Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 41


__ADS_3

...❤️...


...❤️...


...❤️...


...❤️...


...Ekstra Episode nih😁...


...Happy Reading...


...----------------...


Malam ini Dito memutuskan untuk menemani Maudy bermalam di rumah sakit, walaupun Maudy yang tidak setuju pada awalnya. Dito yang sedang tidur di sofa, sementara Maudy tidur di samping tempat tidur Ayahnya.


Ketika Maudy berjalan untuk menyelimuti Ayahnya dan mengambil sebuah bantal disamping Dito, tanpa sengaja kaki Maudy tersandung oleh kaki Dito. Sehingga Maudy terjatuh di dalam pelukan Dito. Dan hal itu membuat Dito terbangun dan memeluk Maudy dengan erat.


"Sss... Tenang, atau ayahmu akan bangun dan melihat kita" kata Dito, saat Maudy yang memberontak dengan kesal ingin melepaskan diri.


"Lepaskan aku sekarang Dito" balas Maudy.


"Tidak akan. Jika kamu tidak bersikap baik. Aku tidak akan melepaskan pelukanku" balas Dito sambil memejamkan matanya yang sedang memeluk Maudy.


"Aku tidak akan bicara" balas Maudy yang ingin berdiri tapi ditahan oleh Dito.


Setelah Maudy tenang Dito memegangi dagu Maudy sambil memandang wajah istrinya itu, karena sepanjang hari ini Maudy selalu menyembunyikan wajah darinya. Sehingga sekarang dia ingin melihat wajah istrinya itu, lalu dengan lembut Dito mengelus wajah Maudy.


"Lepaskan aku sekarang, sebelum ayah melihat kita" kata Maudy sedikit canggung, Dito yang sama pun memilih melepaskan Maudy juga.


Maudy yang sudah terlelap memilih untuk tidur, sedangkan Dito mengambil tangan Maudy dan memegangnya sambil tertidur nyenyak.


Sedangkan Farah yang sudah mengetahui kejadian Vivi langsung menuju ke Rumah Vivi. Sesampainya di sana Farah menenangkan Vivi yang terus menangis, padahal telah terbukti kalau semua foto tersebut editan. Dan dengan kesalnya lagi Vivi menjelaskan bahwa itu adalah karena suaminya sama sekali tidak percaya padanya. Lalu Daniel memandangi Ayahnya yang hanya bisa tertunduk malu, karena merasa bersalah telah salah menuduh istrinya.


"Aku tidak mengerti, aku yang tidak pernah melakukan apapun kepada siapapun. Mengapa mereka melakukan hal ini padaku" tanya Vivi dengan kesal.

__ADS_1


"Jangan pikirkan orang-orang gila itu, dia hanya ingin menghancurkan mu, kalau kamu masih sedih mereka akan merasa pusa" jelas Farah sambil menenangkan Vivi.


Melihat Vivi yang sudah tenang Farah memutuskan untuk pulang, dan Daniel menawarkan diri untuk mengantar Farah keluar. Dan kemudian mereka keluar sambil membahas tentang masalah foto tersebut, sedangkan Daniel yang sangat yakin bahwa Elsa lah yang telah melakukan itu.


Lalu Farah pun setuju. Namun dia merasa curiga dengan satu hal, yaitu dia yakin bahwa yang menyebar video mesum Elsa bukanlah Vivi pastinya.


Ditempat lain, Tana berbicara dengan Andi ditelpon. Dia terdengar sangat puas, karena dapat membunuh dua burung dengan satu peluru. Tana adalah asisten cantik sekaligus tangan kanan Andi selama ini, dia yang selalu memberikan informasi kepada Andi yang masih di tahanan tentang semua yang terjadi selama ini.


"Ini sangat memuaskan bos" kata Tana sambil tersenyum licik


Sepertinya Tana lah yang telah menyebarkan video mesum Elsa. Sehingga Elsa salah paham dan malah memfitnah Ibunya Daniel yang telah menyebarkannya.


Tepat disaat itu juga Melisa yang berdiri dibelakang pintu mendengar semua pembicaraan Tana dan Andi melalui handphone.


Sedangkan dirumah sakit Dito datang keruangan Laras dan berbohong kepada Laras, seperti apa yang Adi minta padanya. Karena Laras tidak bisa mengunjungi Adi, maka Laras pun menjadi sangat kecewa, karena ada sesuatu yang harus diberitahukan pada Adi.


Lalu Dito membalas bahwa dia tidak akan mengingkari janjinya kepada Laras, setelah dokter memeriksa dan memperbolehkan Laras untuk berkunjung, dengan cepat Dito membawa Laras untuk menemani Adi.


Dilain kamar Adi meremas kakinya yang sudah tidak bisa digerakkan lagi. Lalu disaat itu Maudy datang membawakan makanan untuk Adi. Namun Adi yang tidak berselera makan, maka Adi beralasan bahwa dia kesulitan makan jika berbaring, jadi Adi menyarankan agar Maudy saja yang memakan makanan itu.


Diluar ruangan, Maudy membicarakan hal itu kepada Bi Rina. Dan Bi Rina pun menyarankan agar Maudy memberikan waktu kepada Adi dan tetap kuat, sehingga Adi yang melihatnya pun bisa menjadi kuat.


Disaat itu juga, Bu Lisa yang kebetulan sedang melewati lorong rumah sakit melihat heran karena Maudy dan Bi Rina didepan pintu ruangan Adi. Lebih herannya lagi Maudy dan Bi Rina bisa keluar masuk dengan bebas ke dalam ruangan Adi. Padahal menurut penjelasan Dito, dokter melarang orang untuk mengunjungi Adi.


Sedangkan seorang suster masuk kedalam ruangan Adi dan menyuruh Maudy untuk keluar, karena dia lah yang akan mengurus Adi selama dirumah sakit. Maudy yang keras kepala langsung menolak hal itu karena dia ingin juga merawat Ayahnya, tapi Adi malah menyuruhnya untuk keluar dan menunggu saja.


"Aku butuh mempekerjakan seorang suster selama masa penyembuhan ku bagaimanapun. Dan hal lainnya, aku tidak akan melihat kamu melakukan itu, kamu mengerti kan sayang?" Jelas Adi


Dan karena itu dengan terpaksa Maudy memilih untuk keluar agar Ayahnya tidak kesal.


Maudy yang sedang menunggu suster yang menyelesaikan pekerjaannya, tiba-tiba Maudy melihat Ibu Lisa dan Laras yang datang berkunjung, maka Maudy langsung bertanya.


"Kenapa kau kesini?" Tanya Maudy


"Saya ingin mengunjungi menantuku" balas Bu Lisa

__ADS_1


"Ohh, aku mengerti kau kan yang membuat kebohongan tentang tidak ada orang yang diizinkan untuk mengunjungi Adi?" Jelas Ibu Lisa


Mendengar itu Laras langsung menenangkan Ibunya dan meminta agar memberikan waktu untuknya berbicara dengan Maudy. Sehingga karena itu Ibu Lisa menjadi diam.


"Maudy, Tolong izinkan aku menemui Ayahmu, Aku mohon" pinta Laras


"Kamu yang membuat Ayahku seperti ini. Terus kamu masih berani menunjukkan wajahmu dihadapan ku?" Balas Maudy dengan kesal


"Aku minta maaf aku..." Ucap Laras yang tiba-tiba dipotong oleh Maudy


"Betapa baiknya Ayahku padamu? Dan betapa banyak dia berada di sisimu? Tapi lihat apa yang kamu lakukan untuk membalasnya. Itu tidak berbeda dari menjadi mati. Didalam hidupnya ini, dia tidak mungkin akan berjalan lagi seperti dulu" Jelas Maudy yang sudah meneteskan air matanya.


Bagaikan hantaman batu besar bagi Laras, mendengarnya saja membuat Laras terkejut dan sedih, tetapi walaupun mengetahui hal itu, Laras kekeh untuk menemui Adi. Sampai-sampai Laras rela berlutut dan memohon dihadapan Maudy agar di berikan izin untuk menemui Adi.


"Maudy aku mohon izinkan aku. Kamu bisa mengutuk dan menghinaku, apapun yang kamu inginkan. Aku akan membiarkannya, tapi aku mohon padamu, tolong izinkan aku melihat Adi sekali saja. Mungkin apa yang akan ku beritahu padanya membuat Adi menjadi kuat" pinta Laras


"Kamu yang membuat Ayahku kehilangan dorongannya. Aku harap kamu tahu itu Laras!" Balas Maudy dengan nada yang lebih tinggi


"Tolong Maudy, Tolong izinkan aku menemui Ayahmu" pinta Laras dengan menangis tersedu-sedu.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like 👍👍...


...Komen 💬💬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like 👍 Dan Komen 💬 yah 😁😁...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...

__ADS_1


...👋👋...


__ADS_2