Permainan Hati

Permainan Hati
Bab 22


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu telah datang semua orang lagi-lagi sibuk dengan persiapan resepsi pernikahan, dilain tempat Dito dan Maudy tengah bersiap untuk ke aula pernikahan, host pun memanggil mempelai wanita dan pria, para wartawan terus memotret disaat Maudy dan Dito melangkahkan ke arah aula


"Tepuk tangan yang meriah buat mempelai pengantin baru kita, yang tengah berjalan ditengah-tengah kita" ucap host


Ada yang memuji dan ada yang iri terhadap pengantin tersebut, yang iri itu adalah Laras mantan kekasih Dito dan disudut lain sebuah tahanan seorang pria yang sedang kesal sambil mengumpat Maudy dan Dito


Walaupun semua orang melihat pasangan tersebut bahagia merona tapi dilain waktu tadi mereka sedang berbicara tentang kesepakatan pernikahan mereka


*Flashback on


"Ingat pernikahan ini hanyalah sebuah permainan bagi kita" ucap Maudy


"Baiklah, aku akan mengikuti permainanmu, tapi yang harus kamu tahu pernikahan ini akan selamanya" jawab Dito


"Terserah kau saja" ucap Maudy lagi sedangkan Dito hanya terkekeh melihat tingkah Maudy


*Flashback off


Semua orang berbondong-bondong untuk memberikan ucapan salam kepada pengantin, Farah dan Adi sangat bahagia melihat putri semata wayangnya menikah begitupun dengan Dinda


Acara akhirnya selesai semua orang pulang ke rumah masing-masing, sedangkan keluarga Adipramana sedang duduk dan saling bercanda ria


"Bagaimana kalian akan honeymoon dimana" ucap Farah


"Bunda, kenapa bahas begitu sih" jawab Maudy yang berpura-pura bahagia


"Terserah, Oiya Dinda apa kau punya rekomendasi buat honeymoon" tanya Farah


"Ada, tapi mungkin mereka berdua tidak akan mau kesana" jawab Dinda

__ADS_1


"Ibu, kenapa bilang seperti itu Maudy dan Dito akan ke tempat yang ibu mau" ucap Maudy sambil memegang tangan Dinda


Sedangkan Dito yang melihat hal itu membuatnya merasa bahagia dan terharu, memang walaupun Maudy hanya menganggap pernikahan ini hanyalah sebuah permainan tapi bagi Dito pernikahannya adalah pernikahan yang terbaik baginya, apalagi Dito yang sangat mencintai Maudy


Malam yang begitu cepat berlalu semua kembali beristirahat, Dinda yang kembali ke kosnya diantar oleh Farah, Adi dan Laras kembali ke kamarnya dan Maudy dan Dito memutuskan untuk tinggal disebuah paviliun dekat Mansion Adi


Mereka sengaja seperti itu karena tidak ingin kalau keluaga mereka mengetahui pernikahannya yang hanya sebuah sandiwara, Maudy yang telah selesai bersih-bersih dan duduk disebuah kasur, lagi-lagi Dito mengerjai istrinya itu


"Mau apa kau disini" ucap Maudy yang kaget melihat Dito membuka bajunya


"Mau ganti baju lah, kan kita sudah sah, jadi kau bisa melihat punya semua" jawab Dito


"Buka di kamar mandi saja lah, kau tau kan aku menikahi mu hanya sebuah sandiwara"


"Stoop, jangan bilang seperti itu lagi kau akan jatuh cinta dengan ku" ucap Dito sambil memeluk tubuh Maudy dan seketika Dito mencium bibir Maudy dan berjalan ke kamar mandi


Maudy yang mendapat ciuman itu hanya kaget dan kesal bagaimana tidak Dito dengan cepat mencium bibir Maudy tanpa izinnya


"Maudy tolong, handukku" teriak Dito


"Ambil sendiri saja" jawab Maudy sambil mengeringkan rambutnya


"Maudy..., kau tau kan aku lagi telanjang, tolong ambilkan dulu" ucap Dito lagi dari balik pintu


"Ambil sendiri saja" jawab Maudy lagi


"Oke, jangan teriak saat aku keluar" ucap Dito, disaat ingin keluar Maudy berteriak dan terpaksa menuruti permintaan Dito


"Stooppp"

__ADS_1


Dito yang sangat bahagia melihat wajah lucu Maudy disaat sedang kesal, Dito sangat menyukai wajah Maudy makanya Dito selalu mengganggu Maudy


Merasa gugup Maudy langsung baring ditempat tidur sambil menyembunyikan wajahnya yang merah merona, dan Dito lagi-lagi terkekeh melihat tingkah laku Maudy


"*Sangat lucu" batin Dito


"Dasar mengambil kesempatan dalam kesempitan" batin Maudy*


Memakai sebuah baju piyama Dito ikut merebahkan tubuhnya di kasur yang sama hanya bantal guling pembatas diantara Maudy dan Dito, Dito yang melihat hal itu hanya bersabar dan yakin kalau Maudy akan menerima kehadirannya sebagai suami di kehidupannya


Akhirnya mereka berdua pun tidur dengan pulas dan besok menjalani aktivitas yang baru sebagai suami istri


..."Buat para reader maaf ya kalau author lambat up Novelnya karena author lagi sedang sakit jadi author akan lambat up Novelnya"...


...*🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar up babnya semakin semangat...


...Sekali lagi jangan lupa Like πŸ‘ Dan Komen πŸ’¬ yah 😁😁...


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...

__ADS_1


...πŸ‘‹πŸ‘‹*...


__ADS_2