Permainan Hati

Permainan Hati
Episode 83


__ADS_3

Dirumah. Maudy menggendong Meisya, bayi Laras. Dan dengan heran, Maudy menayangkan mengapa Meisya tidak menangis di dalam gendongannya seperti Bairam. Lalu Laras pun menjelaskan bahwa itu karena Meisya telah terbiasa dengan banyak orang. Dan Adi menambahkan bahwa itu benar, karena Dito yang telah membesarkan Bairam sendirian sehingga Bairam tidak terbiasa dengan yang lain.


"Begini saja. Coba perhatikan bagaimana Dito menjaga Bairam. Dan ingat itu. Dan lakukan seperti apa yang dia lakukan. Aku jamin kamu akan bisa berbaikan dengan Bairam" kata Adi memberikan saran, dan Maudy pun tersenyum.


Hari selanjutnya. Maudy datang sambil membawakan susu untuk hari ini kepada Dito. Dan Dito menjelaskan bahwa selanjutnya, Maudy tidak perlu membawakannya terlalu sering, karena masih banyak ASI yang masih tersisa.


"Tapi aku ingin Bairam meminum susu segar setiap harinya" kata Maudy, bersikeras. Jadi Dito pun menerima susu yang Maudy bawakan.


Kemudian dengan gugup Maudy mulai menanyakan tentang berapa kali Bairam minum susu ketika bangun dan berbagai pertanyaan lainnya. Lalu setelah itu, Maudy menanyakan apa Dito capek membesarkan bayinya sendiri.


"Dia anak ku. Aku rela jadi capek. Aku akan pergi menghangatkan ini dulu untuk Bairam. Apa ada yang lain?" Tanya Dito.


"Kemudian kamu harus pergi mempersiapkannya. Aku tidak akan mengganggu mu" jawab Maudy. Dan tanpa mengatakan apapun, Dito berbalik. Lalu melihat itu, Maudy pun langsung memanggil Dito.


Dengan alasan bahwa dia harus membalas e-mail sebelum siang. Dan mengetik didalam mobil membuatnya pusing serta melelahkan matanya. Maka Maudy meminta izin, apa dia bisa membalas e-mailnya disini.


"Kamu tidak akan menjadi kejam untuk mengusir ku kan?" Tanya Maudy sambil tersenyum manis.


Diruang tamu. Maudy mulai mengetik dan dengan tajam Dito berdiri serta memperhatikannya, sehingga hal itu membuat Maudy menjadi sedikit gugup. Lalu saat Bairam terbangun, maka Dito pun langsung mengalihkan perhatiannya kepada Bairam.


Dito menggendong Bairam dan menimangnya. Dan melihat itu, Maudy segera mengambil sebuah boneka kelinci dibawanya, lalu menirukan sikap Dito dalam menggendong Bairam. Tapi ketika Dito melihat ke arahnya, dengan segera Maudy melemparkan boneka tersebut ke samping dan berpura-pura kembali fokus ke tab nya.

__ADS_1


Namun saat Dito kembali sibuk merawat Bairam, yaitu dia memberikan susu. Maka Maudy pun kembali menirukannya sambil menggendong tab nya. Tapi saat Dito, mulai menyandung, Maudy menjadi keheranan dengan apa yang sedang Dito lakukan. Dan dalam diam, dia hanya memperhatikan saja sambil tersenyum sendiri melihat itu.


Ketika akhirnya, Bairam telah tertidur, maka Dito pun meletakkan Bairam di dalam box bayi. Dan saat mendengar suara Maudy yang sedang menyandung sambil tertidur, maka Dito pun tersenyum. Lalu ketika kepala Maudy akan terjatuh ke sofa, dengan segera Dito menahan kepala Maudy.


Kemudian saat Maudy terbangun dan akan bersuara, Dito langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Maudy dan memberitahu bahwa itu akan membuat Bairam terbangun. Jadi Maudy pun langsung diam. Dan selama beberapa saat, mereka berdua saling berpandangan. Lalu dengan sikap canggung, Dito pun mulai menjauh sedikit.


Sebelum pulang. Maudy mengucapkan terima kasih kepada Dito yang telah mengizinkannya tinggal sebentar. Lalu saat Dito hanya diam saja, maka Maudy pun pamit. Tapi saat akan menurunin tangga, tanpa sengaja Maudy hampir saja terjatuh. Dan dengan sikap malu, Maudy pun mengeluh kan sepatunya.


"Heels yang buruk. Kelihatannya aku perlu membeli satu yang baru lagi" kata Maudy. Lalu dia berjalan dengan cepat dan pergi. Sementara Dito yang berada dibelakang, dia tampak tersenyum melihat itu.


Dirumah. Adi sibuk merawat bayinya dan Farah ikut membantu. Lalu Farah mulai membahas mengenai Maudy, dia merasa frustasi untuk Maudy, karena Dito bermain sulit.


Dan Adi membalas bahwa itu tidak ada hubungan dengannya, karena selama ini Farah lah yang sudah membesarkan Dito, jadi Farah seharusnya yang lebih tahu. Kemudian Adi mulai bermain-main dengan Meisya. Dan melihat itu, Farah ikut tersenyum.


"Kesempatan itu dibuat. Hanya tergantung kamu akan menciptakan nya atau tidak" balas Adi.


"Bagaimana membuat nya? Sekarang punya ku sudah expired" balas Farah sambil menghela nafas.


"Aku bukan membicarakan tentang mempunyai bayi. Aku membicarakan tentang cinta. Dengan Dokter Daniel" balas Adi.


"Bagaimana ini melibatkan Dokter Daniel? Mengapa kamu membicarakan tentang dia? Aku tidak..." Elak Farah

__ADS_1


"Jangan membuat alasan. Aku bisa tahu. Seperti kamu bisa tahu ketika itu datang kepadaku" Potong Adi.


"Kemudian tolong bertingkah seperti kamu tidak tahu dan tidak melihat itu tidak mungkin bagaimana pun" balas Farah.


"Seperti yang kamu bilang padaku. Cinta adalah antara dua orang. Jika mereka saling mengerti, maka itu cukup. Yang lain hanya orang luar saja" balas Adi.


"Dan jika orang luar itu adalah teman baikku?" Tanya Farah sambil menghela nafas.


Lalu mereka pun melanjutkan bermain dengan Meisya.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan...


...Like πŸ‘πŸ‘...


...Komen πŸ’¬πŸ’¬...


...Supaya Ratingnya bisa naik ⭐⭐⭐...


...Karena itu semua bentuk dukungan buat author, biar author up babnya semakin semangat...

__ADS_1


...Sampai Jumpa Di Episode Selanjutnya...


...πŸ‘‹πŸ‘‹...


__ADS_2