
Hari ini adalah hari kepulauan Dito dan Maudy ke Kediaman Pramana. Sebelum mereka pulang, Bu Diana memberikan dua kotak bekal untuk Maudy. Dengan alasan bahwa dia khawatir tidak ada yang bisa Maudy makan nantinya, jadi Maudy bisa membawa makanan itu dalam penerbangannya. Dan dengan senang hati, Maudy menerima makanan tersebut.
Kemudian Maudy mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto bersama dengan Keluarga Pak Joko. Dan ketika Maudy mengambil foto, dengan bersemangat Bu Diana berpose didepan kamera. Lalu setelah selesai, sambil tersenyum, Bu Diana berpura-pura mengeluh.
"Kamu butuh mengambil foto yah? Orang Jadul memang terlalu berlebihan" keluh Bu Diana sambil tersenyum senang.
"Aku bukan hanya berfoto biasa. Aku mengepost tempat ini di sosmed" jelas Maudy sambil menunjukkan postingannya di IG kepada Bu Diana.
Disana terlihat bahwa selama beberapa hari disana, Maudy selalu mengambil foto dan mempostingnya di IG. Sehingga setiap orang yang melihatnya jadi ingin berjalan-jalan ke tempat ini. Dan melihat itu, Bu Diana menjadi sangat senang sekali.
"Bibi, apa kamu tahu, walaupun tempat ini tidak semewah resort yang lain, tapi ini sangat baik. Apapun bisnis yang kamu lakukan, jujurlah. Maka bisnismu akan bertahan lama" jelas Maudy.
Dan mendengar itu, Pak Joko serta Danang sama-sama tampak tidak tahu harus berbicara seperti apa. Sedangkan Bu Diana, langsung tampak sangat murung, seperti tidak setuju dengan perkataan Maudy.
"Bibi, jika kamu berhenti menggunakan gambar palsu untuk membodohi pelanggan. Maka aku akan menulis review yang baik untukmu. Dan tempat-tempat indah yang Danang post. Sehingga aku jamin, kamu akan mendapatkan lebih banyak pelanggan" jelas Maudy
Mendengar itu, Pak Joko dan Danang sama-sama tersenyum. Sedangkan Bu Diana, dia tampak terkejut, kemudian Maudy mengiyakan dengan tegas, dan Bu Diana pun langsung setuju untuk berhenti melakukan hal-hal seperti itu.
"Itu bagus, jika kamu berpikir seperti itu" komentar Pak Joko dengan senang
"Itu sangat baik. Aku takut polisi akan datang menangkap kita, jika kita masih tetap berbohong" tambah Danang
"Yeah.... Yeaah.... Aku tidak akan melakukannya" balas Danang lagi. Kemudian dia mengucapkan terima kasih kepada Maudy dengan perhatian, Maudy memeluk Bu Diana serta berterima kasih juga kepada Bu Diana.
"Yang ini. Aku akan makan sendirian. Sedangkan yang lain, aku akan membagi nya kepada orang lain" kata Maudy sambil menunjukan kotak bekal yang kecil dan besar.
Selanjutnya, ketiak kita bertemu, maka mata ganti mata. Aku akan merebut kembali gelar Ratuku" balas Bu Diana sambil tersenyum menantang Maudy.
__ADS_1
Lalu dengan sedikit sikap manja, Maudy menanyakan apa Dito bisa mengajaknya kembali lagi ke sini. Dan Dito pun membalas bahwa jika Maudy ingin datang kesini, maka dia pasti akan membawa Maudy. Lalu mendengar itu, Keluarga Pak Joko tertawa sambil menggoda Maudy dan Dito.
Kemudian setelah itu, Pak Joko pun membawa Dito dan Maudy menggunakan mobil untuk ke Bandara.
Sebelum pulang. Dito dan Maudy mampir di tempat menenun. Disana mereka berjalan-jalan dan melakukan banyak hal bersama. Mereka menenun. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan dan bermain. Mereka makan sambil saling menyuapi. Mereka menaiki sepeda dan berfoto bersama. Mereka juga berjalan menaiki tangga ke tempat yang lebih tinggi untuk melihat pemandangan yang begitu indah.
Di suatu tempat yang mereka kunjungi, seorang wanita menjelaskan mengenai sebuah lukisan di dinding kepada Dito dan Maudy yang datang untuk melihat-lihat. Lukisan itu adalah tentang seorang pasangan.
...Ini ada bonus puisi buat para reader...
...πππ...
...Pecinta Berbisik...
...Jika aku meninggalkan cinta mu di langit, aku takut awan akan menutupinya...
...Jika aku menembak bintang ke bumi...
...Dan menyimpan cintamu di bumi, aku takut seseorang akan mengambilnya dari ku...
...Jadi aku meminta untuk meninggalkannya di dalam hari pria ini...
...Tidak peduli aku bangun atau tidur. Itu akan selalu bersama denganku....
Mendengar penjelasan wanita itu, Maudy tersenyum dan berbisik kepada Dito. Dia mengatakan bahwa cara bercerita si wanita sangat merdu, namun sayangnya dia tidak mengerti.
__ADS_1
"Aku mencintaimu" kata Dito secara tiba-tiba. Dan mendengar itu, Maudy pun tersenyum kecil, dia menganggap bahwa Dito sedang bercanda.
"Mengapa? Aku hanya menerjemahkan puisi itu" kata Dito melihat Maudy yang tersenyum kecil.
"Yeah.. puisi itu begitu panjang, bagaimana bisa kamu menerjemahkannya seperti itu saja?" Balas Maudy yang tidak percaya
"Kemudian apa kamu ingin mendengar versi panjangnya?" Tanya Dito. Kemudian saat Maudy tampak ingin tahu, maka Dito pun mendekat dan berbisik di telinga Maudy. "AKU MENCINTAIMU. AKU MENCINTAIMU. AKU MENCINTAIMU. AKU SANGATLAH MENCINTAIMU MAUDY PRAMANA" Kata Dito
Dan mendengar itu, Maudy tersenyum sangat bahagia. Karena Dito mengucapkan kata 'Aku Mencintaimu' Tepat ditelinga nya.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like π Dan Komen π¬ yah ππ...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...
__ADS_1