Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 47


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


...🌸🌸...


..."Kecemburuan II"...


Di malam hari. Maudy datang kerumah kecil dengan rambut yang masih basah, dia beralasan bahwa dia datang untuk mengambil blow dryer nya dan kemudian saat masuk ke dalam rumah serta melihat hape milik Dito yang berada di atas tempat tidur, Maudy pun beralasan lagi, dia meminta Dito untuk membantunya mencari. Jadi Dito pun melakukannya.


Selagi Dito sedang mencari, dengan cepat Maudy mengambil hape milik Dito dan membuka serta memeriksa isi hape Dito. Dan ketika Dito kembali, dengan cepat Maudy meletakkan hape Dito di atas tempat tidur.


"Aku tidak bisa menemukannya. Jadi pakai saja punyaku dulu" kata Dito sambil menyerahkan blow dryer kepada Maudy.


Namun Maudy beralasan lagi, dia mengatakan bahwa dia tidak tahu bagaimana cara memakai hair dryer milik Dito. Jadi Dito pun menunjukkan caranya kepada Maudy. Namun ketika memegang hair dryer tersebut, Maudy berpura-pura seolah kesetrum, jadi dia menjatuhkan hair dryer tersebut.


Kemudian Dito memeriksa tangan Maudy yang kesetrum. Sementara Maudy yang sibuk melirik ke arah tempat tidur, dimana tampak layar hape Dito yang masih menyala.


"Kamu bisa menggunakannya sekarang. Bawa ini kembali ke kamarmu" jelas Dito.


"Dan bagaimana jika itu menyetrum ku lagi?" Balas Maudy, yang beralasan.


"Makanya gunakan sandal karet" balas Dito.


"Tapi bibi Rina mencucinya" balas Maudy.


"Kemudian pinjam milik orang lain dan bukan milik ku" balas Dito lagi.

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang, hair dryer Ayahku rusak, terus punyaku entah kemana" jawab Maudy.


"Yasudah jangan keringkan rambut mu" balas Dito.


"Tidak bisa. Aku...aku tidak bisa tidur dengan rambut basah" alasan Maudy.


"Terus gimana lagi, aku kan sudah memberitahu mu cara menggunakannya" kata Dito yang frustasi.


Kemudian dengan kebingungan. Maudy tersenyum manis ke arah Dito.


Melihat Maudy yang sudah cengengesan. Dito memutuskan untuk membantu Maudy mengeringkan rambutnya. Dito yang sudah mulai mengeringkan rambutnya tapi nampak Maudy yang masih gelisah memikirkan handphone Dito yang masih menyala di atas tempat tidur. Dito yang menyadari hal itu, membuatnya beralasan bahwa dia harus pergi mengambil obat alerginya yang tertinggal di ruang tamu.


Kemudian setelah Dito pergi, dengan segera Maudy pun mengambil hape Dito yang berada ditempat tidur dan dia memasangkan aplikasi pelacak di hape Dito, sehingga kemampuan Dito pergi, Maudy akan mengetahuinya. Lalu setelah selesai, Maudy tersenyum senang.


Dan saat Dito kembali, Maudy pun mengatakan bahwa sekarang dia akan pergi. Lalu Dito mempertanyakan tentang rambut Maudy yang masih belum sepenuhnya kering. Dan Maudy langsung menjawab dia akan tidur dengan rambut seperti ini.


Jadi karena itu, maka Dito pun mengambil hapenya dan keluar untuk menjawab. Lalu dengan penasaran, Maudy bertanya-tanya. "Siapa yang menelpon malam-malam begini, sampai-sampai dia mengangkat teleponnya di luar?" gumam Maudy.


Setelah berpikir sesaat, dengan segera Maudy mengambil hair dryer nya dan mengeringkan rambutnya didepan pintu sambil menguping pembicaraan Dito. Tapi tanpa sengaja disaat itu, rambut Maudy malah tersangkut di dalam hair dryer. Dito yang mendengar teriakan Maudy langsung segera masuk dan membantu Maudy yang sedang kesusahan melepaskan rambutnya yang tersangkut.


"Jangan diam-diam memotongnya. Mengerti?" Kata Maudy yang memperingati Dito yang sedang membantu melepaskan rambutnya dari hair dryer.


"Jangan khawatir. Apapun yang tidak kamu inginkan, aku tidak akan melakukannya. Dan apapun yang kamu inginkan, bahkan jika aku harus melakukannya sepanjang hari dari pagi sampai malam, maka aku akan melakukannya" balas Dito yang berjanji.


Lalu dengan sangat fokus, Dito berusaha melepaskan rambut Maudy yang menyangkut di hair dryer dan ketika telah selesai, Dito mengelus rambut Maudy untuk merapikannya.

__ADS_1


"Aku minta maaf untuk yang kemarin. Aku yang tidak makan denganmu. Aku..." Kata Maudy ingin menjelaskan tentang kejadian semalam.


"Kamu harus menjaga Paman. Aku tahu itu" balas Dito.


"Tapi kamu kelihatan marah kepadaku" balas Maudy dengan pelan.


"Marahnya itu lebih kepada mengerti. Aku mengerti kamu punya kewajiban yang harus dilakukan, tapi pada waktu yang sama, aku tidak bisa menahan rasa kecewaku. Aku mungkin telah terbiasa, kamu makan bersamaku dan tidur disamping ku" jelas Dito.


Dan mendengar itu, Maudy pun tampak sangat bersalah kepada Dito. Namun karena Dito mau mengerti, maka Maudy pun menjelaskan bahwa jika begitu maka dia akan berhenti makan dengan Dito dan Dito mengiyakannya.


Lalu karena sudah terlalu gelap, maka Dito menawarkan diri untuk mengantar Maudy pulang ke rumah besar. Dan ketika Dito mengulurkan tangannya, Maudy pun memegangnya. Kemudian sambil tersenyum bersama, mereka berjalan sambil bergandengan tangan.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like πŸ‘ Dan Komen πŸ’¬ yah 😁😁...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2