Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 70


__ADS_3

Sesampainya dirumah, dengan sikap masih berjarak, Dito mengambilkan obat dan memberikan kepada Maudy, kemudian setelah itu dia seperti ingin pergi. Dan melihat itu, Maudy pun menahan tangan Dito.


"Bisakah kamu tolong mendengarkan apa yang ingin aku katakan? Tidak apa-apa jika kamu marah dan tidak ingin melihat wajahku, tapi tolong jangan berpikir bahwa apa yang aku lakukan itu untuk balas dendam. Aku tidak pernah berniat menggunakan metode seperti itu dan aku juga sangat terluka, karena tidak memberitahu kan padamu dari awal. Aku minta maaf, aku sangat minta maaf" jelas Maudy sambil menangis penuh penyesalan.


Kemudian dengan sikap yang lembut, Dito berlutut didepan Maudy dan menjelaskan bahwa dia percaya kalau Maudy tidak memiliki niat untuk balas dendam. Karena jika memang Maudy ingin balas dendam padanya, tidak mungkin Maudy membawa Ibunya untuk melakukan perawatan.


Lalu dengan sikap perhatian, Dito menghapus air mata di pipi Maudy. "Kamu bisa berhenti sekarang. Aku tidak pernah marah padamu. Tenangkan pikiran mu sekarang" kata Dito dengan nada lembut dan sambil tersenyum bahagia, Maudy pun perlahan mulai berhenti menangis.


"Jika kamu terlalu emosi itu akan berdampak pada bayinya. Aku akan mengambil air untuk mu" kata Dito melanjutkan perkataannya. Lalu dia pergi.


Sementara Maudy, dia kembali mulai menangis. Maudy berpikir bahwa Dito benar percaya dan tidak marah kepadanya lagi. Tapi ternyata semua kelembutan yang Dito berikan tadi adalah karena demi bayi di dalam kandungannya dan hal itu membuat Maudy merasa sangat sedih.


Didapur. Dito menyiapkan makanan untuk Maudy. Lalu dia menyuruh Bibi Rina untuk memastikan bahwa Maudy makan secara teratur dan Bibi Rina pun membalas bahwa dia akan mencoba, karena kemarin Maudy bahkan tidak mau makan sampai habis.


Laras yang kebetulan ke dapur, dia mendekati mereka berdua dan dia pun menggoda Dito yang sangat perhatian karena pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan bagi Maudy. Lalu Bibi Rina membalas bahwa itu tentu saja, karena sebagai seorang Ayah, Dito pasti mengkhawatirkan keadaan Ibu dari bayinya.


"Aku berangkat kerja dulu. Aku sudah sangat telat" kata Dito dengan dingin, lalu dia pergi.


Melihat sikap Dito yang tampak aneh dan suram. Laras pun bertanya kepada Bibi Rina. Dan Bibi Rina membalas bahwa Maudy bahkan tampak lebih suram dari Dito. Sejak kejadian itu, Maudy tidak keluar dari dalam rumah kecil.

__ADS_1


...****************...


Sedangkan dirumah kecil Maudy tampak gelisah dan bermimpi buruk. Sampai dia berteriak-teriak. Kemudian tiba-tiba saja, karena merasakan kram di kakinya, maka Maudy pun terbangun.


Lalu karena saking sakitnya, Maudy pun meringis kesakitan dan tepat disaat itu, Laras datang sambil membawakan makanan untuk Maudy. Kemudian saat dia melihat Maudy yang meringis kesakitan, maka dia pun langsung membantu mengurutkan kaki Maudy yang sudah mulai membengkak.


"Apa sudah lebih baik?" Tanya Laras dengan perhatian. Dan ketika Maudy telah tampak tidak terlalu kesakitan lagi, maka Laras pun tersenyum.


"Mengapa kamu disini?" tanya Maudy dengan nada ketus.


"Aku membawakan sarapan untukmu dari Bibi Rina" jawab Laras.


"Dia sedang sibuk dan dia tidak tahu, kalau aku membawanya. Lihatlah ini, Dito yang memasaknyam itu terlihat sangat lezat dan bergizi. Aku jadi sangat iri padamu" jelas Laras.


"Mm... Tidak ada yang perlu di irikanm dia melakukan itu untuk bayi didalam kandungan ku" balas Maudy.


"Dia melakukan itu untuk Ibu dari bayinya. Aku bisa tahu dari hanya melihat semua makanan untuk mu ini. Susu kedelai, mereka kaya dengan kalsium, jadi kamu tidak akan mudah kram" jelas Laras


Sambil melihat sekilas ke arah makanan yang Laras letakkan di atas meja. Maudy masih tampak tidak percaya dengan apa yang Laras katakan. Dan menyadari hal itu, Laras menambahkan bahwa Dito sedang melalui masa yang sulit, tapi bukan berarti Dito tidak mengkhawatirkan Maudy.

__ADS_1


"Dia menunjukkan padamu melalui tindakannya. Dan kamu? Tidakkah kamu akan menunjukkan padanya? Betapa kamu juga sangat mengkhawatirkan dia?" Tanya Laras.


Lalu saat Maudy hanya diam saja, maka Laras pun pamit untuk pergi dan sebelum Laras benar-benar keluar dari pintu. Maudy memanggil Laras dan mengucapkan terima kasih.


Saat setelah benar-benar bangun. Maudy mulai menyantap sarapan yang disiapin oleh Dito dengan sangat lahap. Kemudian sambil memandang foto mereka berdua, Maudy pun mulai berpikir bagaimana cara lagi dia bisa meluluhkan hati Dito.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...

__ADS_1


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2