Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 71


__ADS_3

Maudy datang ke kantor sambil membawakan banyak makanan dan melihat itu, Eric pun segera mendekat untuk membantu mengangkat kan barang bawaan Maudy. Lalu tanpa perlu Maudy bertanya, Eric sudah tahu dan dia menjelaskan bahwa sekarang Dito sedang berbicara dengan bagian pembelian. Kemudian Eric menawarkan diri untuk memanggil Dito.


"Tidak perlu. Aku bisa menunggu dia sampai tidak sibuk dan juga, ini untuk Dito. Lalu yang itu untuk kamu" kata Maudy sambil menunjukkan makanan yang dibawanya.


"Untuk kami? Oo... Cantik dan baiknya" puji Eric. Lalu dia pun pergi meninggalkan Maudy untuk meletakkan semua makanan yang Maudy berikan.


Dito masuk ke dalam ruangannya. Kemudian Melisa ikut masuk sambil mengangkat dua buah kotak. Dan lalu Melisa menjelaskan bahwa ini semua adalah barang milik Natasya. Tadi pihak penyewa menghubunginya untuk membersihkan semua barang yang berada di dalam kamar Natasya. Jadi dia mengambilnya.


"Aku benar-benar melupakan itu. Maaf telah merepotkan mu, ya" kata Dito.


"Tidak apa. Aku di dekat sana dan lagian tidak ada terlalu banyak barang" balas Melisa.


"Terima kasih" balas Dito.


Dito membuka kotak yang Melisa bawa. Dan saat dia melihat kain yang dibelinya saat bulan madu dulu, Dito menceritakan bahwa dulu dia membeli kain tersebut untuk diberikan kepada Ibunya. Tapi tidak jadi diberikan, karena Ibunya menghilang.


"Tidak pernah terpikirkan bahwa pada akhirnya akan sampai di dia juga" kata Dito. Kemudian dia berterima kasih kepada Melisa telah membuat mimpinya menjadi kenyataan.


"Itu bukan karena aku. Tapi karena takdir" balas Melisa.


Dengan sikap sedikit ragu, Melisa menanyakan tentang hubungan Dito dan Maudy sejak kejadian tersebut, apa mereka berdua sudah bisa saling mengerti sekarang dan sambil tersenyum Dito mengiyakannya.

__ADS_1


"Aku tahu dia tidak akan bermaksud begitu. Dan aku yang terlalu bicara emosi" kata Dito.


"Aku tahu kamu mengerti" balas Melisa. Lalu saat dia melihat wajah Dito yang berubah menjadi murung, dia pun bertanya, ada hal apa yang menggangu Dito lagi.


"Tidak ada, Melisa. Jangan khawatir" balas Dito.


Maudy yang kebetulan datang dan berada di depan pintu, dia mendengar semua perkataan Dito. Apalagi ketika Dito mengatakan...


"Hanya saja ada beberapa hal yang walaupun kita tahu, tapi bukan berarti itu bisa dengan mudah dilupakan" kata Dito dengan pandangan murung kepada Melisa.


Dan mendengar itu, Maudy tiba-tiba saja merasa syok dan tidak berani untuk menemui Dito lagi.


...🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠...


Sesampainya dirumah dan melihat Maudy belum tidur serta sedang memakai lotion, maka Dito pun mendekati Maudy. Lalu dia menanyakan apa hari ini Maudy ada pergi keluar, karena Dito mendengarkan kalau Maudy sudah pergi.


"Jika kamu mau pergi kemanapun, mengapa kamu tidak memberitahu ku? Jadi aku bisa menemanimu" kata Dito.


"Aku hanya pergi untuk membeli beberapa barang dan aku bisa pergi sendiri" balas Maudy. Lalu dia melanjutkan memakai lotion dikakinya.


Dan melihat itu, Dito pun menawarkan diri untuk membantu Maudy. Tapi mengingat perkataan Dito dikantor tadi, maka Maudy pun langsung menghindar, sebelum Dito sempat menyentuh kakinya.

__ADS_1


"Tidak perlu. Kamu baru saja pulang dan belum mandi. Jadi mandilah" kata Maudy beralasan.


"Baiklah" balas Dito, lalu dia pun pergi.


Disaat Dito pergi Maudy kembali menangis diam-diam sambil mengingat kejadian di kantor tadi


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...

__ADS_1


__ADS_2