
Pesan
Aku rabahkan tubuh ini di atas tempat tidur yang sangat nyaman. Akhirnya kembali juga kerumah. Sungguh lelah berpura-pura bahagia. Uh... membuat aku lapar, memang melakukan hal yang sulit itu butuh tenaga.
Sulit bertahan dalam kondisi canggung di ruangan itu. Tidak ada sepatah katapun yang aku ucapkan pada kak Fazo tadi. Hanya beberapa kali saling pandang.
Hahaha...Memang sungguh aku tidak pantas jika seandainya aku yang berada di samping kak Fazo. Pasti orang lain mengira kalau dia pamanku. Yaa walau bagaimana pun dia dulu menganggap ku seorang wanita bukan gadis kecil.
Aku teringat saat Tante Anita bilang aku adik kesayangan kak Fazo. Sungguh lucu sekali padahal mereka tau hubungan kami tapi masih memperkenalkan aku pada wanita itu dengan sebutan adik kesayangan. Mengapa tidak mereka bilang bahwa aku mantan kekasih tersayang kak Fazo. Ha..ha..ha pasti wanita itu akan terkejut. Uh..tapi begini juga lebih baik.
Setelah ini mungkin akan lebih mudah melupakan dirinya. Dia sudah mendapatkan seorang wanita yang tepat. Sekarang yang perlu aku pikirkan adalah belajar untuk bisa membantu papa di perusahan.
Hm...kalau di pikir-pikir mengapa pria mesum waktu itu, juga berada di aula acara pernikahan kak Fazo tadi. Dan seperti hantu saja tiba-tiba muncul. Apa benar-benar dia menguntit ku, ah... tapi mana mungkin, tau dari mana pulak dia keberadaan ku. Mungkin ketepatan saja, dan mungkin dia salah satu tamu undangan di acara itu.
Ah... aku harus berusaha menghindarinya jika suatu saat berpas-pasan dengannya. Kalau bisa tidak berjumpa dengan dia untuk selama-lamanya.
Kring....
Suara ponselku, segera aku lihat isi pesan dari nomor tidak dikenal.
__ADS_1
"Hay Diva, ini kak Ayu. Simpan ya nomor kakak" isi pesan dari kak Ayu. Dari mana dia punya nomorku apa kak Fazo yang memberikan. Hm...sudah malam begini dia mengirimkan aku pesan, apa tidak melakukan malam pertama.
Oh...Tuhan apa yang aku ucapkan barusan. Ah mereka pasti sedang bersenang-senang.
"Oke kak ;)" pesan yang aku kirim kembali pada kak Ayu.
Kring .....
Satu pesan lagi masuk, tapi kini yang mengirimkan pesan sudah lain orang. Kak Fazo begitu yang tertera. Tadi istrinya sekarang suaminya. Apa yang mereka lakukan, apa mencoba untuk mempermainkan ku. Aku membuka pesannya.
"Datang ke club malam dekat jalan xx sekarang. Aku menunggumu, jika tidak datang kau dan seluruh keluargaku tidak akan melihat diriku lagi" Isi pesan dari kak Fazo, apa dia berusaha mengancamku. Club itu bukannya tempat aku pergi waktu itu.
Ah sudahlah pergi dulu, jika tidak aku pasti memikirkannya terus. Anggap aku memang adik bertemu dengan seorang kakak bukan sebagai mantan kekasih. Tapi bagaimana pun tetap saja mantan kekasih. Adik apaan yang punya hubungan sebelumnya dengan kakak sendiri.
Aku bangkit dari tempat tidur, segera mungkin aku Menganti pakaian. Mengambil jaket, tas, dan kunci Honda.
"Mah... pa, aku pergi ke asrama" teriakku pada kedua orang tuaku yang sedang berada diruang tamu.
"Malam-malam seperti ini kembali ke asrama, mengapa tidak besok pagi saja sayang" tanya mama,tetapi aku sudah pergi berlari keluar rumah tidak menghiraukan ucapan mama. Aku memakai helm dan menaiki motor metik kesayanganku pergi keluar gerbang menjauh dari kediamanku.
__ADS_1
Setibanya di club malam aku melihat mobil milik kak Fazo, aku mendekati mobil itu ternyata ada supir kak Fazo di dalamnya. Aku mengetuk pintu mobil.
"Eh nona Diva" ucap pak supir padaku.
"Pak Wu, apa kak Fazo ada didalam."
"Iya nona Diva, sudah 1 jam tuan muda didalam" jelas supir bernama pak Wu.
"Hm... ya sudah biar Diva lihat kak Fazo didalam dulu pak Wu" Aku pergi meninggalkan pak Wu, dan masuk ke club malam itu.
Uh..club malam ini membuat aku teringat kejadian itu, membuat aku bisa berada di hotel bersama pria lain, membuat aku sedikit trauma.
Saat aku memasuki club malam terlihat satu orang yang tidak asing di mataku ini. Ya...siapa lagi jika bukan orang yang aku cari kak Fazo. Aku melihat dua wanita malam berada di sampingnya sedang menggoda, sedangkan dia seperti sudah kehilangan kesadaran. Aku mendekati dirinya.
"Maaf apa kakak bisa pergi, pria ini kekasihku" ucapku berusaha mengusir dua wanita itu. Wanita itu terlihat tidak senang, tetapi tetap pergi dengan tatapan tidak suka.
Ha..ha..ha demi mengelabuhi 2 siluman itu lebih efektif jika mengucapkan pria ini kekasihku, padahal yaaa sebenarnya mantan kekasih. Tapi cara itu lebih cepat dan tidak perlu adu mulut dengan mereka.
Bersambung......
__ADS_1