kan? Mereka akan masih saling mencintai kan? Anakku tidak akan gagal di dalam hubungan seperti aku, kan? Ya kan Daniel?" Kata Farah sambil menangis tersedu-sedu.


Tanpa bisa mengatakan apapun, Daniel pun hanya bisa diam dan mengambil sapu tangannya dan menghapus air mata Farah.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2