Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 54


__ADS_3

...❤️❤️❤️...


...❤️❤️...


..."Antara Dua Pilihan"...


Dipagi hari. Maudy pergi ke kamar Ayahnya. Dan disana dia melihat Adi yang sedang berlatih berjalan. Lalu ketika melihat kedatangan Maudy, dengan senang Adi meminta tolong agar Maudy bisa membantunya berjalan lagi.


"Apa yang terjadi? Mengapa tiba-tiba kamu bisa berjalan?" Tanya Maudy dengan nada datar.


"Aku memikirkannya sepanjang malam. Dan aku tidak yakin, jika aku memberitahumu. Pertama aku tidak mau. Tapi setelah berpikir, aku tidak ingin mengetahuinya dari orang lain. Laras hamil anak ku" jelas Adi dengan senang.


"Bagaimana kamu yakin, itu adalah anakmu?" Tanya Maudy.


"Mengapa kamu bicara seperti itu?" Balas Adi.


"Kemarin aku mengikutimu dan ibu. Dan melihat Istrimu bersama dengan suamiku. Mereka diam-diam saling menemui dibelakang kita, yang mana kita tidak tahu. Jika bayi itu benar-benar milikmu, dia tidak akan pergi dengan mudah dari hidupmu" jelas Maudy dengan nada terluka dan sedih.


Adi mengerti mengapa Maudy bisa berpikiran demikian, tapi tidak peduli apa yang Maudy katakan ataupun orang lain katakan, untuknya bayi itu di dalam kandungan Laras adalah anaknya. Karena Laras adalah wanita yang dicintainya. Dan dia mencintai segala yang ada pada Laras, termasuk bayi yang dikandungnya.


"Jadi apa? Kamu pikir dia akan membiarkan Dito pergi dan kembali padamu? Bahkan jika kamu bisa berjalan, tapi dia tidak akan pernah kembali padamu" kata Maudy.


"Jika dia tidak kembali. Aku yang akan berjalan menemuinya" balas Adi dengan tegas.


"Dengarkan Maudy. Keluarga dimulai dari kepercayaan. Keluarga ku rusak sekali, sebelumnya karena itu. Jika kamu ingin menyelamatkan keluargamu, kamu butuh untuk belajar mempercayai keluargamu dengan baik. Di masa lalu, tidak cukup baikah Dito untuk kamu bisa percayai?" Kata Adi menasehati Maudy.


Dan Maudy hanya diam tanpa mengatakan apapun. Lalu Adi menjelaskan bahwa dia tidak perlu mengetahui jawaban Maudy, hanya saja dia ingin Maudy memikirkan perkataannya. Kemudian Adi pun kembali belajar berjalan lagi.


Maudy datang menemui Laras ke kantor. Dia berbohong dengan mengatakan bahwa Ayahnya mengirimnya untuk membicarakan tentang detail perceraian dan dengan tidak percaya, Laras bertanya apa itu benar Adi atau Maudy sendiri.


"Sejak pihak kami yang salah. Maka sebutkan berapa banyak yang kamu mau" kata Maudy.

__ADS_1


"Berapa banyak?" Balas Laras.


"Ya. Tidak peduli betapa besarnya itu, aku pikir itu senilai" kata Maudy.


"Dan bagaimana jika apa yang ku inginkan adalah suamimu? Bisakah kamu memberikannya padaku?" Tanya Laras. Dan dengan kesal, Maudy pun tidak menjawab. Lalu Laras pun berbalik untuk pergi.


"Jika aku memberi suamiku padamu. Akankah kamu mengembalikan Ayahku?" Tanya Maudy. Sebelum Laras benar-benar berjalan menjauh darinya.


Mendengar itu, Laras sangat terkejut sekali. Dia berbalik dan menghadap ke arah Maudy. "Kamu berani mengganti Dito untuk Ayahmu?" Tanya Laras yang tidak percaya.


"Segalanya untuk mendapatkan Ayahku kembali. Tidak peduli apa yang berani aku tukarkan itu" kata Maudy dengan tegas dan berani.


Setelah menemui Laras, Maudy datang ke rumah Omanya. Disana dia makan sambil menceritakan segalanya kepada Oma. Dia menanyakan apa jika dia mengatakan sesuatu dan kemudian dia menariknya kembali, apa itu akan membuatnya terlihat buruk dan Oma hanya diam dan tidak menjawab.


Lalu Oma menarik tangan Maudy dan memeriksa tubuh Maudy yang tampak berisi. Dan Maudy pun menjelaskan bahwa itu karena setiap hari dia hanya makan dan tidur.


"Dan berapa lama kamu telah makan seperti ini?" Tanya Oma.


"Mm... Mungkin sekitar 2 bulan" jawab Maudy.


"Itu keturunan keluarga kita. Ketika aku hamil dan ibumu hamil, nafsu makan kami bertambah seperti ini. Sial, aku telah mengajarkanmu setiap hari. Mengapa kamu tidak mendengar?" Omel Oma Nina.


"Tenang, Oma. Jika ada... Ini hanya ini" kata Maudy menunjukkan perutnya yang bertambah gemuk, bukan karena hamil. Maudy menjelaskan bahwa seharian dia terus menjaga Ayahnya dan tidak pergi kemanapun.


Dan karena cara Maudy yang menjelaskan begitu meyakinkan, maka akhirnya Oma Nina pun percaya.


Sesampainya di rumah. Maudy dengan ragu melihat alat tes kehamilan yang telah dibelinya. Dia bergumam bahwa dia tidak berbohong kepada Omanya, hanya saja dia juga belum tahu apa benar dia hamil atau tidak.


Kemudian saat Dito datang mendekat dengan segera Maudy menyembunyikan alat tersebut dan ingin pergi. Tapi Dito menahan Maudy, lalu dengan usil Dito merebut belanjaan Maudy. Dan dengan panik serta kesal, Maudy pun ingin merebutnya kembali.


"Mengapa kamu terlihat begitu moody hari ini?" Tanya Dito dengan heran.

__ADS_1


"Kemarin malam, seseorang terlambat pulang" kata Maudy, berbohong.


Dengan sayang, Dito mencium dahi Maudy. Kemudian agar Maudy tidak marah padanya, maka Dito pun mengatakan bahwa dia telah menyiapkan sesuatu untuk Maudy.


Di dapur Dito menyiapkan makanan yang telah dimasaknya untuk Maudy. Lalu Dito mempersilahkan Maudy untuk memakannya. Dan ketika memakannya, karena sangking panasnya, maka lidah Maudy pun menjadi kesakitan. Dan dengan perhatian, Dito membantu Maudy.


"Terima kasih" kata Maudy.


"Bisakah kamu ubah dari terima kasih menjadi memaafkan ku?" Balas Dito dan Maudy hanya diam saja.


Di rumah kecil. Dito mengangkat telepon dari Farah. Dan Farah pun mengomentari kenapa begitu sulit untuk menghubungjn Dito. Lalu Dito menjelaskan bahwa dia sibuk sepanjang hari ini. Kemudian Farah menayangkan apa Maudy berada disekitarnya. Dan disaat dia tahu Maudy tidak ada didekat Maudy, maka Farah membahas tentang Laras.


Sedangkan dikamar mandi. Dengan gugup, Maudy memejamkan matanya dan menunggu alat test packnyq. Kemudian dengan perlahan dia membuka matanya dan melihat hasil test packnya. Dan betapa terkejutnya Maudy saat dia melihat dua garis merah pada test packnya, yang berarti itu menandakan bahwa dia hamil.



...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Konflik akan mulai yah jadi penasaran aja nih sama ceritanya...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like 👍👍...


...Komen 💬💬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like 👍 Dan Komen 💬 yah 😁😁...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...👋👋...


__ADS_2