
...πΈπΈπΈ...
...πΈπΈ...
Diteras taman. Oma membawakan makanan dan mau menyuapi Maudy. Tapi Maudy menolak dengan alasan sudah kenyang. Dan Oma pun langsung mengomentari Maudy yang baru makan sedikit saja, tapi sudah bilang kenyang.
"Ada apa sayang? Pertama kali kamu mencoba untuk menaikkan berat badanmu, tapi sekarang, kamu terlihat seperti kehilangan berat badanmu" komentar Oma Nina.
"Tidak apa-apa berat badanku turun asalkan bayiku baik-baik saja" balas Maudy.
"Ada yang sedang kau sembunyikan dari Oma sayang" gumam Oma Nina.
Disaat Oma Nina dan Maudy masih mengobrol. Farah datang dan mengabarkan mengenai berita kelahiran putri Laras. Lalu mendengar betapa bersemangat nya Farah mengabarkan itu, maka Oma Nina pun berkomentar bahwa Farah bersikap seolah Adi tidak pernah punya anak. Tapi Farah mengabaikan perkataan Oma Nina dan mengajak Maudy untuk ikut bersamanya.
"Dito akan menemui ku untuk membeli beberapa barang hari ini. Ini sudah hampir waktunya, jadi aku akan bersiap dulu" kata Maudy beralasan, lalu dia masuk kedalam rumah sambil membawa semua barang rajutannya. Ya memang sementara Maudy dan Oma mengobrol, Maudy juga sedang merajut sebuah sepatu untuk anaknya nanti.
Dan ketika Maudy telah masuk ke dalam rumah kecil, Oma pun langsung mencubit lengan Farah. Karena Farah sama sekali tidak memperdulikan perasaan anaknya Maudy.
__ADS_1
"Apa itu karena aku mengajaknya. Aku tidak ingin Maudy bersikap menjadi berpikiran tertutup seperti ini. Sekarang setiap pihak berakhir happy. Apa kamu masih menyimpan dendam?" Kata Farah menyindir Oma Nina.
"Bagaimana kamu tahu setiap pihak akan bahagia?" Balas Oma Nina.
"Apa ada pasangan yang tida bahagia?" Tanya Farah dengan curiga dan heran.
"Mmm... Aku tidak bahagia" balas Oma Nina mengelak dan Farah pun tertawa kecil.
Kemudian Farah pun menawarkan diri untuk mengantar Oma Nina pulang, karena setelah itu dia mau langsung mengunjungi Laras dan Adi. Tapi Oma Nina tidak mau pulang. Lalu dengan nada bercanda, Farah mengajak Oma untuk ikut bersamanya dan tanpa disangka, Oma Nina langsung mengambil tasnya dan berdiri. Oma Nina setuju untuk pergi mengunjungi Laras dan Adi.
...****************...
Dirumah sakit. Ibu Lisa merasa sangat heran dengan kedatangan Oma Nina yang ikut berkunjung. Apalagi sedari tadi, Oma terus melihat bayi Laras secara dekat. Dia pun bertanya kepada Adi, namun Adi juga tidak tahu, karena yang mengizinkan Oma Nina untuk datang adalah Laras sendiri.
"Oh. Aku berharap kamu menolaknya" balas Farah dengan suara pelan.
Saat melihat Oma Nina yang tampak seperti ingin menggendong bayi Laras, maka Farah pun menjadi agak cemas, egitu juga dengan semuanya. Namun Oma Nina bersikeras ingin menggendong bayi Laras.
"Ketika Maudy lahir. Aku melihat wajahnya seperti Ayahnya. Jadi aku menamai dia Maudy Pramana. Tapi anak ini..." Kata Oma Nina sambil menatap serius pada bayi tersebut dan mereka. Dengan cemas, mereka hanya diam.
__ADS_1
"... terlihat seperti kakaknya. Jadi aku akan menamai dia Meisya Pramana. Apa itu bagus?" Tanya Oma Nina. Dan mendengar itu, Laras pun tersenyum. Sementara Farah, dia langsung mendekati Oma Nina dan berkomentar bahwa Laras serta yang lain pasti sudah memiliki nama sendiri, jadi bagaimana bisa Oma Nina seperti ini. Namun Oma Nina tetap bersikeras.
"Sebenarnya, kami memikirkan beberapa nama. Tapi Ibunya belum menyukai. Jadi bagaimana kamu pikirkan?" Tanya Adi kepada Laras dan Laras menganggukkan kepala, tanda setuju dengan nama pemberian dari Oma Nina untuk anaknya.
"Maudy berbakat, kuat, dan gigih, tidak mudah menyerah. Aku menghadapi itu semua. Jika anakku seperti diam, kemudian itu bagus" kata Laras dan Oma Nina pun tersenyum bangga kepada Farah. Lalu Laras menanyakan pendapat Ibu Lisa dan karena tidak mungkin menolak, maka Ibu Lisa pun setuju.
"Bagaimana semua sudah setuju kan namanya itu" kata Adi dan Oma Nina pun tersenyum senang serta penuh sayang kepada bayi Laras.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
__ADS_1
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...