
Pagi hari. Dito membantu si wanita pembersih dirumahnya. Dito mengatakan bahwa dia memiliki beberapa urusan uang harus diurus sekitar 2-3 jam, jadi dia mempercayakan Bairam untuk dijaga oleh si wanita pembersih dirumahnya. Dan ketika si wanita mengiyakan, Dito pun pergi.
Lalu saat Dito telah benar-benar pergi, terdengar suara bel rumah berbunyi dan seperti sudah tahu siapa itu, si wanita tersenyum.
Si wanita mempersilahkan Maudy untuk masuk kedalam rumah. Dan Maudy menjelaskan bahwa ketika si wanita memberitahunya, dengan segera di langsung ke sini. Lalu Maudy pun mengucapkan terima kasih kepada si wanita.
Maudy masuk kedalam kamar Bairam. Dan saat melihat Bairam uang sedang tidur nyenyak, dengan lembut dan penuh kasih sayang, Maudy tersenyum sambil menyentuh pipi mungil Bairam. Lalu ketika Bairam telah terbangun, maka Maudy menggendong Bairam dan menimangnya.
"Apa aku melakukannya dengan benar? Hah, Sayang?" Gumam Maudy kepada bayinya.
Tepat dibelakang Maudy. Yaitu dihalaman yang hanya dibatasi oleh jendela kaca besar. Dito berdiri disana dan memperhatikan semua yang Maudy lakukan kepada Bairam. Dan melihat betapa tulusnya Maudy menyayangi Bairam serta merawat Bairam, maka Dito pun tersenyum.
Karena sudah hampir selesai Dito akan pulang, maka Maudy pun pamit pulang kepada si wanita. Namun tepat disaat itu, Dito pulang.
"Kamu pikir pemilik rumah tidak tahu kamu menyelinap?" Tanya Dito. Dan tanpa bisa menjawab, Maudy memandang ke arah si wanita. "Aku tahu sejak hari lalu, ketika kamu mendekor rumah dan lainnya. Aku bertanya kepada Bibi dan dia mengakui bahwa dia merasa simpati padamu, jadi dia membantu mu untuk berbohong" jelas Dito.
"Dito. Aku... Minta maaf. Tolong jangan marah ya. Aku tidak berpikiran untuk melakukan apapun yang buruk" balas Maudy dengan gugup
__ADS_1
"Tapi apa yang kamu lakukan itu tidak benar" balas Dito.
"Tapi jika aku tidak melakukan ini. Akan kah aku bisa menggendong dan menjadi dekat kepada bayi ku? Karena kamu selalu menjaga bayi nya sendirian. Aku rindu setengah mati padanya. Kamu hanya ga mencintai dia, jadi kamu harusnya mengerti" jelas Maudy dengan cepat.
Saat Dito hanya diam saja, Maudy mengakui bahwa dia bersalah. Dan si wanita meminta maaf kepada Maudy, lalu Maudy membla bahwa itu bukan kesalahannya, melainkan itu adalah salahnya sendiri. Kemudian Maudy pun berjalan pergi melewati Dito.
"Selanjutnya jangan melakukan ini lagi" kata Dito. Dan Maudy pun berhenti berjalan. "Jika kamu mau datang, maka datang dengan biasa saja. Jangan menyelinap seperti ini" lanjut Dito.
Dan tentu saja hal itu membuat Maudy menjadi langsung senang sekali. Lalu Dito menjelaskan bahwa Maudy boleh melakukan itu, asalkan Maudy tidak melupakan kewajiban sebagai seorang Ibu lagi dan tidak mengatakan bahwa tidak menginginkan bayi itu lagi. Lalu Maudy pun mengiyakannya.
Karena saking senangnya, dengan izin yang Dito berikan kepadanya. Maka Maudy pun langsung menarik tangan Dito dan menggenggam nya dengan erat. "Terima kasih, Dito. Terima kasih ya" kata Maudy sambil tersenyum lebar.
Lalu mendengar perkataan Dito yang terkesan dingin, Maudy tampak kecewa sekali. Sehingga ketika akan pulang, Maudy sampai salah mengambil sepatu milik Dito. Dan ketika Dito memanggilnya untuk mengingatkan tentang sepatu itu, Maudy langsung berbalik dan tersenyum. Tapi dia langsung menjadi kecewa kembali, ketika mengetahui bahwa maksud Dito adalah tentang sepatu yang salah diambilnya.
Lalu sebelum akan pergi, Maudy berhenti berjalan. Dan dengan kesal, dia menjatuhkan sepatunya sendiri, lalu dia berjalan dengan cepat mendekati Dito. "Mengapa? Kamu tahu bahwa aku bukan hanya menginginkan bayi itu. Sejak kapan kamu menjadi tidak pintar seperti ini? Berapa lama lagi aku perlu memohon padamu?" Tanya Maudy dengan cepat.
"Ini cara kamu memohon? Aku kira kamu mencari masalah dengan ku. Apa yang ingin kamu aku tahu atau jadi pintar tentang apa? Selama yang aku bisa ingat, kamu ingin aku keluar dari hidupmu. Dan kamu tidak pernah menarik kembali perkataan mu. Bayi ini adalah darah daging mu, kamu mungkin tidak bisa memutuskannya. Tapi kamu dan aku, kita bukan apa-apa, jika kita tidak saling mencintai" jelas Dito. Kemudian dia masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Dan dengan frustasi, Maudy mengetakan kakinya pelan. "Aku mencintai mu!" Gumam Maudy dengan pelan.
Sesampainya dirumah dan memberitahukan kepada semua keluarga. Maka Oma Nina, Farah dan Adi, mereka semua langsung memberikan nasihat kepada Maudy. Mereka menyarankan agar Maudy mengatakan saja secara langsung kepada Dito bahwa Maudy mencintainya. Karena terkadang tindakan memang lebih baik, tapi kadang kata-kata harus diucapkan untuk memperjelasnya.
Lalu dengan kebingungan, Maudy pun menanyakan apa yang harus diperbuatnya. Karena jika dia berbicara baik-baik, tapi Dito masih marah padanya, maka itu akan percuma saja. Dan seperti mendapatkan ide, Oma Nina menjelaskan bahwa masalah ini sangat mudah sekali.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
__ADS_1
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
...ππ...