
...π₯...
...π₯...
...Happy Reading...
...π₯...
...π₯...
Sedangkan di cafe terbuka. Daniel datang menemui Farah yang telah menunggu lama. Sebenarnya Farah menunggu Vivi, tapi sejak tadi Vivi sama sekali belum datang. Dan Daniel menjelaskan bahwa sekarang Ibunya sedang ada pertemuan, jadi ibunya menyuruh dia untuk membawa Farah ke tempat yang lebih sejuk untuk duduk, karena sekarang tempat di mana Farah duduk sangat panas.
"Apa kamu ingin makan cake? Cake disini sangat enak. Itu tidak akan membuat mu gemuk karena rendah lemak" kata Daniel menawarkan.
Kamu mengenalku dengan sangat baik. Jadi apa yang perlu ditunggu? Ayo" balas Farah setujuh.
Tepat disaat Farah dan Daniel ingin pergi, Elsa datang dengan tiba-tiba. Dengan sikap tampak sangat marah, dia menanyakan dimana Vivi berada sekarang. Dan mendengar cara Elsa menyebut nama ibunya dengan tidak sopan, maka Daniel pun membalas dengan kesal. Namun Elsa tidak memperdulikannya. Dan Farah pun memarahi Elsa yang sangat tidak sopan serta kasar.
"Kamu terlibat kan? Huh? Kamu bekerja sama untuk membahayakan Adi Pramana. Dan sekarang adalah giliran ku kan?" Kata Elsa menuduh.
"Jika kamu membicarakan tentang video mesum mu yang tersebar itu. Maka itu bukan kami, tapi itu lebih karena karma mu sendiri. Bisakah kamu mengingat apa yang kamu lakukan dan kepada siapa. Itulah balasan yang kamu dapatkan" balas Farah
Dengan sangat marah, Elsa ingin menyerang Farah. Namun Daniel menghalangi Elsa. Kemudian penjaga cafe pun datang dan menarik Elsa keluar.
Didepan air mancur. Farah mengobati luka gores diwajah Daniel yang disebabkan oleh Elsa tadi. Lalu mereka saling mengobrol. Daniel memberitahu bahwa dulu dia pernah mencintai Elsa, jadi sebenarnya dia sangat khawatir, tapi jika di minta untuk kembali bersama, maka jawabannya tidak. Karena dia sudah cukup merasa terluka.
"Itu bagus. Biarkan luka menjadi sebuah pelajaran. Tidak ada yang perlu disesali. Kamu juga sangat sempurna dari segi penampilan dan pekerjaan. Setiap wanita akan menginginkanmu. Aku bahkan ingin kamu menjadi menantu ku ingat?" Kata Farah menghibur Daniel.
__ADS_1
"Sayangnya, kamu tidak punya anak perempuan yang lain" balas Daniel yang menggoda Farah.
"Jenis wanita seperti apa yang kamu suka? Beritahu aku. Aku akan mencoba mencarikan untukmu" kata Farah menawarkan.
"Seseorang yang seperti mu jika mungkin" balas Daniel. Dan mendengar itu Farah menjadi canggung. Lalu melihat itu, Daniel menjelaskan betapa kerennya Farah, betapa baiknya Farah, dan sebagainya. Da mendengar itu, Farah nampak sedikit malu-malu.
Tetapi karena Vivi yang telah menghubunginya, maka Farah mengajak Daniel untuk pergi bersama-sama.
Namun sebelum pergi, Daniel tiba-tiba mengingat sesuatu. Dan dia menanyakan kepada Farah tentang kapan Natasya bisa datang untuk kemoterapi. Lalu mendengar itu, Farah pun menjadi bingung dan heran. Kemudian Daniel memberitahu sakit yang Natasya derita.
Dilain tempat sesampainya di bandara. Maudy mengaku bahwa dia merasa kecewa, karena semakin dia mengenal orang disana, dia merasa setiap orang begitu baik. Dan Dito membalas bahwa suatu saat nanti, mereka masih bisa kembali ke sana. Lalu disana mereka pasti tidak akan merasa kesepian, karena begitu banyak orang yang menyayangi mereka.
Kemudian dengan perhatian, Dito memegangi tangan Maudy. Dan mereka berjalan bersama.
Kembali lagi di Farah
"Astaga Natasya, kenapa kamu melakukan ini?" Gumam Farah dengan raut wajah khawatir.
Sedangkan orang yang dicari sedang berada di Vihara. Natasya menemui Nenek yang sedang menyapu di halaman. Dan ketika melihat kedatangan Natasya, maka Nenek pun ingin pergi, tapi Natasya meminta agar Nenek menunggu sebentar.
"Bagaimana kamu tahu aku disini?" Tanya Nenek, Nenek itu adalah Oma Nina.
"Aku dengar Farah berbicara ditelpon dengan Adi" Jawab Natasya
"Dengar? Dan apa kamu juga dengar bahwa karena kamu dan anakmu, aku bersembunyi disini?"
"Aku tahu dengan baik"
__ADS_1
"Jadi mengapa kamu masih datang menemui ku" balas Oma Nina dengan sinis.
Natasya kemudian berlutut sambil menyentuh tanah. Namun Oma Nina sama sekali tidak peduli, baginya walaupun Natasya berlutut sampai berapa kali pun, dia tidak akan memaafkan Natasya.
"Aku tidak mengharapkan itu Oma. Untuk Oma memaafkan apa yang anakku dan aku lakukan. Tapi aku hanya memberi hormat padamu sekali saja. Sebelum aku tidak memiliki kesempatan lagi. Oma, terima kasih untuk memberikan ku hidup dan memberikan anak yatim piatu ini kesempatan. Kamu mengajariku dengan sangat baik. Jika aku tahu, menjadi baik dan mendengarkan pengajaranmu, hidupku tidak akan menjadi seperti ini. Tapi sejak hari datang dan aku tidak bisa mengulang waktu. Aku tidak akan mengganggu mata dan telingamu lagi. Tolong jaga kesehatanmu dan selalu berhati-hati" kata Natasya dengan sedih dan menyesal. Kemudian dia berlutut sekali lagi dihadapan Oma dan Pergi meninggalkan Oma Nina yang masih diam.
Melihat hal itu, membuat Oma Nina sedih dan tersentuh. Namun dia kembali mengeraskan hatinya lagi dan membiarkan Natasya untuk pergi dari sana. Dan sesudah Natasya benar-benar pergi, Oma Nina pun mulai meneteskan air matanya.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Ahh sedih yah kawan, semoga Oma Nina memaafkan Natasya yahππ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like π Dan Komen π¬ yah ππ...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...
__ADS_1