Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 78


__ADS_3

Setelah Maudy sadar, melihat ketika Adi dan Farah ingin menggendong cucu mereka. Oma Nina datang dan melarang mereka, karena harus wanita tua duluan yang menggendongnya. Dan tanpa bisa melakukan apapun, mereka pun membiarkan Oma Nina yang menggendong bayi Maudy.


Melihat itu Maudy tersenyum senang, lalu disaat memandangi Dito, raut wajah Maudy kembali tampak sedih. Dia menyadari itu, dengan sengaja Oma Nina pun berbicara kepada cicitnya.


Semua orang disana tidak menceritakan tentang yang terjadi tadi pada Maudy. Dengan alasan Maudy tidak boleh mengalami tekanan terlalu berat.


"Cicit ku sayang. Apa kamu tahu bahwa sebelumnya aku takut memiliki kamu, kamu akan menjadi pengikat, tapi sekarang aku tidak merasakan itu lagi. Karena jika kita hanya berpegang pada kebanggaan terhadap satu sama lain, maka hanya akan ada kesakitan dan menghabiskan waktu. Bairam Abraham berarti Pelengkap Kebahagiaan. Aku menamai kamu dengan memberimu sebuah tanggung jawab, sayang. Kamu harus bahagia. Dan melengkapi mereka berdua serta mengikat mereka bersama. Jangan biarkan satu sama lain berpisah. Aku mempercayai mu, sayang" kata Oma Nina sambil memandang ke arah Dito dan Maudy.


Pada malam hari. Saat yakin Maudy telah tertidur. Farah berbicara kepada Dito di teras rumah sakit. Disana Farah menanyai apa Dito menyukai nama anaknya yang diberikan Oma. Dan Dito pun mengiyakan. Lalu Farah membahas tentang hubungan Dito dan Maudy kedepannya.


"Apa kamu ingat, aku mengingatkan kamu dan mencoba menghentikan kamu tentang Maudy. Tapi kamu terus saja walaupun kamu tahu itu hanya sebuah game untuk balas dendam. Kemana pria itu pergi?" Tanya Farah.


"Dia tidak pergi kemanapun. Kecuali menerima kekalahan" balas Dito.


"Ini pertama kalinya, kamu mencoba untuk berhenti mencintai Maudy. Kamu memberitahu ku berkali-kali, tapi kamu tidak pernah bisa melakukan itu. Di masa lalu, kamu sangat mencintai Maudy. Dan kamu akan melepaskannya dengan semuda ini? Dengan Maudy mempertaruhkan hidupnya tadi" tanya Farah lagi.


"Bagaimana jika ini pertama kalinya aku bisa melakukan ini?" Balas Dito.


Farah menyuruh Dito untuk berpikir baik-baik. Apalagi kini Dito serta Maudy sudah memiliki seorang bayi. Dan Dito pun terdiam. Lalu Farah masuk ke dalam ruangan. Dan tiba-tiba saja, Farah merasa terkejut, karena dia mengira Maudy telah terbangun. Tapi saat melihat kalau mata Maudy tertutup, maka dengan diam-diam Farah pun pergi.

__ADS_1


Dan ketika Ibunya telah pergi. Maudy membuka matanya dan memandang punggung Dito yang sedang berdiri di teras rumah sakit. Lalu Maudy kembali menutup matanya dan berusaha untuk menahan kesedihannya.


Keesokan harinya. Dito masih berada diruangan menemani Maudy. Kemudian perawat masuk sambil membawa bayi mereka, karena sepertinya Asi Maudy akan keluar hari ini, jadi Maudy harus mulai berlajar menyusui bayinya.


Dan dengan senang, Maudy tersenyum menggendong bayinya. Lalu Maudy pun berusaha untuk menyusui bayinya. Tapi dia kesusahan, dan tiba-tiba bayinya mulai menangis. Lalu karena takut, maka Maudy menyerahkan bayi tersebut kepada si perawat.


"Menyusui memang lebih sulit daripada minum dari botol, karena bayi anda belum terbiasa" jelas si perawat.


"Terus kenapa dia menangis, sus? Apa aku salah yah?" Jawab Maudy.


"Tidak apa-apa cuman bayi anda belum terbiasa. Silahkan anda coba lagi" jelas si perawat lalu menyerahkan kembali bayi tersebut ke Maudy.


Siang harinya Daniel datang menjenguk sambil membawakan buah. Dia menyapa Farah dan memberikan selamat kepada Farah yang kini telah menjadi seorang Oma. Dan Farah pun berterima kasih, lalu dia mengatakan bahwa dia berharap kalau Daniel akan segera menikah juga. Jadi Vivi bisa memiliki seorang cucu juga. Dan mendengar itu, Daniel hanya diam.


Maudy lalu meminta agar Ibunya meninggalkan nya berduaan dengan Daniel, karena dia ingin berbicara dengan Daniel. Dan karena itu, maka Farah pun pergi meninggalkan mereka berdua.


Setelah Farah keluar, Maudy mulai menangis. Dan melihat itu, Daniel pun menjadi sangat panik serta kebingungan. Tapi saat Daniel bertanya, Maudy sama sekali tidak menjawab.


Dilain ruangan Dito sedang memandang bayinya yang sedang tidur di kamar bayi. Lalu ketika dia melihat seorang pasangan yang tampak sangat bahagia ketika menggendong bayi mereka, dia pun menjadi tampak sedih.

__ADS_1


Adi mendekati Dito dan mengajak Dito untuk berbicara. Adi mengatakan bahwa dia kecewa, tapi dia tidak kehilangan harapan. Karena dia tahu, Dito pasti mengerti bagaimana rasanya tanpa Ibu. Dan Adi bertanya apa Dito ingin Maudy menghadapi takdir yang sama seperti Natasya.


"Semoga kamu bisa memikirkan lagi dengan baik-baik, karena dari yang aku lihat kalian masih mencintai satu sama lain" Ucap Adi lalu pergi meninggalkan Dito yang masih mematung sambil merenungkan perkataan Adi.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...

__ADS_1


__ADS_2