Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 64


__ADS_3

Maudy meminta tolong kepada seseorang ditelpon agar berbicara lagi dengan Natasya. Kemudian karena Dito mengetuk kaca mobilnya, maka dengan buru-buru Maudy menyudahi telponnya dengan orang itu. Lalu dia pun membuka pintu mobil.


"Hey, aku sudah bilang untuk tidak menyetir sendirian kemanapun" kata Dito.


"Aku hanya mengunjungin Oma ku dan membeli beberapa barang" balas Maudy.


"Bagaimana pun itu berbahaya. Jika sesuatu terjadi..." Jawab Dito yang terpotong.


"Hey. Aku hanya sedang hamil. Jangan membuatku marah" ucap Maudy.


Lalu Dito pun membantu Maudy untuk mengangkat barang belanjaan Maudy yang berada dibelakang mobil dan ketika Dito melihat garland yang dibeli Maudy, dia tersenyum sambil mengingat sesuatu dan Maudy memperhatikan itu.


Sebaliknya disebuah kontrakan kecil dengan penuh sayang, Natasya memeluk kain yang diberikan Dito. Dia memakai kain tersebut dan memeluknya dengan penuh kerinduan. Dan ketika mendengar ketukan pintu, Natasya pun langsung menghapus air matanya.


Melisa datang sambil membawakan makanan untuk Natasya dan dengan heran, Natasya menanyakan apa yang membawa Melisa datang untuk makan bersamanya. Kemudian tanpa basa-basi, Melisa menanyakan alasan Natasya kabur dari rumah dan Natasya pun menjadi kaget, karena ternyata Melisa telah mengetahui semuanya.


"Ya. Apa kamu tahu betapa khawatirnya setiap orang? Khususnya Maudy. Pikirkan lah. Kamu adalah seseorang yang membesarkan dia ketika dia kecil dan kamu tidak membiarkan dia untuk menjagamu ketika kamu sakit. Dan melarikan diri seperti ini. Kamu pantas untuk dipukul" kata Melisa memukul pelan Natasya.


Mendengar itu, Natasya menjadi lega. Karena awalnya, Natasya mengira bahwa Melisa telah mengetahui semuanya. Tapi ternyata tidak dan kemudian Natasya pun menanyakan bagaimana Melisa bisa mengetahui itu.


"Barusan Maudy menelponku dan menceritakan padaku bahwa kamu bilang padanya untuk tidak memberitahu aku. Tapi besok jangan keras kepala lagi" kata Melisa. Lalu Melisa menjelaskan jika besok Natasya tidak keras kepala, maka Natasya bisa memegang bayi di dalam kandungan Maudy.


Lalu mendengar itu, Natasya tampak sangat senang sekali dan bertambah semangat untuk berjuang sembuh dari penyakitnya.


Sedangkan di tempat lain, Dito meletakkan garland yang dibeli oleh Maudy. Lalu dia berdoa agar bayinya sehat dan mereka bisa segera menemukan Ibunya, sehingga mereka bisa memberitahukan kabar baik ini kepada Ibunya. Karena Ibunya pasti akan sangat senang mendengar tentang cucunya. Dan dari jauh, Maudy mendengarkan semua itu.


Dirumah sakit, Maudy mengambil tangan Natasya dan meletakkannya di perutnya. "Cucumu. Ibu akan menjadi Oma. Apa Ibu bahagia?" Tanya Maudy sambil tersenyum kepada Natasya yang tampak sangat senang.


"Aku memberitahu Melisa untuk merahasiakan ini dari Dito. Aku bilang Dito tidak akan setuju, aku datang dan pergi ke rumah sakit. Karena Dito menghawatirkan tentang bayinya" jelas Maudy.


"Terima kasih, sayang" balas Natasya.


"Aku melakukan segalanya sesuai yang Ibu minta, jadi Ibu juga harus melakukan seperti yang ku minta dengan baik. Tolong jangan pernah melarikan diri lagi" pinta Maudy.

__ADS_1


"Ibu tidak akan melarikan diri lagi" janji Natasya.


Tepat disaat itu, Daniel datang dan dia mempersilakan agar Natasya mengikutinya. Namun Maudy tampak heran, dia menanyakan bagaimana bisa Daniel berada disini, padahal ini adalah hari off Daniel. Dan Daniel pun menjelaskan bahwa dia datang karena Maudy.


Lalu saat Daniel mengatakan bahwa dia harus cepat, karena dia harus pergi ke suatu tempat. Maka Maudy pun menggoda Daniel yang tampak seperti ingin bertemu dengan seorang wanita.


"Jangan lupa untuk membawa dia dan mengenalkannya padaku" kata Maudy dan Daniel membalas dendam senyuman.


Ditempat panjat tebing Daniel melakukan olahraga panjat tebing bersama dengan Farah. Dan ketika tanpa sengaja, Farah hampir jatuh, Daniel pun dengan sigap langsung ikut turun dan dia menanyakan apa ada yang terluka


"Tidak ada. Ini tidaklah sakit. Aku kan kuat" kata Farah sambil mengangkat tangannya, namun tiba-tiba dia merasa sakit dan meringis.


"Jika kamu terluka, bilang saja kamu terluka jangan menyembunyikannya" kata Daniel lalu membantu Farah.


Disaat itu, seorang wanita mendekati mereka. Dia mengajak Farah untuk ikut keruang perawatan, tapi Farah malah menolak dan Daniel pun meminta es untuk mengompres tangan Farah.


"Tapi..." Kata si wanita tersebut.


"Baiklah. Bagusnya punya pacar seorang dokter" kata si wanita tersebut.


"Um! Dia bukan pacarku. Aku lebih tua daripada dia" balas Farah yang menyangkal.


"Berapa umurmu? Kamu masih terlihat cantik. Pria muda akhir-akhir ini suka wanita yang lebih tua. Benarkan?" Kata si wanita tersebut.


"Bisakah kamu mengambilkan beberapa es?" Balas Daniel dengan tegas.


Kemudian saat wanita tersebut pergi, Daniel segera membantu Farah dan dengan canggung, Farah membiarkan Daniel untuk membantunya.


Selesainya olahraga Farah segera ke cafe bersama Daniel. Lalu Farah menghubungin Adi dan menanyakan pendapat Adi sebagai orang yang berpengalaman dengan yang lebih muda dan Adi menggoda Farah yang terdengar mencurigakan. Lalu karena Daniel datang, maka Farah langsung mematikan sambungan teleponnya dengan Adi.


Kemudian saat makanan mereka tiba, Daniel malah mengambil steak pesanannya dan hal itu membuat Farah menjadi heran. Namun alasan Daniel mengambilnya adalah karena dia mau memotongkan steak tersebut untuk Farah, karena lengan Farah yang masih sakit.


Melihat sikap perhatian dan baik dari Daniel membuat Farah tersenyum-senyum sendiri. Namun ketika sadar, Farah langsung berpura-pura bersikap biasa saja.

__ADS_1


Ketika Adi sedang chat bersama seseorang, Laras datang dan mengomentari Adi. Lalu Adi pun mengatakan bahwa dia bukan hanya chat saja, tapi dia sudah banyak membuat perubahan. Kemudian Adi pun berdiri.


Dan dengan segera, Laras ingin membantu tapi Adi menolak. Lalu dengan perlahan, Adi berjalan masuk ke dalam kamar. Dan hal itu membuat Laras merasa heran. Namun tidak lama setelah itu, Adi keluar dari dalam kamar tanpa memakai tongkat lagi sambil membawa sebuket bunga yang indah untuk Laras. Dan melihat itu Laras pun tersenyum senang.


"Sejak kapan kamu bisa berjalan? Aku tidak tahu itu" kata Laras.


"Aku sudah bilang padamu, sebelum anak kita lahir, aku akan berlari" balas Adi.


"Bagus. Jadi kamu bisa kembali bekerja setelah bayi ini lahir. Menghasilkan susu untuk bayinya" balas Laras.


"Setelah bayi kita lahir, aku akan mengundurkan diri" kata Adi.


"Tapi kamu sudah sembuh sekarang" balas Laras.


"Karena aku telah sembuh dan merasa kuat. Aku ingin menggunakan waktu yang ada dengan kamu dan bayi kita. Mendapatkan luka, membuatku berpikir, setumpuk uang tidak bisa membeli kebahagiaan tanpa kamu" jelas Adi dan di ingin membiarkan generasi kedua yang mengambil alih perusahaan.


"Kalau begitu, bisakah kita berkeliling dunia?" Tanya Laras dan Adi setuju. Kemudian mereka saling bergandengan tangan.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...

__ADS_1


__ADS_2