
...☀️☀️☀️...
...☀️☀️...
..."Happy Reading"...
Adi terus berlatih untuk berjalan dengan perlahan-lahan dan lalu karena masih tidak terlalu kuat, maka Adi pun kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Untung saja Adi terjatuh di atas sofa dan disaat itu Dito datang ke kamarnya.
"Paman! Apa kau baik-baik saja?" Tanya Dito dengan khawatir.
"Untung saja aku terjatuh di sofa, jika tidak, maka itu akan sakit" jawab Adi dengan nafas kelelahan.
Kemudian saat Adi ingin lanjut berlatih lagi, Dito meminta agar Adi menunggu sebentar, karena dia memiliki sesuatu yang harus diberitahukan kepada Adi.
Dikamar mandi. Maudy begitu terkejut saat melihat alat test packnya yang bergaris merah dua, yaitu berarti menandakan dia HAMIL. Dan kemudian, Maudy tersenyum dan tampak sangat senang sekali. Lalu dengan bersemangat, Maudy keluar dari kamar mandi dan mencari Dito. Tapi Dito tidak ada di manapun didalam rumah kecil.
Kemudian Maudy pun mencoba menghubungi Dito, tapi sayangnya tidak diangkat. Lalu seperti teringat sesuatu, Maudy terdiam untuk sesaat.
Sedangkan orang dicarinya berada di kamar Ayahnya sendiri. Dito menceritakan segalanya, dia takut Laras akan melakukan tindakan yang tidak baik kepada bayi tersebut, maka dari itu dia berjanji kepada Laras bahwa dia tidak akan memberitahumu. Lalu selama beberapa bulan, dia mengunjungi Laras dan menolong nya sebagai teman saja.
Mendengar semua itu, Adi berterima kasih, karena Dito telah mau memberitahukan kebenarannya. Serta karena Dito telah menjaga Laras selama ini. Dan dia sama sekali tidak meragukan bahwa bayi yang dikandung Laras adalah anaknya sendiri.
"Aku tidak ingin Laras melihatku dalam kondisi ini. Aku tidak ingin senyumnya menghilang karena kesalahanku. Aku bahkan tidak cukup kuat untuk berdiri sendiri. Aku tidak pantas untuk senyum Laras" jelas Adi dengan sedih.
"Itu salah. Senyum Laras yang kamu lihat hari itu. Itu tidak berbeda dari bunga di dalam vas, cantik tapi tanpa hidup" balas Dito.
Ketika Laras menunjukkan baju-baju bayi yang ada di internet dan meminta pendapatnya. Dito menunjukkan pilihannya, tapi Laras malah memilih baju yang lain. Karena menurut Laras, Ayah dari bayinya pasti akan lebih menyukai baju yang dipilihnya.
__ADS_1
"Adi sangat suka warna hijau dan menamai perusahaannya 'Green Dream'. Jika itu dia, dia akan memiliki yang satu ini pastinya" jelas Laras sambil tersenyum.
Di kantor. Laras tersenyum saat melihat baju bayi yang dipesannya telah tiba. Lalu tiba-tiba saja terdengar suara keributan. jadi Laras keluar dari kantornya. Dan ternyata orang yang datang serta membuat keributan tersebut adalah Maudy.
Lalu saat melihatnya, Laras memberitahu karyawannya bahwa dia yang akan menutup toko hari ini. Dan ketika karyawannya pulang, Laras mengomentari Maudy yang begitu cepat kembali kepadanya. Lalu Laras melihat sekeliling dan menanyakan dimana suami Maudy yang akan Maudy berikan padanya.
"Aku menarik kembali perkataanku. Aku tidak bisa memberikan dia kepada kamu" kata Maudy.
"Pagi ini, kamu bilang bahwa kamu berani untuk menukarkan nya, tapi sekarang tidak?" Balas Laras.
"Berapa banyak yang kamu inginkan? Katakan saja. Aku akan menandatangani nya!" Balas Maudy sambil berteriak keras. Lalu Maudy mengeluarkan buku cek dan menandatanganinya, kemudian Maudy memberikan selembar cek tersebut kepada Laras.
"Ohh. Apa harga Ayah dan Suami mu bernilai segini?" Balas Laras. Lalu dengan kesal, Maudy merobek cek tersebut dan dia memberikan cek yang lain, tapi Laras tetap menolak. Jadi Maudy menuliskan cek yang lain lagi dan lagi sambil menangis frustasi. Tapi walau melihat Maudy yang frustasi, Laras sama sekali tidak mau mengambil cek tersebut.
"Maudy. Kamu bertingkah seperti kamu akan kehilangan sesuatu yang kamu cintai" komentar Laras melihat sikap aneh Maudy.
"Orang yang kamu maksud, apa itu Ayahmu atau Suamimu?" Tanya Laras dan Maudy hanya diam saja sambil menangis. "Dito kan?" Tebak Laras.
Kemudian dengan penuh perhatian, Laras memegang tangan Maudy yang bergetar dalam menuliskan cek. "Kamu mencintai dia kan?" Tanya Laras.
Kemudian tepat disaat itu, mereka berdua menyadari kedatangan Adi dan Dito yang berada di belakang mereka. Dengan perlahan, Adi mencoba untuk berdiri dan menghampiri Laras. Dia berkata bahwa dia tidak bisa menahan dirinya lagi dari merindukan Laras. Dan melihat serta mendengar itu, Laras sangat terharu.
Namun baru beberapa langkah saja, Adi terjatuh dan melihat itu, dengan segera Laras mendekati Adi. Tapi dengan panik, Adi menyuruh Laras untuk berhati-hati, karena Laras bisa membahayakan dirinya sendiri dan bayinya.
"Tidak apa. Aku baik-baik saja. Kita cukup kuat untuk menolong satu sama lain. Memegang tanganmu dan berjalan bersama" kata Laras. Lalu dia mengatakan bahwa dia sangat merindukan suaminya.
Dan dengan bahagia, Adi pun memeluk Laras. Sedangkan Maudy menangis, dia tidak senang saka sekali melihat itu. Kemudian Dito pun mendekati Maudy dan mengambil cek yang terjatuh dilantai.
__ADS_1
"Untuk mu... Apa aku seharga ini?" Tanya Dito. Dan Maudy hanya diam saja, lalu karena sangking sedihnya, Maudy pun berlari pergi dari sana, kemudian melihat itu Dito ikut menyusuli Maudy.
Didalam parkiran. Sebelum Maudy masuk ke dalam mobil, Dito langsung menahan Maudy dan menanyakan kemana Maudy akan pergi, karena Maudy belum menjawab pertanyaannya. Dan dengan marah, Maudy membalas bahwa tidak ada yang perlu dijawab, karena dia tahu adalah Dito telah merahasiakan mengenai Laras darinya dan menjaga Laras dibelakangnya, bahkan Dito membawa Ayahnya kepada Laras.
"Bagaimana bisa kamu melakukan ini? Bagaimana bisa?! Bagaimana bisa kamu menyakiti keluargaku?" Balas Maudy dengan marah sambil mendorong Dito dengan kuat. Kemudian Maudy membuka pintu mobil. Namun Dito kembali menahan Maudy.
"Bagaimana bisa aku menyakiti keluarga mu? Sejak keluarga mu adalah keluarga ku. Kamu yang bilang begitu padaku, kan?" Balas Dito.
"Orang yang berbeda di dalam keluarga yang sama, tidak akan pernah melakukan apa yang kamu lakukan. Aku menarik perkataanku. Kamu tidak pernah bisa menjadi keluarga ku. Tidak pernah!" Balas Maudy dengan kata yang menyakitkan. Lalu Maudy mendorong Dito dan masuk kedalam mobil.
Sedangkan Dito hanya bisa terdiam serta membiarkan Maudy pergi.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like 👍👍...
...Komen 💬💬...
...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...
...Sekali lagi jangan lupa Like 👍 Dan Komen 💬 yah 😁😁...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
__ADS_1
...👋👋...