Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 31


__ADS_3

...🌀️...


...🌀️...


...🌀️...


...🌀️...


...🌀️...


...Happy Reading...


...~Β°BULAN MADU IVΒ°~...


Pagi hari dilain tempat, Maudy dan Dito sarapan bersama, disana Bu Diana sedang menyiapkan sarapan roti, mayonaise serta sosis untuk mereka. Namun Maudy meminta Bu Diana menyediakan makanan seperti tempo hari, karena dia lebih menyukai makanan kemarin. Dan disaat mendengar itu, Bu Diana tersenyum senang, karena Maudy sangat makanan mereka.


Kemudian disaat Bu Diana pergi, Maudy memainkan hpnya dan menanyakan ke Dito, apa ayahnya pernah menghubunginya dan Dito pun menjawab tidak. Mendengar ucapan Dito, Maudy pun berdiri memandangi lagi keindahan pemandangan ditempat itu.


...~~~~~~...


Di apartemen Farah, Natasya yang baru keluar dari kamar mandi sambil terbatuk-batuk, ketika melihat Adi disofa pun menjadi salah paham. Tepat disaat itu, Farah yang baru keluar juga dari kamar dan melihat itu, dengan segera menyangkal dan membela diri agar Natasya tidak salah paham tentang dirinya.


Farah menepuk pelan pundak Adi dan menyuruhnya untuk bangun. Kemudian dia menanyakan kenapa bisa dia tidur di sofa, padahal Adi berjanji untuk segera pulang setelah menghabiskan makan mie. Namun Adi sendiri tidak tahu, kapan dia tertidur.

__ADS_1


"Pergi sekarang, pergi mandi dan berpakaian. Cuci mukamu. Bangun. Cepat. Cepat. Pergi. Pergi. Pergi" kata Farah sambil mendorong Adi yang masih mengantuk


Melihat itu, Natasya tersenyum dan bergumam bahwa Adi dan Farah tampak masih baik-baik saja jika bersama.


Dilain sisi Laras yang baru tiba di kantor langsung heran, sebab mobil Adi masih terparkir disana. Lalu dia pun menghubungi Bi Rina untuk menanyakan apa Adi telah kembali. Namun sayangnya, Laras mendengar kalau Adi belum pulang.


Kemudian pas disaat itu, Laras melihat Adi turun dari dalam mobil hitam. Dan melihat itu, Laras tersenyum senang serta ingin segera mendekati Adi. Tepat selangkah Laras menghentikan langkahnya, ketika dia melihat bahwa ada Farah keluar dari dalam mobil yang sama. Laras yang melihatnya langsung berubah tidak senang dan cemburu.


Sedangkan Maudy dan Dito yang selesai sarapan. Bu Diana, Pak Joko dan Danang mereka mengunjungi tempat penginapan Maudy dan Dito. Disana Diana menanyakan kemana Dito dan Maudy berencana pergi hari ini. Dan Dito pun menjawab bahwa mereka berpikiran untuk pergi ke kota, karena sejak mereka berdua tiba ditempat ini, mereka belum keluar kemanapun.


"Mmmm... Bulan madu memang seperti ini. Beberapa pasangan bahkan tidak pernah keluar sama sekali. Apa kamu tahu itu?" Kata Diana sambil tersenyum nakal kepada mereka berdua.


"Tapi bukan pasangan kami pastinya" balas Maudy


Melihat kondisi yang sudah mulai memanas, Pak Joko mulai menjelaskan bahwa alasan mereka berkunjung adalah karena hari ini anak mereka tengah berulang tahun, jadi mereka akan pergi berdoa. Maka dari itu, jika Dito dan Maudy mau pergi ke tempat lain, maka dia akan mencarikan mobil yang lain.


Dan pada akhirnya, Maudy dan Dito memutuskan untuk ikut saja bersama keluarga Pak Joko.


Bersama mereka berjalan menuju ke Vihara . Dan sambil berjalan Pak Joko menjelaskan mengenai Vihara di tempat itu. Kemudian setelah tiba disana, mereka berdoa masing-masing. Lalu ketika selesai, Maudy menggantungkan sebuah lentera kertas miliknya. Lalu disaat itu, Dito mendekati Maudy dan menaruh sebuah bunga putih di atas kepala Maudy. Dan merasakan itu, Maudy pun menanyakan dimana Dito mencabut bunga tadi.


"Aku tidak mencabutnya. Aku melihat itu jatuh dari pohon, tapi itu masih cantik dan itu sesuai dengan pakaianmu" jelas Dito


"Selalu pada konsep. Didalam dunia ini tidak ada yang tidak dapat digunakan kembali bagimu, kan?" Balas Maudy dan Dito tersenyum, lalu dia mengajak Maudy untuk berselfie, karena ibu mereka ingin melihat foto mereka berdua.

__ADS_1


Sedangkan di ruang tunggu ruamh sakit, Farah tersenyum melihat foto Dito dan Maudy. Kemudian disaat itu Natasya baru saja selesai melakukan pemeriksaan, dia keluar dari ruangan periksa dengan wajah yang tampak seperti bimbang. Namun disaat dia mendekati Farah, dia tersenyum seperti tidak ada masalah.


"Natasya lihat ini" kata Farah menunjukkan foto Dito dan Maudy yang di dapatnya. Lalu melihat itu, Natasya pun tersenyum bahagia.


Setelah mengobrol sebentar, Farah teringat dengan hasil pemeriksaan Natasya. Dan dia pun bertanya kepada Natasya tentang hasilnya. Lalu dengan sedikit gugup, Natasya menjawab bahwa hasil CT Scan nya masih belum keluar, namun dokter mengatakan bahwa dia baik-baik saja, hanya infeksi tenggorokan saja.


Dan mendengar itu, Farah pun kembali tersenyum lega, karena ternyata Natasya baik-baik saja.


Tetapi didalam tempat sampah yang berada di dekat dinding ruangan pemeriksaan. Disana tampak sebuah amplop coklat yang seperti sengaja dibuang. Dan siapa sangka Natasya sengaja membuang Hasil CT Scan nya dengan alasan dia tidak mau lagi merepotkan siapapun lagi dan akan menyembunyikan hasilnya sendiri, Walau apapun yang terjadi di esok atau lusa.


......🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸......


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like πŸ‘ Dan Komen πŸ’¬ yah 😁😁...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2