
Hari selanjutnya. Pada pagi hari Maudy datang berkunjung ke rumah Dito sambil membawakan banyak barang belanjaan. Namun ketika dia memencet bel pintu rumah, ternyata uang yang keluar bukan lah Dito, melainkan seorang wanita pembersih rumah.
Ketika Dito pulang kerumah bersama dengan Bairam. Dan melihat kesekeliling rumah, dia menyadari bahwa ada sesuatu yang berubah dan melihat itu, Dito tersenyum. Didinding kamar Bairam, terdapat tempelan tulisan nama bayinya, juga beberapa mainan bayi yang diletakkan dilantai dan disusun rapi. Lalu saat melihat keruang makan, Dito melihat banyak sekali makanan yang berada di atas meja makan yang sudah tersusun rapi.
Kemudian saat melihat semua makanan itu, Dito pun teringat akan makanan yang dimakannya bersama dengan Maudy dulu, saat mereka berbulan madu. Dan melihat itu, senyum yang tadi mengembang langsung hilang.
Lalu tepat disaat itu, tiba-tiba terdengar suara ribut dibelakang lemari dapur. Dan dengan perlahan Dito pun berjalan mendekat kesana. Namun ternyata orang yang berada dibelakang sana adalah Wanita pembersih rumahnya. Dan melihat itu, Dito tampak sedikit kecewa.
Maudy menelpon wanita pembersih dirumah Dito. Dia berterima kasih karena si wanita telah membantunya, sehingga Dito tidak mengetahui bahwa dialah yang telah mendekor serta menyiapkan semua makanan tersebut.
Dan si wanita menjelaskan bahwa ketika Dito bertanya padanya, dia menjawab bahwa itu semua dilakukan oleh kakek nenek Bairam, sehingga Dito tidak curiga. Lalu dengan heran, dia menanyakan kenapa Maudy tidak mau Dito tahu, padahal apa yang dilakukan Maudy itu adalah hal yang baik.
"Jika dia tidak mau menerimanya, maka itu akan menjadi buruk. Tolong ya, Bi?" Pinta Maudy. Dan kemudian Maudy bertanya apa si wanita bisa membantu nya lagi untuk melakukan sesuatu.
...****************...
Disebuah restoran. Daniel mengomentari Vivi yang terlalu banyak memesan. Dan Vivi membalas dia tidak mengetahui makanan kesukaan wanita pilihan Daniel, jadi dia pun memesan banyak. Lalu Daniel menjawab kalau wanita yang akan dikenalkannya memiliki selera makan yang sama seperti Vivi, tapi yang tidak dia tahu adalah apa Vivi akan menyukai nya.
"Aku suka semuanya. Anak ku begitu pemilih. Setiap orang yang ku pilihkan untuk mu, kamu tidak suka" kata Vivi. Dan dengan sedikit gugup, Daniel tersenyum kecil.
Tepat disaat itu, Farah dan Adi datang ke restoran yang sama. Lalu melihat itu, maka Vivi pun bertanya apa Farah dan Adi akan makan disini juga. Namun sebelum Farah sempat berbicara, Daniel berdiri dan mendekati mereka, sehingga Farah pun menjadi bingung.
__ADS_1
"Adi. Apa kita disini untuk makan dengan mereka?" Tanya Farah dengan suara kecil.
"Bukan. Aku hanya mengantarkan mu saja" jawab Adi dengan santainya.
Kemudian Adi menarik Farah ke samping Daniel. Lalu Adi meminta Daniel menjaga Farah, karena Farah adalah wanita yang paling mengerti dirinya dan juga teman baiknya. Dan Daniel berjanji dengan tegas. Lalu Adi pun mengambil tangan Daniel serta Farah, dia membuat mereka berdua berpegangan tangan.
Melihat hal itu, Vivi pun menjadi keheranan. Sementara Farah menjadi sangat canggung, apalagi ketika Adi pergi meninggalkan mereka dan Vivi menatap ke arah mereka.
Menyadari maksud dari semua itu, Vivi pun bangkit berdiri. "Ini wanita yang akan kamu perkenalkan pada ku?" Tanya Vivi.
"Ya" jawab daniel dengan tegas.
"Bagaimana bisa kamu melakukan ini padaku?! Ini satu-satunya anak ku!" Kaya Vivi memarahi Farah. Dan dengan segera, Farah melepaskan tangannya yang dipegang oleh Daniel, lalu ingin menjelaskan, tapi Daniel malah langsung memotong nya.
"Daniel! Tapi ini adalah teman baik ku!" Kata Vivi dengan marah.
"Aku tahu. Dia adalah teman baikmu, mom. Dan aku mencintai dia dengan alasan yang sama kamu menyukai dia" balas Daniel.
"Mengapa aku terus dilukai dengan semua cinta mu selama ini?" Tanya Vivi dengan pandangan kecewa, lalu dia mengambil tasnya dan pergi.
Farah yang ingin pergi menyusul Vivi, tapi Daniel menahan tangan Farah. Dan Farah pun memarahi Daniel, kenapa Daniel bisa berbicara seperti itu kepada Ibunya. Lalu Daniel membalas bahwa jika dia tidak mengatakan itu, maka hubungan antara mereka, tidak akan menjadi nyata.
__ADS_1
"Bagaimana pun, itu tidak akan pernah menjadi kenyataan. Apa kamu lupa bahwa kamu adalah anak Vivi? Dan Vivi adalah teman baikku" kata Farah sambil melepaskan tangan Daniel.
"Aku tidak lupa. Tapi mengapa kita tidak bisa bersama?" Balas Daniel. Dan Farah diam tidak menjawab. Lalu Daniel pun melanjutkan perkataannya,"Kita bisa" kata Daniel sambil memegang tangan Farah dengan kedua tangannya.
"Agar Ibuku bisa mengerti, aku yang akan mengurusnya. Tapi sebelum aku mengikuti Ibuku, aku mau izin mu. Aku tahu ini sulit untukmu mengenai kita. Tapi aku tidak terburu-buru untuk jawabannya sekarang. Aku hanya ingin bertanya, maukah kamu memberiku sebuah kesempatan?" Tanya Daniel dengan serius. Dan bingung harus menjawab apa, maka Farah pun hanya diam saja.
"Jika kamu tidak menjawab. Maka aku akan menganggap itu 'iya'" kata Daniel setelah Farah terdiam agak lama. Kemudian Daniel menciumi tangan Farah, lalu pergi berlari pergi untuk mengejar Ibunya. Dan dengan sikap malu-malu, Farah tersenyum dan bersikap senang.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...
...Like ππ...
...Komen π¬π¬...
...Supaya Ratingnya bisa naik βββ...
...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...
...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...
__ADS_1
...ππ...