Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 40


__ADS_3

Saat telah sadar, Laras langsung segera ingin melepaskan selang infus ditanganinya dan ingin pergi menemui Adi. Namun Dito yang berada disana langsung menahan Laras agar tidak melakukannya. Dito juga memberitahu pada Laras bahwa Adi selamat dan sudah dipindahkan di ruangan inap, tapi dengan kekeh Laras tidak percaya dan tetap ingin melihatnya dengan sendiri.


"Tolong jangan sekarang, barusan kamu kecelakaan. Dokter juga takut bayinya akan terkena dampak dari kelalaian mu. Kamu tahu kan, kamu hamil?" Jelas Dito dibalas anggukan oleh Laras


"Apa paman Adi tahu tentang kehamilanmu?" Tanya Dito dibalas gelengan oleh Laras, lalu dia menanyakan apa Adi benar-benar selamat dan apa Dito tidak membohonginya sekarang ini.


"Aku tidak berbohong padamu. Bersabarlah sedikit. Tunggu untuk memastikan bayimu selamat, kemudian aku akan membawamu untuk menemui Paman Adi. Dan kau harus memberitahukan padanya sebuah kabar kehamilan mu" jelas Dito


"Berjanjilah Dito, kau akan membawaku menemuinya. Berjanjilah?" Tanya Laras dengan pandangan penuh harap. Dan saat itu Dito menganggukan kepalanya, menandakan dia akan setuju.


Sedangkan didalam kamar rawat Adi, disana Maudy duduk disofa menemani Ayahnya yang masih belum sadarkan diri. Lalu Farah datang menghampiri Maudy dan memegang tangan Maudy untuk menenangkannya. Farah juga menyarankan agar Maudy menghubungi Dito dan meminta pada Dito untuk membawakan pakaian ganti serta meminta Dito untuk tinggal bersamanya dirumah sakit menjaga Adi.


"Menjaga Ayah denganku? Atau memperhatikan mantan pacarnya?" Balas Maudy dengan sinis


"Itu tidak nyambung Maudy" balas Farah


"Dia suamiku, dan pada waktu seperti ini, dia harusnya bersamaku. Bukannya menjaga orang lain, orang yang membuat Ayah seperti ini" balas Maudy dengan sangat kesal mengingat tingkah Adi.


Tepat disaat Maudy dan Farah mengobrol, Adi membuka matanya. Namun Maudy dan Farah tidak menyadari itu. Dan disaat Maudy membahas tentang Ayahnya yang tidak akan berjalan lagi, mendengar itu Adi perlahan mengangkat tangannya dan menyentuh kakinya dengan pandangan syok tanpa diketahui oleh Maudy dan Farah yang sedang berpelukan untuk menguatkan diri mereka.


Setelah berbincang Farah memutuskan untuk pulang ke Kediaman Pramana untuk menyiapkan keperluan Adi disaat dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari nantinya, tepat disaat itu juga Oma Nina berkunjung.


Farah yang melihat itu langsung menceritakan segalanya kepada Oma Nina, tentang tulang punggung Adi yang patah, sehingga memungkinkan Adi tidak akan berjalan lagi. Oma Nina yang mendengar hal itu, malah bersyukur sekali karena anaknya Farah telah bercerai dengan Adi, atau jika tidak, maka Farah akan terus merawat Adi dengan keadaan cacat sampai hari tuanya.


"Astaga, kenapa ibu berbicara seperti itu? Orang yang ibu bicarakan adalah Ayah dari cucumu" kata Farah yang mengingatkan Ibunya.


"Pengkhianat seperti itu tidak ku akui sebagai keluarga, apalagi kau kan sudah bercerai, kenapa lagi kau khawatir" balas Oma Nina yang menyindir Farah.


Kemudian Oma Nina membahas tentang Maudy yang tidak datang menemuinya dan Farah menjelaskan bahwa sebenarnya Maudy mau datang, cuma adanya masalah Maudy tidak datang.

__ADS_1


"Tenang saja Maudy mengatakan dia akan datang dan membawamu ke Vihara bersama, apalagi cucu mu itu sangat merindukanmu" jelas Farah


"Aku harap begitu. Karena beberapa hari, kelihatannya segalanya lebih penting daripada aku. Ibu mertuanya dan suaminya" kata Oma Nina dengan sini


"Mom, jangan seperti ini dan aku akan memberitahumu Natasya melarikan diri" jelas Farah


"Hooh... Dia pergi atas kemauannya sendiri. Dia juga sangat buruk. Dia kan tidak bisa tinggal ditempat yang bagus terlalu lama" balas Oma Nina


"Tidak seperti itu, mom. Natasya lagi sakit. Dan Natasya menderita kanker paru-paru dan itu sudah parah" kata Farah, Oma Nina yang mende itu tampak sangat terkejut, dia juga meminta Farah agar mengulangi perkataannya. Lalu Farah pun mengulanginya dengan menjelaskan segalanya.


Lalu karena sangking terkejutnya, tanpa sadar Oma Nina melukai jarinya sendiri hingga berdarah. Kemudian disaat itu Farah ingin mengobatinya, Oma Nina menolak dan memilih ke kamar mandi.


Didalam kamar mandi, Oma Nina menangis dengan tersedu-sedu sambil mengingat tentang kelakuannya terhadap Natasya.


"Sudah 20 Tahun kamu melarikan diri dariku. Mengapa kau tidak tinggal saja Natasya? Mengapa kau berkeliaran untuk aku tahu bahwa kau sangat menderita. Kamu sakit, kenapa? Kamu tidak kasihan padaku sama sekali? Kamu tidak mempertimbangkan bagaimana perasaanku. Aku membesarkanmu seperti anak ku sendiri" gumam Oma Nina sambil menangis penuh penyesalan.


......................


"Tidak. Aku ingin disini dan menemanimu" kata Maudy sambil memegang tangan Ayahnya dan Adi pun sangat berterima kasih.


Pas disaat itu, Dito datang sambil membawakan baju ganti untuk Maudy, dan Adi pun menyarankan agar Maudy Mandi dan ganti pakaian terlebih dahulu. Jadi Maudy pun menuruti Ayahnya, dengan sinis dia mengambil tas yang Dito pegang dan berjalan menuju kamar mandi rumah sakit.


"Maudy marah, karena kau menjaga Laras dan tidak memperdulikannya sama sekali" kata Adi memberitahukan.


"Tidak sulit untuk ditebak" balas Dito yang ternyata sudah tahu.


Hening sejenak didalam kamar itu, hingga akhirnya Adi membuka suara dengan menayangkan keadaan Laras.


"Laras baik-baik saja, cuma Laras hanya khawatir saja jadi dia sempat pingsan, tapi Bu Lisa sudah membawanya untuk periksa" jelas Dito.

__ADS_1


"Bisakah kamu melakukan sesuatu untukku? Jika Laras berpikiran untuk mengunjungi ku, bisakah kamu berbohong dan bilang kalau bahwa dokter sedang melarang untuk berkunjung" pinta Adi


"Kenapa?" Tanya Dito.


"Aku belum siap untuk melihatnya. Bisakah kamu lakukan yang ku perintahkan, kamu juga harus mengerti perasaanku" jelas Adi dengan tegas.


Ciee yang nunggu kelanjutannya 😁😁


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like πŸ‘ Dan Komen πŸ’¬ yah 😁😁...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


...


__ADS_1


...


Salam dari babang Adi yah


__ADS_2