
Keesokan harinya. Adi, Farah, Dito dan Maudy. Mereka berkumpul dikantor. Disana Adi membahas tentang keinginannya yang ingin mengalihkan perusahaan kepada Dito serta Maudy. Dan Adi ingin membiarkan Dito dan Maudy yang mengatur Green Dream menggantikan dirinya.
Lalu Farah yang diundang sebagai saksi pun setuju agar Dito dan Maudy yang memegang serta mengatur perusahaan. Kemudian seorang pengacara yang diundang, dia memberikan berkas yang harus ditanda tangani kepada Dito.
"Aku pikir harusnya nama Maudy sendiri yang ada" kata Dito sambil menyodorkan berkas yang diberikan kepadanya itu pada Maudy. Dan Adi pun menjadi heran serta bertanya. Lalu Dito menjelaskan bahwa itu karena Maudy lah pewaris yang asli, jadi dia ingin memberikan hak tersebut kepada Maudy.
"Aku tidak mengerti. Mengapa harus nama Maudy sendiri? Kamu bertingkah seperti..." Kata Farah dengan nada curiga, karena merasa heran dengan sikap Dito.
"Dito bermaksud bahwa dia dan aku seperti orang yang sama bagaimana pun. Jadi menggunakan nama manapun tidak ada perbedaan" jelas Maudy berbohong sambil memegang tangan Dito dihadapan kedua orang tuanya, untuk menyakinkan mereka.
Tapi Dito hanya diam saja dan memandang ke arah Maudy. Lalu setelah itu, sambil tersenyum kecil, Dito membenarkan.
Diruang kantor Dito. Ketika sudah hanya tinggal mereka berdua saja. Maudy pun mulai marah, dia mengatakan mengapa Dito tampak begitu ingin sekali kedua orang tuanya tahu bahwa mereka akan bercerai.
"Dalam beberapa hari, kamu akan melahirkan. Bagaimanapun setiap orang akan mengetahuinya" jelas Dito.
"Dan kamu tidak bisa mentoleransi nya? Bagaimana kita hidup, apa itu begitu pahit dan menekanmu?" Tanya Maudy dengan nada kesal.
"Aku yang harusnya menanyakan itu padamu. Kamu perlu untuk menahan diri tinggal dengan seseorang yang kamu benci. Kamu sangat memaksakan dirimu sendiri kan?" Balas Dito.
Mendengar perkataan Dito itu. Maudy pun terdiam untuk sesaat. Lalu Maudy mengatakan bahwa dia sama seperti Dito yang sangat ingin keluar dari kehidupannya. Dan Dito pun membalas bahwa itu bagus, karena Maudy akan segera mendapatkan apa yang Maudy inginkan. Kemudian setelah itu, Dito memberikan surat perceraian yang telah disiapkan nya kepada Maudy.
Dan saat melihat surat perceraian tersebut, Maudy tampak sangat tampak sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
"Pertama aku ingin mengurusnya, ketika kamu telah melahirkan. Tapi setelah melihat kamu yang memaksakan dirimu sendiri... Mengetahui ini... Kamu akan menjadi bahagia.... Aku akan meninggalkan mu setelah bayi kita lahir... Dan aku tidak akan mengganggu mu lagi dan bayinya" jelas Dito dengan nada berat.
Dan karena saking sedihnya, maka Maudy pun berbalik. Dia sengaja seperti itu agar Dito tidak melihat kesedihan dan air matanya yang mengalir. Lalu sambil menguatkan dirinya sendiri, Maudy pun menjawab, "Bagus... Aku tidak memerlukan bayinya juga, kamu bisa mengambil nya. Kemudian keluar dan beritahu Ibu dan Ayah mengenai perjanjian kita. Tapi katakan, aku yang akan menjelaskan segalanya kepada mereka. Jadi keluarlah. Keluar!" Kata Maudy.
Karena Maudy menyuruhnya untuk keluar, maka Dito pun keluar dari dalam ruangan dan meninggalkan Maudy sendirian. Sementara Maudy yang masih sedih dan syok melihat surat perceraian tersebut. Dia diam sambil menangis, lalu entah karena apa, dia lalu menjatuhkan kertas perceraian tersebut dari tangannya.
Sedangkan diruangan lain. Adi menayangkan pendapat Farah, apa dia sudah salah membuat keputusan. Dan Farah membalas bahwa Adi tidak lah salah, melainkan Dito dan Maudy.
"Kelihatannya kita perlu menghubungi mereka untuk berbicara. Dulu, mereka tampak saling mencintai" kata Adi yang merasa curiga dengan sikap Dito dan Maudy.
"Aku juga menyadarinya akhir-akhir ini. Maudy selalu tampak sedih. Awalnya aku pikir itu adalah hormon kehamilan, tapi sekarang, aku berpikir bukan karena itu" balas Farah setujuh.
"Apa masalah yang mereka miliki ya?" Tanya Adi.
Dito mengetuk pintu ruangan dan masuk. Lalu dia memberitahu kepada Adi serta Farah bahwa Maudy tadi mengatakan kalau ia memiliki sesuatu yang perlu di diskusikan tentang masalah ini dengan Farah dan Adi sendiri.
"Kita tunggu disini saja. Tapi disana ada sesuatu yang aku ingin lebih tahu tentang kalian berdua. Apa kalian sedang memiliki masalah?" Tanya Farah secara langsung.
"Dito. Jika kamu dan Maudy punya masalah, tidak peduli apa itu, jika kamu tidak bisa menanganinya, maka kamu perlu untuk memberitahu kami. Kamu tahu bahwa tidak peduli apapun, aku percaya padamu" kata Adi.
Tiba-tiba saja disaat sedang serius mengobrol. Eric masuk kedalam ruangan dengan sikap panik.
"Dito..." Ucap Eric dengan kelelahan.
__ADS_1
"Ada apa, coba tenang dulu" sambung Farah.
"Maudy... Maudy pingsan diruangan Dito" ucap Eric dengan panik.
Lalu dengan panik Dito dan lainnya berlari menghampiri Maudy. Disana Maudy berbaring dilantai sambil memegang perutnya. Dia meringis kesakitan. Dan melihat itu, Farah langsung menyarankan agar segera membawa Maudy ke rumah sakit. Jadi Dito pun menggendong Maudy. Sementara Adi, dia mengambil tas Maudy yang tertinggal. Dan lalu tanpa sengaja, dia menemukan surat perceraian antara Dito dan Maudy. Dan melihat itu, Adi sangat terkejut dan menyuruh Eric untuk memanggil pelayan untuk membersihkan kekacauan yang terjadi. Lalu Adi pun berlari menghampiri semuanya dengan perasaan terkejut.
***Aciee yang penasaran... sabar ya author akan cruzy up hari ini.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...
__ADS_1