
Dirumah sakit. Dalam ruangan persalinan. Maudy bersusah payah menarik nafas untuk melahirkan bayinya. Lalu Dito baru yang masuk ke dalam ruangan, dia langsung mendekati Maudy dan memegangi tangan Maudy dengan erat.
"Tidak... Kamu akan baik-baik saja. Kamu dan bayinya akan baik-baik saja" kata Dito untuk menguatkan Maudy yang mulai tampak kelelahan.
Dan akhirnya setelah perjuangan yang panjang, Maudy berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki. Lalu melihat itu, mata Dito pun berbinar dan tampak sangat gembira sekali.
Saat bayi tersebut telah dibersihkan, perawat memberikannya ke dalam gendongan Dito. Dan kemudian Dito mendekati Maudy yang juga tampak bahagia. "Ini anak kita" kata Dito.
Lalu Maudy mengangkat tangannya untuk menyentuh bayi tersebut, namun saat dia ingin menyentuhnya bayinya tiba-tiba Maudy pingsan dan tidak tau kenapa. Dito langsung berteriak memanggil Dokter Venna yang sedang memeriksa bayi mereka.
Lalu dengan segera Dokter Venna menghampiri Maudy yang sudah pingsan.
"Tuan keluar dulu, agar saya bisa memeriksa lebih serius" ucap Dokter Venna.
"Ada apa dengan istri saya, Dok" jawab Dito.
"Tolong keluar dulu, nanti saya akan memberitahukan kepada anda" balas Dokter Venna yang sudah memeriksa keadaan Maudy.
Sedangkan Dito keluar dari ruangan persalinan, sementara itu Adi dan Farah yang sedang menunggu malah terheran melihat Dito keluar dengan menangis.
"Dito, ada apa?" Tanya Adi yang terlihat khawatir.
Dito hanya diam dan memandangi Maudy yang masih pingsan. Sementara salah satu perawat membawa anaknya untuk ke ruangan Inap, Dito melihat itu hanya sekilas.
__ADS_1
"Paman, tolong temani bayi ku sebentar. Aku ingin menunggu Maudy" ucap Dito.
"Memangnya ada apa? Kenapa kau tidak memberitahu ku" Jawab Adi.
"Aku tidak tau Paman, tiba-tiba saja Maudy pingsan" balas Dito yang sudah menumpahkan air matanya.
Sementara Farah dan Adi sudah syok mendengar penuturan Dito. Memang selama ini yang mereka tau Maudy baik-baik saja dan tidak ada kelainan dari kehamilannya, tapi siapa sangka Maudy pingsan saat selesai melahirkan.
"Farah, kau pergi lah menjaga bayinya. Aku akan menunggu disini dengan Dito" Sambung Adi. Lalu Farah pun dengan terpaksa menuruti Adi dan segera menuju kamar Inap.
Kembali lagi di Maudy yang sekarang sedang diperiksa. Dokter Venna yang awalnya tidak terlalu khawatir, malah sekarang Dokter Venna sangat khawatir. Dan itu diluar ekspektasinya selama ini.
Dengan sekuat tenaga Dokter Venna memeriksa Maudy. Setelah melihat keadaan Maudy yang sudah membaik, Dokter Venna dan perawat membawa Maudy ke ruang Inap. Saat Maudy dibawa menggunakan brankar, pintu pun persalinan pun terbuka. Dito dan Adi segera mendekati sang Dokter dan memberika beberapa pertanyaan kepada Sang Dokter.
"Iya Dok" jawab Dito
"Tolong ikut keruangan saya sebentar. Ada yang ingin saya jelaskan" ucap Dokter.
"Boleh saya ikut, Dok. Saya adalah Ayah Maudy" sambung Adi.
"Silahkan" jawab Dokter Venna dan mereka pun ke ruangan sang dokter. Ditengah perjalanan hanya keheningan di antara mereka.
Setelah sampai di ruangan. Dokter Venna pun menjelaskan semua kondisi Maudy.
__ADS_1
"Begini saya sangat terkejut saat memeriksa Bu Maudy tadi. Di awal kehamilannya semua baik-baik saja, tapi saat melahirkan Bu Maudy mengalami pendarahan yang cukup hebat. Dan syukurnya kami bisa menanganinya dengan cepat. Seandainya kami tidak bisa menangani mungkin saja nyawa istri anda tidak akan terselamatkan. Tapi saya ingin bertanya apa Bu Maudy akhir-akhir ini mengalami tekanan atau lebih tepatnya banyak pikiran" Tanya Dokter Venna.
Dito hanya bisa diam dan merenungkan perbuatannya hari ini yang begitu ceroboh pada Maudy. Sementara Adi melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang.
"Terus bagaimana dengan keadaan anak saya, Dok?" Balas Adi.
"Semuanya sudah baik-baik saja. Dan saya harap kalian jangan memberikan tekanan yang cukup berat nantinya" jawab Dokter Venna.
"Baiklah, Dok. Saya akan memperhatikan lagi" balas Adi. Lalu mereka pun berdua keluar dari ruangan Dokter Venna menunju ruangan Maudy.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
__ADS_1
...ππ...