Permainan Hati

Permainan Hati
Last Episode 90


__ADS_3

Dipagi hari yang sangat cerah. Adi berdiri di dekat danau bersama dengan sepedanya. Dan kemudian, Farah yang baru datang, dia berjalan sambil mendorong sepedanya juga, mendekati Daniel sambil senyum-senyum.


"Aku takut kamu tidak akan datang" kata Daniel dengan senang.


"Pertamanya memang tidak. Aku tidak suka bersepeda" balas Farah.


"Oh... Dan" balas Daniel.


"Aku membeli yang baru. Ini, ini, ini dan ini juga" jelas Farah sambil menunjukkan semua atribut sepeda yang baru dibelinya.


Dan Daniel mendekati Farah, lalu menyentuh helm Farah. "Aku percaya. Karena ini masih ada plastiknya" balas Daniel.


Kemudian dengan sikap canggung, Farah mengajak Daniel untuk langsung bersepeda bersama. Namun sebelum itu, Daniel menjelaskan bahwa kini mereka bisa bersama-sama. Dan saat Farah tampak tidak percaya, Daniel menyuruhnya untuk percaya.


Lalu dengan sikap malu-malu, maka Farah pun mendorong sepedanya dan memberikan tanda agar Daniel cepat mengikutinya. Dan bersama mereka pun bersepeda mengelilingi taman bersama-sama.


Dirumah. Dari belakang, Dito memeluk Maudy yang sedang mengambek, karena dia ingin pergi. Dito menjelaskan bahwa dia ingin pergi karena dia perlu untuk mengambil barang-barangnya dan Bairam untuk pindah kembali ke sini bersama dengan Maudy. Dan mengetahui itu, Maudy pun tidak jadi mengambek lagi.


"Cepatlah kembali. Jangan tinggalkan aku lagi ya. Kamu dan bayi kita, itu adalah keluarga ku" kata Maudy dan Dito pun mengangguk.


"Aku mengubah pikiranku. Aku akan meninggalkan Bairam disini sebentar. Dan membawa Ibunya untuk merubah suasana" balas Dito dengan nakal. Dan Maudy pun memukuli pelan lengan Dito.


"Merubah suasana apa?" Balas Maudy dengan bingung.


"Mengapa? Aku hanya mengajak mu untuk membantu ku mengambil beberapa barang" balas Dito sambil mencubit pelan hidung Maudy.

__ADS_1


"Aku mengenal suami ku dengan baik" balas Maudy.


Lalu secara tiba-tiba, Dito langsung menggendong Maudy, sehingga Maudy menjadi terkejut. Namun mereka berdua sama-sama tertawa. Dan kemudian Maudy setuju untuk pergi bersama, tapi dia mau mereka pergi bertiga, yaitu dia, Dito dan bayi mereka.


"Keluarga kita akan pergi bersama. Dan tidak akan meninggalkan satu sama lain" kata Dito. Dan dengan sayang, Maudy pun mengecup Dito.


Namun saat Dito ingin mengecup Maudy balik, Maudy malah menghindar dan tertawa. Dan kemudian mereka berdua saling berpelukan dengan penuh kasih sayang.


...🏖️🏖️🏖️🏖️🏖️🏖️🏖️🏖️🏖️🏖️...


Dipantai. Setelah beberapa tahun berlalu. Dito dan Maudy berfoto bersama Bairam yang sudah tumbuh besar. Dan Adi lah yang bertugas sebagai juru fotonya. Lalu disana juga ada Farah, Daniel, serta Laras dan Meisya anaknya.


Saat telah beberapa kali berfoto. Terakhir mereka berfoto bersama sebagai sebuah keluarga besar. Dan sambil tersenyum lebar, mereka berfoto berkali-kali dengan diakhir, Maudy memegang sebuah kertas yang bertuliskan forever.


Selesai berfoto. Maudy menuliskan di atas pasir, tulisan FOREVER MAUDY DAN DITO. Dan melihat itu, Dito bertanya apa Maudy yakin menggunakan kata-kata ini.


"Mm... Aku hanya bercanda. Lihatlah wajahmu" kata Maudy sambil memegang wajah Dito dengan kedua tangannya.


"Setahun yang telah berlalu, apa aku tidak membuat kamu yakin sama sekali, HM?" Tanya Maudy.


"Tidak yakin" balas Dito. Dan saat Maudy tampak kesal, Dito melanjutkan perkataannya, "Tidak sampai kamu bermain satu game denganku" lanjut Dito.


"Game? Hah... Kamu tidak belajar dari game dulu?" Balas Maudy.


"Dengarkan dulu semuanya. Game ini disebut, Game cinta selamanya. Hanya ada satu aturan, siapapun yang berhenti mencintai duluan, berarti dia kalah" jelas Dito.

__ADS_1


"Okay. Maka aku menyerah" balas Maudy.


Mendengar itu, Dito langsung memegang tangan Maudy dan mengajaknya untuk berdiri. Dito menjelaskan bahwa Maudy tidak bisa dan tidak boleh menyerah padanya. Lalu Maudy menjelaskan bahwa dia menyerah bukan karena itu, tapi karena Dito telah begitu lama mencintainya, jadi bagaimana bisa dia menyusul Dito.


"Aku tidak akan mengatakan apapun. Tapi aku minta satu hal, tolong jangan menyerah padaku" kata Dito. Dan Maudy pun mendekat. Lalu Dito mencium dahi Maudy dengan lembut.


"Apa kamu pikir, selamanya untuk kita itu terlalu sulit? Bahkan Ayah dan Ibu ku berubah. Kamu dan aku, kita hampir saja melakukan hal yang sama" kata Maudy.


"Jika disana tidak ada rintangan, maka itu tidak akan menjadi game. Dan setelah kita melewati itu, maka kita akan mendapatkan sebuah hadiah yang mana membuat kita mengerti. Jadi aku tidak ingin kamu menyerah padaku. Karena setiap tantangan yang ada, membuat kita saling mencintai lebih lagi" balas Dito.


Kemudian Dito melepaskan pelukan Maudy dan mundur sedikit. Lalu dia mengulurkan tangannya kepada Maudy. "Apa kamu akan berkompetisi dengan ku?" Tanya Dito. "Percayai aku, jika kita berkompetisi untuk cinta, maka cinta kita tidak akan pernah berkurang lagi" jelas Dito.


Dan Maudy pun memegang tangan Dito. "Okay. Kemudian aku setuju untuk bermain. Kita berpegangan tangan dan lalui rintangan bersama-sama. Dan memenangkan hadiah dari game ini bersama-sama. Forever, ya?" Balas Maudy.


Setelah itu sambil saling bertatapan mesra, mereka saling berdekatan dan berpelukan. Lalu secara perlahan wajah mereka mulai mendekat, bibir mereka bersentuhan. Dan mereka pun hidup bersama dengan bahagia.


...~End~...


...Terimakasih buat para reader yang telah mendukung author membuat novel ini dari awal sampai sekarang, mungkin dari ekspektasi Reader begitu besar dalam novel author...


...Jadi author minta maaf kalau dalam novel author memiliki banyak kesalahan...


...Salam sayang dari Author, terimakasih buat kalian semua, karena sudah membaca novel yang author buat dan memberikan begitu banyak kritikan yang bermanfaat buat author dan begitu banyaknya like yang membuat saya menjadi semangat dalam menyelesaikan Novel author....


...Kalau ada kata-kata yang salah atau ada kalimat yang tidak sesuai tolong dimaafkan sebab semua orang tidak akan bisa menjadi sempurna 🙏🙏...

__ADS_1


...Terimakasih lagi 😘😘...


__ADS_2