Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 89


__ADS_3

Sedangkan di ruang tamu. Laras serta Adi saling tersenyum, saat mereka mengingat kejadian tadi pagi. Dito datang kepada mereka dan menitipkan Bairam, karena dia harus menjaga istrinya.


"Ingin bermain dengan Bairam ya?" Tanya Adi sambil mendekatkan Meisya dan Bairam.


"Lihat dia sangat senang bicara dengannya" tambah Laras.


Dilain tempat yang sedang kasmaran. Dito berbaring diatas tempat tidur, dia mengatakan bahwa bayi mereka telah cukup beristirahat. Jadi ini adalah giliran mereka. Namun bukannya berbaring, Maudy malah sibuk memperbaiki tempat tidur yang berantakan. Dan karena itu, maka Dito pun menarik tangan Maudy.


"Jangan bereskan. Karena itu akan berantakan lagi" kata Dito sambil tersenyum nakal.


"Gila! Ini masih terang" balas Maudy.


"Jadi kenapa jika ini masih pagi? Aku hanya mengundang mu untuk tidur. Apa kita tidak bisa tidur saat hari masih terang?" Tanya Dito dengan sikap polos.


"Tidak begitu. Lihat bagaimana kamu bertingkah" balas Maudy.


"Bagaimana aku?" Tantang Dito.


"Tidak ada. Kemudian mari tidur" kata Maudy sambil berbaring dan menutup dirinya dengan selimut.


Kemudian dengan sikap bingung, Dito pun menutup matanya. Setelah itu dia mendekati Maudy dan berbisik di dekat Maudy. Dia mengatakan bahwa dia tidak ingin tidur lagi. Lalu dengan mesra dia menciumi punggung Maudy berkali-kali. Dan sambil tertawa, Maudy mendorong Dito.


"Istriku yang ingin bermain duluan?" Tanya Dito dengan polos.


"Gila!" Balas Maudy. Lalu dengan sikap mesra, Dito menutupi diri mereka berdua dengan selimut.


Uhuyy Dito batal puasa nih

__ADS_1


Diruang tamu. Mereka semua berkumpul. Oma Nina menggendong Bairam dan mengatakan bahwa tidak sia-sia dia memberikan nama itu kepada Bairam. Dan yang lainnya ikut setuju. Kemudian Dito memberitahu, kalau dia sudah tenang, sejak Maudy mengatakan bahwa dia mencintainya. Dan dengan malu-malu, Maudy mencubit lengan Dito dengan pelan.


"Jangan lukai aku, hanya karena kamu malu-malu" kata Dito dengan sengaja.


"Aku ikut bahagia" kata Laras sambil tersenyum tulus. Lalu dia berkata kepada anaknya Meisya agar membantu menjaga Bairam nantinya.


"Aku senang. Akhirnya kita bisa hidup bahagia" tambah Oma Nina.


Tepat disaat itu. Elsa datang. Dia duduk dilantai dan mengatakan bahwa dia ingin mengucapkan selamat tinggal serta dia ingin meminta maaf kepada mereka untuk semua hal buruk yang telah dilakukannya.


"Aku minta maaf" kata Elsa dengan tulus sambil berlutut dengan wajah menyentuh lantai. Dan Bibi Rina mendekatinya dan duduk disebelah anaknya itu.


"Baiklah. Lagian setiap orang sudah mendapatkan pelajarannya. Hati-hati ya" kata Adi.


"Ketika kamu libur, jangan lupa untuk mengunjungi kami. Kami sudah melihat kamu dari kecil, jadi bagaimana pun, kamu adalah keluarga kami" tambah Farah.


"Terima kasih, Farah, karena sudah memaafkan ku" Balas Elsa sambil menghapus air matanya.


"Anak ku dan aku memiliki kehidupan yang nyaman, karena kebaikan Adi dan Farah selama ini. Aku membalas mu dengan menjaga Maudy dan rumah ini sebaik yang aku bisa. Dan saat ini Maudy telah memiliki Dito yang mencintainya serta menjaganya seumur hidupnya. Rumah ini juga memiliki Laras yang menjaga setiap orang. Kali ini giliran ku untuk menjaga orang yang paling kucintai di dalam hidupku. Aku akan pergi dengan Elsa anakku" jelas Bibi Rina.


Mendengar itu, Elsa sangat senang sekali. Dan mereka pun berpelukan.


Maudy mendekati mereka berdua dan duduk dilantai. Dia mengucapkan terima kasih kepada Bibi Rina yang telah menjaga mereka semua. Lalu Bibi Rina menciumi tangan Maudy.


"Aku ikut bahagia denganmu" kata Maudy dengan tulus kepada Elsa.


"Elsa. Jaga Ibumu dengan baik, ya" kata Farah.

__ADS_1


"Ya" balas Elsa sambil tersenyum.


"Jika ada apapun yang kamu perlukan yang bisa ku bantu, maka kamu bisa selalu memberitahu nya kepadaku" tambah Adi. Dan Elsa mengangguk dengan cepat.


"Jika kamu tidak bisa, maka kembalilah. Keluarga ku akan selalu terbuka untukmu" tambah Oma Nina. Dan secara bersamaan, Bibi Rina serta Elsa berterima kasih.


Lalu tiba-tiba saja disaat itu, Farah mendapatkan telpon dari Daniel. Namun dia tidak mengangkatnya. Dan melihat itu, Oma Nina hanya tersenyum.


Sambil berpegangan tangan, Farah dan Oma Nina berjalan keluar dari rumah Adi. Lalu Oma Nina membahas tentang orang yang menelpon Farah barusan. Oma Nina mengizinkan Farah untuk melakukan apa yang Farah mau, jika itu bisa membuatnya bahagia.


"Jangan takut. Aku hanya ingin melihat mu bahagia" kata Oma Nina memberikan dukungan.


"Aku tahu" balas Farah sambil tersenyum karena terharu.


*Sedikit lagi kita akan berada di penghujung cerita, jadi jangan lewatkan ya 😘😘


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2